Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
15


__ADS_3

***


"Tidak! Kau harus istirahat dikamar ini Olivia"


"Ayolah Jimmy. Aku hanya ingin berjalan-jalan diluar. Aku sangat bosan"


"Kau belum pulih"


"Ayah pernah bilang padaku, sakit itu harus dilawan bukannya dimanjakan. Ayolah Jimmy kumohon" Olivia membulatkan matanya merayu Jimmy.


"Huh.. baiklah. Tapi aku akan terus menemanimu."


Jimmy menghela napas, mengalah pada sahabatnya.


"Yeayyy!! Terimakasih Jimmy"


Olivia riang.


Tanpa rasa lelah merayu sahabatnya. Pagi itu, Olivia akhirnya berhasil keluar dari kamarnya dan berjalan-jalan keluar. Jimmy membawanya ke taman istana.


"Huwahhhhhhhh aku seperti sudah bertahun-tahun tidak kemari" Olivia berputar riang.


"Jangan banyak bergerak! Nanti kau jatuh lagi Olivia." Omel Jimmy.


"Jimmy seperti ibuku. Bahkan lebih parah daripada ibuku"


"Demi kebaikanmu"


"Iya..iya.."


Olivia berlarian mengejar serangga dan kupu-kupu yang lewat. Jimmy yang tampak khawatir terlihat jelas menggigiti kukunya.


"Olivia? Aku mencarimu dikamar, ternyata kau disini. Aku sudah gusar mencarimu"


Suara pangeran Zana menghentikan larian Olivia.


"Kak Zana?!!" Olivia kini berlari mendekati Zana.


"Jangan berlari-lari Olivia. Aku takut kau jatuh lagi."


Zana menyentuh kedua bahu Olivia dengan wajah khawatir persis seperti Jimmy.


"Dia itu susah diberitahu Pangeran. Jitak saja kepalanya." Jimmy tampak kesal.


"Ibunda... kau jahat" Olivia pura-pura ingin menangis.


Zana tertawa keras mendengar itu.


"Ibu? Ahahah kenapa kau memanggilnya ibu?"


"Dia seperti ibu. Sangat mengkhawatirkan kondisi ku." Jawab Olivia.

__ADS_1


"Kalau begitu, seluruh orang di Kerajaan ini adalah ibumu." Zana tersenyum mengelus lembut rambut Olivia.


"Hoo.. semua orang mengkhawatirkan ku. Maafkan aku" Olivia berbicara dengan nada yang pelan sambil menunduk.


"Yang harus kau lakukan adalah menjaga dirimu Olivia. Itu mengurangi kekhawatiran kami."


Ucap Zana.


"Baik komandan!!" Olivia memberi penghormatan pada Zana seperti menerima perintah dari atasan, sama seperti saat Jimmy menyuruhnya istirahat.


Didalam istana~


"KAKAKKKKKKKKKK!1!1!1!1!"


Teriakkan itu mengejutkan semua orang. Seluruh anggota keluarga berkumpul dan melihat apa yang terjadi.


Ternyata itu adalah teriakkan Diral. Diral berteriak, menangis tersedu-sedu


"Hiks..hiksss.. KAKAKKK!!!"


"Diral ada apa?" Tanya Raja Zeylon yang baru turun dari kamarnya.


"KAKAK HILANGG!1!1!1!" Jawab Diral berteriak panik sambil menangis


"APA?!!!" Semua orang serentak ikut berteriak kaget.


"Jangan-jangan Hidart sudah tau mengenai Olivia kak?!"


Zana, Jimmy, dan Olivia masuk ke istana.


Semua orang yang kebingungan dan panik tadi, kini menatap kesal pada Diral.


"KAKAKK!!! KAKAK!!" Diral histeris berlari memeluk kakaknya yang baru saja masuk dari pintu istana.


"Kenapa Diral?" Tanya Olivia.


"Dia histeris mencarimu. Kami semua jadi ikut panik" Raja Rayn kesal.


"Hahahaha olahraga jantung yang baik." Raja Zeylon tertawa.


"Sayang.. kenapa kau keluar? Kau belum pulih." Ratu Lyra tampak cemas


"Maafkan aku bibi." Jawab Olivia yang masih dipeluk erat oleh Diral.


"Tapi sayang.. kau harus istirahat"


"Sudah-sudah.. ayo kita sarapan." Raja Zeylon berjalan ke meja makan sambil mengelus-elus perutnya.


Seluruh anggota keluarga mengangguk dan mengikuti Raja Zeylon ke meja makan untuk sarapan pagi. Sarapan diwarnai omelan Raja Rayn, dan canda tawa Raja Zeylon. Diral yang tadinya histeris membantah bahwa ia menangis dan khawatir akan kakaknya. Seperti biasa, kedua keluarga ini benar-benar membuat suasana menjadi lebih hangat.


"Oh.. aku harus memberitahu ini." Raja Zeylon meminta perhatian kepada semua orang.

__ADS_1


"Kita akan melaksanakan pernikahan Zana dan Olivia secepatnya"


Ujar Raja Zeylon.


Zana tampak tersedak. Olivia juga terlihat kaget.


"Ada apa ayah?" Dego bertanya


"Ya.. bukannya lebih cepat lebih baik?"


"Benar! Aku setuju! Lebih cepat, lebih baik."


Raja Rayn tampak sangat setuju.


"Bagaimana Zana.. Olivia??"


Tanya Raja Zeylon.


"Baiklah ayah" Pangeran Zana tampak menjawab mantap


"Ya Paman." Olivia tersenyum.


"Kalau begitu Minggu depan bagaimana?" Usul Ratu Lyra.


"Apa?! Minggu depan?" Dego tampak kaget


"Bukannya itu terlalu tiba-tiba?" Kanna angkat bicara.


"Apa yang tiba-tiba? Bukannya ini juga pernah dibicarakan?" Ucap Diral.


"Baiklah. Minggu depan" Zana lagi-lagi menjawab mantap.


Semua orang memandang Zana dengan terkejut. Ternyata Zana benar-benar mencintai Olivia dan mantap ingin menikahinya.


"Baiklah. Sudah diputuskan. Kita akan membuat pesta, dan dekorasi-dekorasi lainnya." Raja Zeylon tampak senang


"Hal itu biar kami yang urus" Ratu Hana tersenyum menawarkan diri.


"Bagus!! Minggu depan adalah hari yang bahagia untuk kita"


Semua orang merasa senang dan bahagia. Akhirnya sebentar lagi hari yang ditunggu tiba. Hari pernikahan Pangeran Awan, dan Putri Hujan.


Seperti dulu, Kanna masih saja menunduk dan menunjukkan senyum kecut.


Berbeda dengan Jimmy, Jimmy tampak tersenyum tipis mendengar sahabatnya ingin menikah dengan pangeran dari Negeri Awan.


.


.


*******

__ADS_1


__ADS_2