
"Kamu Sheila.." Tanya mama Angga
"Iya Tante, maafin Sheila karena sudah membuat kak Angga seperti ini" jawab Sheila
"Sudahlah nak ini bukan kesalahanmu, Angga sering cerita sama mama tentang kamu" ucap mama Angga sambil tersenyum
"Tante hikss,,hikss,," Sheila langsung memeluk mama Angga sambil menangis
Mama Angga langsung membalas pelukan Sheila sambil menangis, dia juga tidak bisa menahan Air matanya..
Lampu ruang operasi mati, kemudian keluarlah Dokter ya g menangani Angga..
"Dokter bagaimana keadaan Anakku?" Tanya mama Angga
"Kami sudah melakukan yang terbaik bu, memang pelurunya tidak mengenai jantungnya tapi kondisi pasien saat ini sangat lemah" ucap sang dokter
"Apa aku boleh melihat anakku" tanya Papa Angga
"Setelah pasien dipindahkan keruang rawat, kalian bisa menjenguknya" ucap Dokter itu kemudian berlalu menuju ruangannya
Tak lama Angga langsung dipindahkan keruangan VIP.. Lama mereka menunggu tapi Angga belum juga tersadar..
sebelum mereka pulang Kenzo mendekat kearah Angga..
"Cepatlah bangun.. jika kamu sudah sadar aku berjanji akan menikahkan kamu dengan Adikku" ucap Kenzo
Reyhan dan orang tuanya yang mendengarnya langsung marah..
__ADS_1
"Apa maksudmu Ken?" Tanya mami Reyhan tidak terima
"Setelah Angga sadar aku akan menikahkan Adikku Sheila dengannya" ucap Kenzo dengan lantang
"Apa kamu sudah tidak waras? Sheila adalah Tunangan Reyhan" ucap mami Reyhan
"Tunangan karena terpaksa" jawab Kenzo
"Apa yang kamu katakan nak?" tanya Ayah Sheila
"Maafkan Kenzo Ayah, tapi Sheila dan Reyhan bertunangan karena terpaksa, mereka tidak saling mencintai" ucap Kenzo
"Benar begitu Rey?" papi Rey langsung bertanya sama anaknya
"Tidak Pi,, aku mencintai Sheila" ucap Reyhan
"Apa betul kamu tidak mencintai Reyhan?" kini giliran bunda Sheila yang bertanya kepad Sheila
"Maafin Sheila bunda" lirih Sheila
"Hebat sekali anak gadismu ini jeng dia beraninya menghianati anakku, dia mempermainkan anakku" geram mami Reyhan
"Jangan asal nuduh Tante" ucap Kenzo
"Semua sudah jelas, mari kita batalkan pertunangan mereka, aku tidak sudi punya menantu seperti dia" ucap mami Reyhan
Kedua orang tua Sheila hanya terdiam tidak tahu mau bilang apa lagi..
__ADS_1
"Kenapa kalian diam? Tuan dan Nyonya Kneight yang terhormat mulai detik ini putri anda Sheila bukan lagi tunangan dari anak saya Reyhan Wijaya" ucap Mami Reyhan dengan lantang
"Mami..." bentak Reyhan
"Diamlah Rey,, Perempuan seperti dia tidak pantas untuk kamu nak, masih banyak perempuan baik-baik diluar sana.. Ayo kita pulang" ucap Mami Reyhan
Sheila yang mendengarnya langsung tersenyum kecut...
"Tunggu Tuan dan Nyonya Wijaya yang terhormat" ucap Sheila
Semua orang diruangan tersebut langsung melihat kearah Sheila..
Sheila berjalan mendekat kearah Reyha dan kedua orangtuanya sambil membuka cincin yang berada dijari manisnya...
"Aku merasa senang bisa terbebas dari laki-laki brengsek seperti anak anda Nyonya Wijaya, aku harap dia tidak akan mengganggu ketenanganku dan orang-orang terdekatku lagi, aku tidak mau ada korban lagi akibat dari perbuatannya" Ucap Sheila tegas
"Beraninya kamu mengatakan anakku brengsek sedangkan kamu sendiri yang menghianantinya" geram mami Reyhan
"Sebelum menuduh orang harusnya Tante bertanya dulu apa yang terjadi kepada anak Tante ini" ucap Sheila sambil menunjuk Reyhan..
Reyhan yang masih memegang cincin pemberian Sheila langsung menarik tangan Sheila..
"Kamu gak boleh lepasin cincin ini sampai aku menggantinya jadi sebuah cincin pernikahan" ucap Reyhan sambil memasangkan cincin itu kembali ketangan Sheila..
Sheila melihatnya langsung mengambil cincin itu kemudian membuangnya, Reyhan langsung emosi melihat Sheila melempar cincin itu..
"Sheilaaaa..." Bentak Reyhan
__ADS_1