
#suasana canggung
"kak rey" ucapku tiba-tiba
"hmm" hanya deheman yang terdengar dari kak rey
kuhembuskan nafasku dengan kasar hmmhaaahh
"gue gak nyangka yah kak ternyata ketika besar kakak jadi cowok brengsek" ucapku tanpa melihat kearahnya
"gue bukan cowok brengsek yah, gue juga gak nyangka ternyata lo saat besar jadi cewek bar bar dan aneh kayak gini" jawabnya dengan nada dingin
"kalau bukan cowok brengsek trus apaan namanya cowok yang udah mencuri ciuman pertama seorang gadis dengan paksa" ketusku
"tapi kamu menikmatinya sayang" bisik kak rey ditelingaku, aku pun merinding mendengarnya.
"menikmati palamu tuyul, gue gak terima yah kalau lo seenaknya kayak gitu sama gue, gue ini bukan cewek murahan seperti cewek lo tuh yang selalu nempel ke elo" ucapku dengan sedikit judes
"kenapa lo jadi marah sama gue, bukannya elo pernah bilang yah kalau semua yang ada di diri lo itu adalah milik gue?" kata kak rey sambil mengingatkanku akan kejadian masa kecil kami.
flash back on
__ADS_1
"duuuhh kak sakit nih lututku, tadi jatuh pas lari" ucap sheila sambil bergelayut manja dilengan reyhan
"kan udah diobatin ara, udah yah jangan nangis" kata reyhan sambil mengecup kening sheila, lalu mengecup kedua matanya.
"iihh kak rey jangan cium cium ara dong, ara kan masih kecil kak kata bunda gak boleh cium cium kalau masih kecil" kata sheila dengan polosnya
reyhan tersenyum mendengarnya
"jadi kalau udah gede' boleh dong kakak cium pipiny ara" jawab reyhan
"kata film yang sering bunda nonton kalau udah gede' boleh cium cium, kalau nanti ara sama kak reyhan udah besar kak rey boleh cium ara sesuka kak rey, pokoknya ara milik kak rey" ucap sheila dengan muka yang menggemaskan
sheila pun mengangguk lalu tersenyum..
flashback off
"araaa..." ucap kak rey tiba-tiba dan membuyarkan lamunanku
"eehh iya kak, kenapa?" tanyaku bingung melihat ekspresi kak reyhan yang sepertinya sedang menahan sesuatu, mukanya menjadi merah, dia pun masih terdiam menatapku.
"kak rey kenapa? sakit?" tanyaku lagi sambil memegang keningya tapi kurasa tidak panas.
__ADS_1
tiba-tiba kak rey menarikku menekan tengkukku dan mencium bibirku, tidak bukan hanya ciuman tapi dia juga ******* bibirku dengan sangat ganas, lama kami saling berciuman bertukar saliva aku tak bisa mengimbangi ciuman kak rey, seperti aku ingin kehabisan nafas. kudorong bahu kak rey, tapi tak bisa ditengah-tengah ciuman panas ini aku berusaha menghentikannya
"hhmmtt,, aahhhc kk..kaak.. rey,. hmppthh ah, uuu uud daahh,, hhmpptt " seakan tuli kak rey tidak kunjung melepaskan pagutannya
hmmpp aaaahhhc. kak rey menggigit bibir bawahku, setelah itu diapun menyudahi ciumannya nafasku ngos-ngosan
hoossshhh hossh haaaahh
terasa bibirku sangat sakit bekas gigitan kak rey.
"itu sebagai bukti bahwa kamu hanyalah milikku jadi jangan membantah denganku, mulai sekarang jadilah gadis penurut. oke" ucap kak rey
"kenapa kakak selalu saja bertindak seenaknya denganku haahh?" bentakku
"kecilkan suaramu jika berbicara denganku, kenapa sekarang keberatan bukannya dari kecil kamu sudah menyukaiku?" ucap reyhan
"aku memang menyukai kakak dari kecil tapi itu waktu aku kecil aku belum tau apa-apa, setelah beranjak dewasa aku udah mulai mengerti mana yang baik dan tidak dan kakak bukan cowok yang baik untukku" jawabku kemudian berlalu pergi, saat hendak melangkah dia memegang tanganku akupun berbalik menatapnya..
"cowok yang kamu anggap tidak baik ini nyatanya telah mengisi hatimu dari kecil hingga sekarang, makanya kamu tak pernah pacaran dan selalu berharap aku kembali" kata reyhan kemudian meninggalkanku yang masih mematung mencerna setiap kata-kata nya..
aaaaahhhccc aku tidak menyangka ini seperti ini jadinya. teriak batinku
__ADS_1