
Sebulan telah berlalu sejak kejadian diacara wisuda tersebut,, baik Sheila maupun Reyhan tidak pernah lagi bertemu..
Hubungan Sheila dan Angga pun semakin baik,, kini Sheila sedikit membuka hatinya untuk Angga,, sikap Angga yang lembut dan sangat perhatian dapat meluluhkan hati Sheila secara perlahan..
Tapi tidak dengan hubungan Reyhan dan Aurel,, sejak kejadian itu mereka sering berdebat entah apa masalah mereka berdua.. Seperti siang ini dikantor Wijaya group terlihat sepasang kekasih sedang berdebat..
"Kamu itu kenapa sih berubah sama aku? apa aku punya salah?" tanya Aurel kepada Reyhan
"Aku hanya sedikit lelah saja rel,, aku mohon kamu mengertilah dengan keadaanku" jawab Reyhan
"Selama ini aku selalu mengerti yah Rey, tapi memang sekarang kamu tidak punya waktu untukku,, aku sudah rela berkorban meninggalkan kerjaanku di Jerman hanya untuk bersama kamu" kata Aurel
"terus kamu maunya apa?", ucap Reyhan dengan sedikit membentak
"Aku mau kamu kayak dulu lagi,, oohh,, aku tau apa kamu berubah gara-gara cewek itu,, kamu suka sama dia?" ucap Aurel
"kenapa kamu malah bahas orang lain disini,, dia gak ada hubungannya dengan kita" jawab Reyhan tidak suka dengan kata-kata Aurel
"bilang saja kalau kamu suka sama dia, kamu cemburu melihatnya bersama pria lain, bahkan kamu menciumnya didepan orang banyak,, atau jangan-jangan malam itu kamu ingin melamarnya?" ucap Aurel dengan nada tinggi yang masih mengingat kejadian malam itu
__ADS_1
"memangnya kenapa kalau aku suka sama dia?" jawab Reyhan dengan suara yang tak kalah tinggi
"kamu jahat Rey,, selama ini aku sudah setia sama kamu bahkan aku rela meninggalkan kerjaanku disana untukmu, tapi apa balasanmu? kau menghianatiku," lirih Aurel
"kamu bilang aku jahat? kamu yang mulai semuanya Aurel,, dulu aku sangat menyayangimu bahkan aku ingin menikahimu,, tapi saat hari pertunangan kita kamu malah pergi meninggalkanku tanpa peduli bagaimana perasaanku"
"Tapi Rey kamu tahu kan itu adalah cita-cita ku sejak dulu, harusnya kamu mendukungku, lagi pula aku hanya menunda pertunangan kita bukan memutuskan hubungan kita,, hikss...hikss..." ucap Aurel sambil menangis
"haaahh,, sudahlah gak usah menangis,, maafkan aku" Reyhan tak tega melihat Aurel menangis
"Kamu sudah berubah Rey, kamu sudah gak cinta sama aku,, hikss,, hikss,,"
"Tapi kamu berubah Rey,," lirih Aurel
"aku hanya lelah saja,, pekerjaan kantor menumpuk karena kemarin aku cuti tiga hari waktu wisuda" jawab Reyhan
"Aku mencintaimu.." kata Aurel
Reyhan hanya tersenyum mendengar kata-kata Aurel,, dia tidak mengerti dengan apa yang dirasakannya sekarang..
__ADS_1
Kenapa saat bersama Aurel rasanya biasa saja,, tapi saat bersama Sheila aku merasa sangat bahagia dan jantungku selalu berdebar kencang.. batin Reyhan
"Sayang, temani aku jalan-jalan yah hari ini?" Kata Aurel
"hm.. baiklah.." Reyhan menyetujui permintaan Aurel karena tidak mau berdebat lagi dengannya jika dia menolak..
Mereka pun keluar dari ruangan Reyhan, Aurel sangat senang karena Reyhan mau ikut dengannya, semua karyawan yang melihatnya pun langsung menundukkan kepalanya saat melihat bos mereka berjalan keluar kantor..
Saat tiba di lobby kantor terlihat perempuan cantik dengan dress selutut berwarna hitam turun dari mobil sport berwarna putih,, perempuan itu pun berjalan memasuki gedung Wijaya group..
Semua mata memandang takjub dengan ciptaan Tuhan yang sangat indah itu,, Reyhan yang melihatnya pun langsung menghentikan langkahnya.. Saat perempuan itu mendekat kearah Reyhan dia pun tersenyum manis menambah aura kecantikan yang terpancar diwajahnya..
"Selamat siang Pak Rey,, kelihatannya bapak sedang ingin keluar, maaf karena saya datang tidak tepat waktu" ucap perempuan itu sambil tersenyum manis
degg... jantung Reyhan berdetak kencang,, dia masih diam mematung tidak menjawab ucapan perempuan itu..
Aurel yang melihatnya pun tak suka dengan kedatangan perempuan itu, bahkan dia terlihat kesal karena Reyhan seakan terpesona dengan perempuan didepannya itu..
"Maaf pak,, kalau begitu saya permisi dulu" ucap perempuan itu dengan sopan karena melihat Reyhan tak merespon,, dia pun langsung berbalik hendak pergi, tapi sebelum dia melangkah tiba-tiba ada tangan yang mencekalnya..
__ADS_1
"Tungguu..."