
Seketika suasana wijaya group menjadi tegang...
"Apa kamu tidak apa-apa shel,?" Tanya pria itu
"gak apa-apa kak aldo, hanya saja aku cuma sedikit jengkel dengan kelakuan karyawan disini" ucap sheila
Pria yang tadi marah-marah itu adalah aldo,, aldo dan sheyla memang sudah saling kenal karena aldo memang sudah menjadi asisten pak reno sebelum reyhan menggantikan papa nya... Aldo sering datang kekantor ayahnya sheila menggantikan pak reno...
Terlihat sisil yang berjalan kearah lobby bersama rere...
"kenapa bapak memanggil saya?" tanya sisil
"Apa kamu pura-pura tidak tahu kesalahanmu? haaahh" bentak aldo
"maaf pak, tapi tadi bapak sendiri yang bilang kalau pak presdir gak mau diganggu" jawab sisil
"bukannya tadi saya mengatakan ditelepon kalau ada orang dari kneight coorporation yang ingin bertemu presdir tolong langsung arahkan keruangan presdir,," ucap aldo dengan nada yang sedikit keras
"maaf pak, tapi kan tidak sembarang orang yang bisa bertemu dengan pak presdir,, setauku pemilik kneight coorporation adalah pak bram kneight, bagaimana bisa dia mengutus seorang perempuan kampung kesini,, yang kita tidak tahu dia siapa" ucap sisil panjang lebar
"dasar sekertaris bodoh cepat minta maaf sama nona sheila" bentak aldo sambil memijit pelipinya,,
__ADS_1
"mana bisa bapak menyuruh saya minta maaf kepadanya, aku tidak akan sudi buat minta maaf dengan cewek kampung dan murahan seperti dia" ucap sisil kemudian berjalan kearah sheila
"kamu datang kemari pasti ingin menggoda presdir kan? dasar cewek murahan" ucap sisil sambil memperhatikan sheila dari atas sampai bawah
"apa maksud kamu? berani-beraninya kamu merendahkanku" geram sheila
"cukup sisil... kamu dan rere cepat angkat kaki dsri kantor ini, perusahaan tidak membutuhkan karyawan seperti kalian berdua" ucap aldo
"gak bisa gitu dong pak..." ucap rere tidak terima
plaaakkkk... tak disangka sisil malah menampar sheila
"lihat saja kau perempuan sialan aku tidak akan tinggal diam" ancam sisil
plaaakkkk... plaaakkk... seseorang menampar
pipi sisil sebelah kiri dan kanan..
"Itu untuk tamparanmu terhadapnya, dan juga karena kamu sudah berani merendahkannya" ucap pria itu
"paaakk rreey..." ucap sisil dengan gemetar
__ADS_1
Pria yang menamparnya adalah Reyhan..
"sekali lagi saya lihat ada yang memperlakukan calon istri saya dengan buruk, akan berurusan denganku" ucap reyhan penuh penekanan
Terlihat semua karyawan nampak kaget mendengar bosnya mengatakan calon istri..
"ca ca loon i isstriii.." kata rere dengan gemetar..
"perempuan yang kamu katakan kampungan dan murahan itu adalah Sheila Aurora putri dari Pak Bram kneight pemilik kneight coorporation,, dan juga dia adalah calon istri Reyhan putra wijaya" ucap Reyhan sambil menggenggam tangan sheila dan mengajaknya keruangannya
"Aldo bereskan mereka berdua, saya tidak mau melihat mereka dikantor saya lagi,, pecat mereka tanpa pesangon,, dan juga itu berlaku untuk kedua security itu karena dia sudah melukai gadisku" ucap Reyhan sambil berlalu meninggalkan mereka
Nampak sheila kaget dengan penuturan Reyhan, bukan hanya sheila semua karyawan diam mematung mendengarnya...
seenaknya saja dia ini mengaku kalau saya calon istrinya.. batin sheila
sepeninggal mereka berdua,, sisil dan rere terlihat diseret keluar oleh beberapa bodyguard Reyhan...
"kalian berdua jangan menampakkan muka menjijikkan kalian lagi dikantor ini" ucap aldo
"dan untuk kalian berdua, ikut keruanganku" lanjut aldo sambil menunjuk kedua security tadi
__ADS_1
"ba baik paak" jawab mereka berdua sambil mengikuti aldo
Mereka sengaja dipanggil aldo karena akan memberikan pesangon buat mereka berdua, dia akan membicarakannya lagi dengan Reyhan karena bagaimana pun mereka berdua hanya mengikuti perintah dari sisil dan rere..