
Sheila sedang berada ditaman yang tak jauh dari Hotel,, dia sedang menangis meluapkan semua kekesalannya.. Tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya, dia pun mendongakkan kepalanya dan merasa jengkel melihat Reyhan sudah duduk disampingnya...
"Ngapain kamu kesini?" tanya Sheila dengan ketus
"Apa kamu segitu tidak maunya menikah denganku?" bukannya menjawab Reyhan malah balik bertanya kepada Sheila
"kamu tahu kan Rey, aku sudah punya kekasih dan begitupun juga denganmu" ucap Sheila
"Kekasih yang hanya kamu jadikan pelarian?" tanya Reyhan sinis
"Siapa yang menjadikannya pelarian, jangan asal ngomong kamu" Sheila meras tidak suka dengan kata-kata Reyhan
"aku tahu kamu tidak mencintainya,, kamu menerimanya hanya ingin menghindariku" ucap Reyhan
"sok tahu kamu" jawab Sheila sambil tersenyum sinis
"aku mau kamu menerima perjodohan ini" Kata Reyhan
"kalau aku tidak mau?" tantang Sheila
"kamu akan menyesal,," Reyhan tersenyum licik
"Jangan terlalu mimpi kamu Rey" ucap Sheila
"Jika kamu menolak perjodohan ini aku tidak bisa menjamin apa yang papi akan lakukan, mungkin saja semua kerja sama antara papi dan ayahmu akan dibatalkan" ucap Reyhan
"Maksudmu, kamu mengancamku?" tanya Sheila
__ADS_1
"Aku tidak mengancam kamu, aku hanya memberi tahumu kemungkinan besar yang akan terjadi" kata Reyhan
"kira-kira bagaimana reaksi ayahmu jika perusahaan yang selama ini dia bangun dengan susah payah seketika sahamnya menjadi anjlok hanya karena putrinya yang egois tidak mau menuruti perkataan ayahnya" lanjutnya
Sheila yang mendengarnya pun hanya bisa diam,, sambil memikirkan perkataan Reyhan
"Perusahaan ayahmu memang perusahaan besar kedua setelah perusahaan papi, tapi itu semua berkat bantuan papi juga,, jika papi menghentikan kerjasamanya, saya yakin banyak perusahaan lain yang akan membatalkan kerjasamanya juga" kata Reyhan sambil tersenyum licik kearah Sheila
"cukuppp... sekarang apa maumu?" ucap Sheila dengan nada tinggi
"aku hanya mau kamu menerima perjodohan ini,," kata Reyhan
"baiklah... tapi aku tidak mau menikah secepatnya, sebelum kuliahku selesai" kata Sheila
"gak jadi masalah, tapi aku juga mau kita bertunangan malam ini juga" timpal Reyhan
"jika kamu tidak menurut, aku yang akan menolak perjodohan ini, dan kamu pasti tahu resikonya jika perjodohan ini batal" ucap Reyhan
huuuffttthh...
"baiklah, tapi ingat jangan pernah mengurusi hidupku" ucap Sheila pasrah
"heheh,, ayo kita kembali ke resto, mereka sudah menunggu kita" jawab Reyhan sambil menggenggam tangan Sheila dan berjalan menuju ketempat orang tua mereka..
Kenzo yang dari tadi bersembunyi mendengar semua ucapan Reyhan pun hanya menggelengkan kepalanya...
"Dasar pria ini,, dia beraninya mengancam adikku,, ternyata dia sudah mengatur semuanya dengan baik" gumam Kenzo
__ADS_1
Setibanya mereka ditempat orang tua mereka tak lama Kenzo pun berjalan menghampiri mereka,,
"sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya bunda Sheila merasa khawatir dengan anaknya
Sheila hanya mengangguk dan tersenyum manis..
"Jadi, apa keputusanmu nak?" Tanya Ayah Sheila
"Sheila akan menerima perjodohan ini ayah,, tapi Sheila tidak mau menikah kalau Sheila belum selesai kuliah" jawab Sheila
Orang tua mereka berdua pun merasa lega dan bahagia mendengar ucapan Sheila yang menerima perjodohan ini..
"Gak apa-apa sayang, yang penting kamu sudah mau menerima perjodohan ini" kata Ayah Sheila
"Jadi kapan kalian akan bertunangan?" tanya Mami Reyhan
"Malam ini juga mami" jawab Reyhan dan membuat semua orang kaget..
"Tapi nak, ini terlalu mendadak dan kita tidak menyiapkan semuanya, kita harus mengadakan pesta untuk pertunangan kalian" kata mami Reyhan
"Reyhan dan Sheila tidak mau mengadakan pesta,, dan untuk pertunangan ini aku sudah menyiapkan semuanya," Reyhan langsung mengambil kotak cincin dari saku celananya..
Terlihat dua buah cincin yang sangat indah didalam kotak tersebut..
"Baiklah kalau itu keputusan kalian" ucap papi Reyhan
Mereka berdua pun bertukar cincin sebagai tanda bahwa telah bertunangan.. setelah acara pertunangan mereka berdua,, mereka pun langsung balik ke hotel, karena besok pagi mereka sudah akan kembali ke Jakarta...
__ADS_1