
Masih diaula kampus
Angga yang masih memegang tangan Sheila kemudian berlutut didepan Sheila..
"Sheila Aurora,, aku ingin kamu tahu bahwa dari dulu aku sangat mencintaimu... Ini sudah yang kedua kalinya aku mengatakan ini,, aku sudah gak bisa menahan lebih lama lagi...
Maukah kamu menjadi kekasihku?" ucap Angga dengan lantang sambil menyodorkan setangkai mawar putih kedepan Sheila
Sheila hanya diam, belum bisa berkata apa-apa karena perlakuan Angga...
gue harus gimana,, gue gak suka sama kak Angga,, tapi kalau gue tolak pasti dia akan malu didepan semuar orang.. Batin Sheila
"Aku tidak bisa berjanji akan membuatmu selalu bahagia,, tapi aku akan selalu berusaha membuatmu tersenyum berada disampingku..." kata Angga
"Shel,, kalau kamu menerima cintaku aku mohon ambil bunga ini,, tapi kalau kamu tidak menerimaku kamu boleh membuang bunga ini" lanjut Angga
Tak lama sheila pun langsung mengambil bunga tersebut,, Reyhan yang melihatnya pun semakin geram,, dia mengepalkan tangannya kemudian berjalan kearah Sheila mengambil bunga itu dan membuangnya..
"Apa yang kamu lakukan kak?" Tanya Sheila kepada Reyhan
"Shel,, dia itu bukan pria yang baik.. Dia gak pantas buat kamu" Kata Reyhan dengan sedikit membentak
"Apa sih yang kak Rey katakan,, kak Angga itu sangat baik sama Sheila" kata Sheila
"Dia baik karena ada maunya shel,," jawab Reyhan
__ADS_1
Angga pun langsung berdiri merasa tidak terima dengan kata-kata Reyhan
"kamu gak berhak ikut campur urusanku sama Sheila" tanya Angga
"Siapa bilang gue gak berhak? gue gak akan biarin Sheila bersama elo" ucap Reyhan sambil menunjuk Angga
"selow man,,, emangnya elo siapanya Sheila? orang tuanya atau saudaranya?" ucap Angga sambil menepis tangan Reyhan
"Gue sahabatnya sheila dari kecil, gue gak ngerestuin Sheila jalan sama elo" ucap Reyhan
"hahaha... Sheila apa kamu butuh restu dia?" Tanya Angga lembut sambil memegang tangan Sheila..
Sheila pun jadi bingung harus berkata apa..
Kenapa kak Rey bersikap seperti ini sih.. gue kan jadi bingung. batin sheila
"Mending elo jauhin sheila, karena elo gak pantas buat dia" ucap Reyhan
Kenzo yang melihat perdebatan mereka pun langsung tersenyum licik kearah Reyhan,, dia pun berjalan kearah Sheila adiknya..
"Lalu siapa yang menurut elo pantas buat Sheila" tanya Kenzo tiba-tiba yang sudah berada didekat adik kesayangannya itu..
"Sheila sudah besar, dia bisa memilih yang terbaik buat hidupnya" lanjutnya
"Tapi Angga bukan pria yang baik" ucap Reyhan
__ADS_1
"Atas dasar apa kamu bilang dia bukan pria yang baik?" tanya Kenzo
"Dia itu playboy, dia hanya bisa nyakitin perasaan perempuan" kata Reyhan
"hehehe,, gue mungkin dulu sering ganti pasangan, tapi gue gak pernah melirik cewek lain saat punya kekasih.." ucap Angga sambil terkekeh
Reyhan pun seketika emosi mendengar kata-kata Angga yang terkesan menyindirnya
Bughh..bughh..
"brengsek,, gue peringatkan sekali lagi, jauhin Sheila" ucap Reyhan dengan penuh penekanan
Angga yang tak terima dipukul oleh Reyhan kemudian membalas pukulannya..
bughh..bughh...
"elo yang brengsek,, urus saja kekasihmu itu,, apa mungkin elo juga menyukai Sheila?" Tanya Angga dengan penuh emosi
Reyhan pun merasa tertohok dengan perkataan Angga, Reyhan hendak melayangkan pukulan lagi kewajah Angga tapi tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang...
"Sayang.. sudahlah kenapa kamu jadi emosi seperti ini,, benar kata dia, ini itu bukan urusan kamu" Ucap Aurel yang merasa heran dengan sikap Reyhan
"Tapi sayang sheila itu sahabatku,, aku sudah menganggapnya sebagai adikku, aku mau dia mendapatkan pria yang tepat" Kata Reyhan
Sheila yang mendengarnya pun tersenyum kecut..
__ADS_1
Ternyata dia hanya menganggapku sebagai adiknya. batin sheila