
Safira yang sudah tersadar dari pingsannya langsung menuju kamar Sheila, dia melihat Sheila yang sedang tertidur pulas..
"Bisa-bisanya dia enak-enakan tidur disini sedangkan aku telah disiksa karena dirinya" geram Safira
Safira langsung mengambil air kemudian menyiram Sheila..
Byuuurrr...
Sheila pun langsung terbangun..
"Apa yang kamu lakukan?" bentak Sheila
"Waahhh tuan putri sekarang sudah berani membentakku yah, jangan kamu pikir bisa melawanku karena Steve membela mu" ucap Safira sambil menjambak rambut Sheila
Tiba-tiba pintu terbuka dan muncullah sosok Steve berdiri diambang pintu.. Safira yang melihatnya langsung melepaskan rambut Sheila..
"Apa yang terjadi?" ucap Steve
"ini,, tadiii aku lagi mau ngompres kening Sheila karena dia demam tapi aku malah terjatuh dan tidak sengaja menumpahkan air ditempat tidur" jawab Safira berbohong
"Betulkah begitu?" tanya Steve sambil berjalan kearah Sheila
Steve ingin menyentuh kening Sheila untuk memastikan apa Sheila benar demam atau tidak tapi Sheila menepis tangannya..
"Jangan menyentuhku" kata Sheila dengan nada yang cukup ketus
Tak lama kemudian terdengar keributan diluar kamar Sheila,,
Braaakkk
Pintu terbuka dan muncullah Reyhan, Steve yang melihatnya langsung bangkit dan menyuruh Bodyguardnya menghajar Reyhan..
"Bunuh dia" teriak Steve
Reyhan yang datang bersama beberapa anak buahnya didampingi Aldo langsung menyerbu anggota Steve..
__ADS_1
Terjadilah perkelahian didalam ruangan itu, Sheila dan Safira yang melihatnya jadi ketakutan... Tidak lama Anak buah Reyhan dan Steve mati satu persatu...
Reyhan sudah sangat kacau, lengannya juga terluka, Aurel yang ikut dengannya langsung berlari kearah Reyhan saat melihat darah mengalir dari tangan Reyhan..
"Reyhaaannn..." Teriak Aurel
"Waaahh... Kamu sungguh hebat sahabatku, kamu membawa kekasihmu juga kesini, betapa rakusnya dirimu" ucap Steve
"Diam kamu" bentak Aurel
"ciiihh,, ternyata kamu punya nyali juga" ucap Steve
Steve langsung mengeluarkan pistol dari saku celananya dan mengarahkannya kearah Reyhan..
Kenzo dan Angga kemudian masuk langsung menghampiri Sheila..
Steve yang melihatnya langsung memberi isyarat kepada Safira agar menarik Aurel menjauh dari Reyhan..
Safira langsung mengangguk kemudian menarik Aurel dengan kencang kemudian menodongkan pistol dikepala Aurel..
"Diamlah atau ku tembak kepalamu" ancam Safira
Dooorrr...
Steve menembakkan pelurunya ke udara..
hahahahahah..
Tawanya menggema diruangan tersebut..
"Berikan dia kepadaku" ucap Steve sambil menunjuk Sheila
"Bajingaaannn" teriak Kenzo ingin memukul Steve tapi dihentikan oleh Angga
"Lepaskan aku" bentak Kenzo
__ADS_1
Angga tidak menghiraukan ucapan Kenzo dia terus memegangi Kenzo..
Reyhan langsung membisikkan sesuatu kepada Aldo..
Aldo langsung menendang tangan Steve dan membuat pistol Steve terlempar, kemudian Reyhan langsung mengambil pistol itu dan menembakkannya kekaki Steve..
Dooorr...
aaaakkkkhhc... darah segar mengalir dikaki Steve..
Steve langsung terduduk kesakitan dan mengepalkan tangannya..
"Safiraaa.. tembak dia" teriak Steve
Safira yang mendengarnya langsung menarik pelatuknya tapi saat dia ingin menembak Aurel, Reyhan langsung memegang tangannya dan mengarahkannya kearah lain..
"Aldo,, bawa Aurel keluar" perintah Reyhan
Aldo langsung membawa Aurel yang sudah lemas karena Shock keluar dari ruangan itu..
Safira yang merasa tidak bisa menembak Aurel langsung melihat kearah Sheila..
Seketika Safira langsung tersenyum licik..
Kenzo keluar untuk menelpon polisi, dan Angga sedang memegang kedua tangan Steve agar dia tidak melawan lagi..
Safira langsung menendang kejantanan Reyhan, membuat Reyhan meringis kesakitan..
Melihat Reyhan kesakitan Safira langsung mengarahkan pistolnya kearah Sheila..
Doooorrr...
Doooorrr...
Dua orang tertembak dan langsung jatuh tak sadarkan diri...
__ADS_1
"Tidaaaaakkkk...." Seseorang berteriak histeris