
Ditempat lain..
"Gilaa loe Rey, lo nyium sheila didepan umum bro... ckck " ucap kelvin
"iyaa nih.. bidadari gue tuh.. lo liat gak tadi ekspresinya duhh gak manisnya" timpal ziko
"hahh bidadari? cewek bar bar gitu lo bilang bidadari" ucap Rey dengan ketus
"asal lo tau aja sheila itu cewek yang paling cantik tau gak dikampus ini.. mereka bertiga itu bagaikan bidadari yang nyasar dipasar, eehh salah.." ucap ziko
"lo zik kalau ngomong kadang benerr juga hehe.. tapi rey bener loh baru kali ini gue liat sheila tadi kayak shock banget pas lo nyium dia.. naksir loo yah?" ucap kelvin
" gila aja gue naksir sama dia.. tadi tuh cuma mau ngasih pelajaran ma tuh cewek biar gak seenaknya aja." ucap reyhan
"ahh udah lah kita latihan basket aja yuk" ajak kelvin
mereka pun kelapangan bermain basket, terdengar sorakan para cewek histeris karena melihat permainan ketiga pria tampan itu.
tiba-tiba saat asik bermain basket bola melayang keluar lapangan dan tidak sengaja mengenai seorang cewek..
*dduukkkk....
"aaaooooo*" teriak cewek itu
"lo gak papa shel?" tanya melda sahabat sheila
yaahh perempuan yang kena bola itu tak lain adalah sheila.
__ADS_1
"siapa nih yang beraninya nimpuk gue pake bola" ucapku dengan marah
"guuueee" ucap seorang pria
"Loooo...." tunjukku
"iyaa gue" sahutnya lagi
"kalau gak bisa main gak usah sok deh.. begini deh jadinya bola melayang kemana -mana" jawabku dengan ketus
"kepala lo mirip ring kali yah" ucapnya dengan dingin sambil mengambil bola ditanganku lalu berlari kelapangan
dengan emosi aku membuka sepatuku dan melempar kearahnya hingga kena kepalanya
"rasain tuh" ucapku
tiba-tiba
"sini lo.. ikut gue" ucapnya sambil menarik tanganku dengan kasar
"eehh mau kemana lo bawa temen gue" ucap melda dan naomi sambil menghadang langkah Rey
"vin,, ziko,, urus mereka berdua" ucap rey kepada kedua temannya
"beresss" sahut mereka berdua sambil menarik teman temanku menjauh..
akupun meringis kesakitan saat dia menarikku kedalam gudang kampus dan mengunci pintunya dari dalam. aku pun ketakutan, dia terus maju dan aku pun mundur sampai punggungku mentok didinding.. aku melihat wajahnya yang dipenuhi dengan emosi..
__ADS_1
"kka..kaamuu ma..mau apaa" ucapku sambil terbata-bata
dia masih saja diam dan terus memandangku dengan tajam, aku pun menjadi takut dengan tatapannya itu.
"gue akan menyelesaikannya sekarang, sepertinya peringatanku yang tadi belum bisa membuatmu jera" ucapnya dengan dingin
"maks..." belum sempat aku menyelesaikan omonganku tiba tiba saja dia mencium bibirku dengan kasar.
hmmm..mmpth bukan hanya mencium dia juga ******* bibirku. aku terus berontak tapi kekuatanku kalah dengannya..
aku masih menutup mulutku, dia pun menggigit bibir bawah ku
aaahhcc.. hingga aku langsung membuka mulutku dan dia mengabsen semua isi mulutku, sudah cukup lama dia menciumku, terasa aku pun sulit bernafas karena ciuman panas yang dia berikan akhirnya dia pun melepaskan bibirku,. kami ngos-ngosan seperti abis lari maraton.
hoossh hoossshh... haaaaahh...haaaaah..
kening kami menyatu kemudian dia mengusap bibirku dengan jarinya membersihkan sisa ciuman tadi
"sangatt manis" ucapnya sambil mengecup bibirku sekilas ccuupp
blush....
aku jadi malu, wajahku memerah..
kemudian dia berjalan menuju pintu dan membuka kuncinya sebelum melangkah keluar dia berbalik menatapku dan
"keluarlah... teman-temanmu pasti mengkhawatirkanmu" ucapnya lalu berlalu meninggalkanku yang masih termangu membayangkan apa yang terjadi barusan..
__ADS_1
setelah kesadaranku kembali aku pun melangkah keluar dari gudang itu dan menuju pulang kerumah.. aku sudah sangat lelah dengan hari ini...