
Setibanya diruangan Reyhan mereka langsung duduk disofa, Sheila sangat kesal dengan perlakuan Reyhan kepadanya yang selalu seenaknya saja...
"Kamu tuh yah kasar banget,," gerutu Sheila
"kita mulai aja deh, ini berkas dari kantor ayah kamu bisa periksa dulu" lanjutnya
"kenapa terlalu buru-buru sih, kita ngobrol aja dulu" ucap Reyhan
"Maaf Pak Rey,, aku tuh juga lagi sibuk setelah ini aku sudah ada janji" jawab Sheila
"Kita makan siang dulu, aku sangat lapar" kata Reyhan
"huuuffttthh,, kamu sengaja yah?" tanya Sheila
"Sengaja kenapa?" kata Reyhan
"ya sudahlah,, makan disini saja kamu cepat pesan makan" Sheila mengalah karena sudah malas berdebat dengan Reyhan
"Baiklah,, kamu mau makan apa?" tanya Reyhan dengan lembut
"Terserah kamu saja, samain aja dengan pesananmu" jawab Sheila
"Ya sudah tunggu sebentar yah" Kata Reyhan sambil mengambil ponselnya kemudian menelepon seseorang.
saat telepon tersambung, tidak menunggu lama seseorang yang ditelepon langsung mengangkatnya..
"Do pesanin makan siang untuk dua orang sekalian dengan coklat panas" kata Reyhan kepada Asisten pribadinya
"*Baik pak,, mau dipesanin apa makannya?" tanya Aldo
"seafood, setelah itu kamu keruanganku,, bawa berkas proyek pembangunan villa yang dibali" Kata Reyhan
"Baik pak" jawab Aldo
tuttt ...tuttt... telepon terputus*
__ADS_1
Reyhan duduk disamping Sheila sambil memperhatikan Sheila yang sedang sibuk memainkan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri..
apa sih yang dia lihat sampai mengacuhkanku. batin Reyhan
Sheila yang merasa dirinya ada yang memperhatikan langsung berbalik kearah Reyhan sambil menyatukan kedua alisnya..
"ngapain kamu lihatin aku?" tanya Sheila
Reyhan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,, karena merasa malu sudah ketahuan menatap Sheila
"Aku tahu kalau aku tuh cantik, tapi gak usah sampai ngeliatin kayak gitu juga kali" lanjut Sheila
"ciih narsis,, aku tadi cuma heran ngeliatin kamu karena senyum-senyum sendiri, aku pikir kamu sudah gila" Kata Reyhan
"siapa juga yang gila, aku cuma merasa senang aja chat dengan kekasihku" jawab Sheila
Reyhan terlihat tidak suka mendengar ucapan Sheila..
"kamu kesini mau membahas proyek kerjasama kita kan, jadi jangan bermain ponsel, aku tidak suka" Kata Reyhan
Tak lama Aldo pun datang membawa makanan..
tok..tok..
"Masuk"
ceklek
"Maaf Pak,, ini makanannya" ucap Aldo sambil meletakkan makanan dimeja
"Hem,, Ayo kita makan dulu Shel,," ajak Reyhan
dan dibalas anggukan oleh Sheila
"Aldo, ini berkas dari kneight coorporation,, kamu periksa dulu" ucap Reyhan kemudian Aldo langsung mengambil berkas itu
__ADS_1
"Kak Aldo sudah makan?" tanya Sheila
"aku belum lapar Shel,," jawab Aldo
"Kakak makan aja dulu,, sini makan kak" ucap Sheila sambil menepuk sofa didekatnya
"Gak usah, nanti aku pesan makan setelah ini" jawab Aldo
"Kak Aldo makan dulu baru lanjut kerja ini juga sudah jam makan siang kan,, ini makanannya ada dua kok untuk kakak aja tadi Sheila sudah makan" kata Sheila
Reyhan yang mendengarnya pun langsung tersenyum licik..
ini kesempatan untuk lebih dekat dengan Sheila.. batin Reyhan
"Sudahlah do,, benar kata Sheila kamu makan aja dulu" kata Reyhan
"Tapi Pak, itu..." Aldo terlihat melihat makanan yang hanya ada dua, Reyhan yang mengerti jalan pikiran Aldo langsung menyunggingkan senyumnya
"itu buat kamu Aldo, aku sama Sheila makan yang ini saja" Ucap Reyhan sambil menunjuk makanan didepannya
Sheila yang melihatnya pun mengangkat sebelah alisnya..
"Aku sudah kenyang kak Rey,, untuk kakak aja" kata Sheila
"Tidak sayang,, ini untuk kita berdua,, kita akan makan sepiring berdoa" kata Reyhan
"aku tak suka penolakan" lanjutnya
Sheila pun hanya pasrah, kemudian mereka menikmati makanan mereka, Reyhan terlihat senang menyuapi Sheila..
*aku selalu ingin seperti ini bersamamu shel,, batin Reyhan
kenapa sih kak Rey bersikap seperti ini, batin Sheila*
mereka berdua terlihat sangat serasi.. batin Aldo
__ADS_1