
Dooorr.. dorrr...
"Tidaaaaakkkk" teriak Sheila
Sheila langsung teriak histeris...
"Kak Anggaaaa..." Sheila langsung duduk bersimpuh didklekat Angga yang sudah terbaring lemah..
Sedangkan Safira yang juga kena tembakan pas ditangannya langsung meringis kesakitan..
Saat Safira ingin menembak Sheila,, Kenzo yang melihatnya pun langsung mengambil pistolnya dan ditembakkannya ketangan Safira tapi dia terlambat Safira sudah lebih dulu melepaskan tembakannya..
Tapi bukan Sheila yang terkena tembakan melainkan Angga, karena Angga juga melihat Safira menembak kearah Sheila maka dia langsung berdiri dihadapan Sheila sehingga peluru itu langsung mengenai dadanya...
"Kak Kenzo cepat kita bawa kak Angga kerumah sakit" ucap Sheila
Tiba-tiba polisi datang, mereka langsung membawa Safira dan Steve yang sudah terluka ke kantor polisi..
Kenzo dibantu Reyhan langsung mengangkat Angga menuju mobilnya...
Sepanjang perjalanan Sheila terus menangis sambil memangku kepala Angga..
Angga yang merasakan air mata Sheila menetes mengenai wajahnya langsung tersadar..
"Sheilaaa..." Lirih Angga
"Kak Angga.. Maafin Sheila" ucap Sheila
"Jangan menangis sayang,, harusnya aku yang minta maaf karena tidak bisa menjagamu" ucap Angga
"Kak Angga ngomong apa sih, kak Angga itu bisa seperti ini karena nolongin Sheila,, Hiks..hikzz.." Sheila terus menangis..
__ADS_1
"Aku gak mau liat kamu menangis, aku mencintaimu" kata Angga
"Aku juga mencintaimu kak" jawab Sheila
"Terima kasih sudah mencintaiku disaat-saat terakhirku, aku bahagia sayang" kata Angga
"Jangan bilang seperti itu, kamu harus bertahan demi aku" ucap Sheila
Angga hanya tersenyum mendengarnya.. Setelah itu dia kembali hilang kesadarannya..
Sheila yang melihatnya langsung histeris..
"Kak Angga bertahanlah sayang,, jangan tinggalin Sheila aku mencintaimu" ucap Sheila
Reyhan yang mendengar ucapan Sheila merasakan sakit dihatinya tapi ini bukan waktu yang tepat untuk marah..
Tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit, Angga langsung dibawa kedalam ruang ICU... Dokter yang memeriksanya langsung menyuruh perawat membawanya keruang operasi untuk mengangkat peluru yang mengenai dadanya...
"Mudah-mudahan pelurunya tidak mengenai jantungnya, kami akan melakukan operasi buat mengangkat peluru didalam dadanya" jawab Dokter tersebut
"Lakukan apapun agar dia bisa selamat dokter" ucap Sheila
"Kami akan melakukan yang terbaik nona" ucap dokter itu
Angga langsung dibawa keruangan operasi..
Sheila,Reyhan,Kenzo dan juga Aurel yang baru saja tiba bersama Aldo sedang menunggu diruang operasi...
Tidak lama kemudian Orang tua Sheila dan Reyhan tiba dirumah sakit karena khawatir mendengar peristiwa yang menimpa anak mereka...
"Kamu tidak apa-apa nak?" Tanya mami Rey yang baru datang
__ADS_1
"Rey baik-baik saja mi" jawab Rey
"Syukurlah nak" ucap Mami Rey lega
Sheila yang mendengarnya hanya tersenyum kecut..
"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa mereka menculikmu sayang" tanya Bunda Sheila kepada Sheila
"Mungkin karena dendam sama seseorang" jawab Sheila sambil melirik Reyhan sinis
"Terus siapa yang didalam?" tanya Ayah Sheila
"Kak Angga" lirih Sheila
"Siapa Angga?" tanya papi Reyhan
"Kekasih Sheila" jawab Reyhan dengan penuh penekanan
Orang tua mereka yang mendengarnya langsung kaget...
"Bagaimana bisa Sheila menghianati anakku" ucap mami Reyhan
Belum sempat Sheila menjawab kedua orang tua Angga sudah datang..
Mama Angga langsung berlari menangis histeris...
"Anggaaa... kenapa ini semua bisa terjadi nak.. hikkss..hiksss" tangis Mama Angga langsung pecah didepan ruang operasi anaknya...
"Nah tenangkan dirimu" ucap Papa Angga
"Tante... Maafin Sheila" Sheila langsung menghampiri mama Angga dan duduk disampingnya..
__ADS_1
Mama Angga yang melihat Sheila berada disampingnya langsung menoleh kearah Sheila..