
***
"Zana.. Paman mempercayakan Olivia padamu. Tolong jaga dia Ya!"
"Aku akan menikahi kak Zana saat aku besar nanti!!"
"Aku menyukaimu Kanna!!"
____________________________
"Kak.. kak.. KAKAK!!"
Suara Dego yang awalnya terdengar samar-samar kini terdengar makin jelas dan keras menyadarkan Zana yang tampak sedang melamun.
"Kakak kenapa? Apa yang kakak pikirkan?" Tanya Dego duduk di samping kakaknya.
"Tidak.. aku hanya memikirkan tentang pelatihan para prajurit istana" Zana menjawab santai.
"Benarkah? Kalau soal itu sebenarnya aku sudah memiliki beberapa konsepnya. Mungkin kau bisa melihatnya nanti" Dego tersenyum kearah kakaknya
"Seperti biasa.. kau mang bisa diandalkan" Zana membalas senyum adiknya dan menepuk punggung Dego.
"Ohiya kak.. tentang pernikahanmu.. apa kau serius?" Dego mencoba bertanya dengan pelan.
"Tentu. Aku akan menikahi Olivia" Zana menjawab mantap
Dego yang melihat keyakinan kakaknya, memutar bola mata dan tersenyum tipis.
"Maafkan aku kak.. aku telah bersikap kasar pada calon istrimu. Kau berhak memilih jalan mu sendiri kak! Aku akan selalu mendukungmu"
Entah mengapa Zana tampak tersentak dan terdiam sejenak.
"Kenapa kak?" Tanya Dego
"Dego.. seb---"
"PANGERANNNNN!!"
......................
****
.
__ADS_1
.
Kalimat Zana terpotong oleh kedatangan seorang penjaga yang tampak panik.
"Ada apa?" Dego berdiri tampak ikut panik.
"Diluar ada seorang wanita penunggang kuda yang memberontak ingin masuk ke istana pangeran." Ucap penjaga itu
"Apa? Siapa dia? Ada perlu apa kemari?" Zana ikut berdiri
"Dia berkata bahwa dia ingin meminta ganti rugi pada Raja karena telah mencuri sesuatu darinya"
"Hah? Tidak mungkin ayah melakukan itu!" Dego tampak bingung dan kaget.
"Lebih baik kita kesana dan mengeceknya Dego. Penjaga.. kau panggilkan ayah!"
"Baik pangeran."
Zana dan Dego memutuskan untuk keluar dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
-------------------------
*Di gerbang Awan*
"BIARKAN AKU MASUK!!"
"Kau tidak boleh masuk!" Jawab seorang penjaga
"RAJA ITU HARUS MEMBAYAR SEMUANYA!!"
"Apa yang harus ayahku bayar nona?"
Dego yang baru datang langsung membalas perkataan wanita itu
"Pangeran.. nona ini dari tadi memaksa untuk masuk. Dia sangat kasar!", Seorang penjaga menundukkan kepalanya.
"Maaf nona.. aku tau kau membutuhkan uang. Tapi caramu ini sangat menjijikkan kau tahu?!" Ucap Dego ketus sambil mendekati wanita itu.
"Benarkah? Lalu apakah seperti itu cara bicara seorang bangsawan kepada rakyat miskin sepertiku pangeran? Kau lebih menjijikkan dariku kau tahu?!" Ucapan tegas dari wanita itu cukup membuat Dego terbakar.
"Maaf nona.. tapi aku yakin ayahku tidak akan melakukan hal kotor seperti itu" ucap Zana.
"Bukankah kalian anaknya? Tentu saja kalian membelanya" Balas wanita itu.
__ADS_1
"KAU INI YA!!!" Dego berdecak kesal semakin terbakar dan mengeluarkan pedangnya.
"Ada apa ini?!!" Suara Raja Zeylon menghentikan amarah Dego. Semua orang menjauhi wanita itu dan membiarkan Raja Zeylon mendekati wanita asing yang setengah wajahnya tertutup sorban putih, dan matanya terhalang topi pedagangnya.
"Selamat pagi Raja Awan!" Ucap wanita itu berlutut tanda hormat
"Pagi.. kenapa kau membuat keributan disini?" Raja Zeylon menatap tajam wanita itu.
"Aku hanya ingin kau bertanggung jawab" Wanita itu berdiri.
"Bertanggung jawab? Apa maksudmu? Oh..Apa jangan-jangan kau adalah wanita yang kupakai kemarin malam? Tapi kenapa kau minta pertanggungjawaban? Bukannya itu adalah pekerjaanmu? Lagian aku sudah membayarmu kan?" Ucap Raja Zeylon dengan nada bertanya-tanya
Semua orang yang mendengar perkataan Raja Zeylon benar-benar terkejut, terdengar bisikan-bisikan yang pastinya sedang membicarakan Raja Zeylon.
"Aya--"
"APAAA?!!! KAU BILANG APAA?!!" Wanita itu berteriak terlihat murka.
Ia membuka penutup wajah, dan topinya.
Kini orang-orang yang awalnya terkejut, terlihat makin terkejut bahkan sampai membuka mulutnya.
"Wanita itu.." gumam seorang pelayan.
"Ibu?!" Pangeran Zana tersentak
"BERANI SEKALI KAU BERMAIN DENGAN WANITA LAIN SAAT AKU PERGI YA RAJA ZEYLON!!!"
Mata wanita itu kini tampak jelas memandang raja Zeylon dengan tajam. Aura kegelapan muncul mengelilingi tubuhnya.
"HUAHAHAHAHAH!! Lyra istriku!!" Raja Zeylon tertawa dan memeluk wanita itu
"JANGAN SENTUH AKU!! AKU BENCI KAU!" Wanita itu mendorong Raja Zeylon yang ingin memeluknya.
"Aku bercanda sayang... aku tahu itu kau.. makanya aku berkata seperti itu.
Aku bosan kau selalu mengerjaiku. Aku tak akan jatuh ke lubang yang sama sayang"
Raja Zeylon mengusap lembut kepala istrinya.
"Kau ini ya.." wanita itu tertawa dan memeluk lembut suaminya.
"Aku merindukanmu.. "
__ADS_1
"Aku juga sayang..." Raja Zeylon membalas pelukan istrinya dengan erat.
.......