
Didalam ruangan presdir wijaya group nampak dua orang yang duduk berdampingan saling melirik satu sama lain tapi tidak ada yang angkat bicara, suasana terasa canggung...
kak rey kenapa diam saja yah.. batin sheila
"Kak rey,,, sheila,,," ucap mereka berdua bersamaan
"eehh,, Maaf kak" kata sheila
"Maaf untuk???"
"maaf karena sudah bikin ribut dikantor kakak" ucapnya
"itu bukan salahmu,, ada yang sakit?" tanya reyhan
sheila hanya menggelengkan kepala, sambil tersenyum manis...
deeggg...
Jantung reyhan berdegup dengan kencang melihat senyuman sheila...
maniss sekali... ada apa dengan jantungku ini... batin reyhan
tok..tok..tok...
suara ketukan pintu dari luar...
"Masukkk" ucap Reyhan
ceklekk... masuklah Aldo dengan kedua security tersebut...
"Kenapa kau bawa mereka kemari" kata Reyhan
"Begini tuan, saya cuma mau bilang bolehkah mereka diberi pesangon tuan sebelum mereka dipecat" tanya aldo
"Apa tadi kamu tidak dengar saya bilang apa? pecat mereka tanpa pesangon"
Langsung saja kedua security itu terlihat berlutut didepan reyhan
"Maafkan kami pak, kami sungguh tidak tau apa-apa,, kami hanya menjalankan perintah dari mbak rere tadi" ucap salah satu security
"Bos kalian disini siapa?? saya atau rere?" bentak rey
"Maaf Tuan... kami fikir tadi itu juga perintah dari tuan"
"kalian memang tidak becuss bekerja disini" ucapnya lagi
"maaf pak,, tolong jangan pecat kami,, kasihan anak dan istri kami dirumah kalau kami dipecat tuan" ucap security itu lagi
"tapi kalian sudah menyakiti calon istriku" bentak rey
__ADS_1
"Maafkan kami Tuan"
Sheila yang melihatnya pun merasa iba,, dia kemudian berjalan kearah dua security itu...
"bangunlah,,, berhenti berlutut seperti itu" kata sheila dengan lembut
"maafkan kami nona,, sungguh kami tidak bermaksud menyakiti nona" kata mereka berdua sambil memohon dikaki sheila
"bangunlah,, aku sudah memaafkan kalian"
"Makasih nona, anda sungguh baik hati" ucap security
"Bawa mereka berdua keluar do,, berikan pesangon untuk mereka" kata reyhan
"Baik Tuan"
"Tunggu,,," ucap sheila
"kamu gak perlu memecat mereka,, aku juga gak apa-apa kok" lanjutnya lagi
"keputusanku tidak boleh dibantah" ucap reyhan
"kamu selalu saja seperti ini,, tidak punya hati,, mereka itu tidak salah kenapa harus dipecat"
"diamlah,, gak usah membela mereka, aku gak suka"
"kalian berdua jika butuh kerjaan datanglah keperusahaan kneight coorporation besok,," lanjutnya
"terima kasih banyak nona" ucap mereka berdua
Setelah aldo dan kedua security itu keluar,
Nampak reyhan sangat kesal mendengar ucapan sheila tadi yang ingin memberikan kerjaan kepada security itu..
"kenapa kamu memberinya pekerjaan?" kata reyhan dengan kesal
"kamu juga kenapa memecat mereka, mereka itu tidak tau apa-apa.. mereka hanya menjalankan perintah"
"tapi mereka sudah menyakitimu"
"tapi aku sudah memaafkan mereka"
"jangan sok baik disini shel,," bentak reyhan
"siapa yang sok baik,, kamu saja yang tidak punya hati" ketus sheila
"kamu bilang saya tidak punya hati" Reyhan sambil maju mendekati sheila
sheila yang melihat muka reyhan memerah dan melangkah mendekat langsung saja mundur,,
__ADS_1
"ka.kamuuu maau apaa" ucap sheila terbata-bata sambil mundur hingga punggungnya terbentur tembok
Reyhan pun langsung mengunci pergerakan sheila dengan kedua tangannya tang bertumpu ketembok..
"aku paling tidak suka dibantah sheila,,," ucapnya
"ta.tapii gak usah kayak gini juga kak rey" kata sheila
"kenapa??? kamu gak suka?" nampak Reyhan mendekatkan wajahnya ke sheila, bibir mereka pun semakin dekat.. sheila langsung menutup matanya...
Lama sheila menutup mata tapi tidak merasakan pergerakan apa pun dari Reyhan menjadi bingung..
"kenapa kamu masih menutup mata? apa kamu berharap saya menciummu?" kata reyhan
sheila pun langsung membuka mata dan melihat reyhan yang sudah duduk dikursi kebesarannya sambil tersenyum mengejek..
bodoooh kau shell... apa yang ada difikiranmu.. malu-maluin bangettt sih.. batinnya
"Mana berkasnya?" tanya sheila mengalihkan pembicaraan
Reyhan pun langsung meletakkan berkas tersebut dimejanya tanpa berbicara.. sheila langsung mengambil berkas itu.. Tiba-tiba terdengar deringan ponselnya, dia pun langsung mengambil ponselnya di tas...
kak kenzo is calling
kak ken.. gumamnya sambil tersenyum dan langsung menggeser tombol hijau
"haloo kak ken,," ucap sheila
Tiba-tiba Reyhan langsung mengambil ponsel sheila kemudian mengaktifkan pengeras suaranya.. sheila merasa geram dengan tindakan Reyhan..
"sayang.. kamu dimana?" terdengar suara kenzo didalam ponsel
"sheila lagi diperusahaannya om reno kak,," jawabnya
"masih lama gak?" tanya kenzo
"ini sudah mau pulang"
"ya sudah,, kita makan siang bareng yah baby... aku jemput atau ketemu dikafe saja?" tanyanya lagi
"ketemu dikafe saja, sheila tadi bawa mobil kesini"
"baiklah baby,, kakak tunggu di kafenya Riko"
"iya kak" ucap sheila kemudian telepon pun terputus
Reyhan yang mendengar semua percakapan sheila dan kenzo langsung terbawa emosi... dia langsung mencengkeram tangan sheila..
"ikut aku....." kata reyhan
__ADS_1