Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
3


__ADS_3

*Diruang jamuan*


"jadi...apa yang harus kita perbuat terhadap Raja Hidart, kak?" terlihat Raja Rayn memasang wajah serius.


"apa? kini apa yang dikejarnya telah tiada. Dia sendirilah yang telah menghancurkan tujuannya itu" ujar Raja Zeylon santai usai meneguk tehnya.


"Tapi kakk....tidak mungkin kan hidart berhenti begitu saja. Karena tujuannya bukan hanya untuk mengejar Ratu Riani, tapi Raja Hidart juga ada dendam dengan kakakku. Aku khawatir Hidart akan mengetahui bahwa kak dhean ada dua putri. aku takut Hidart akan mengincar kedua keponakanku" air muka cemas terlihat jelas di wajah Raja Rayn.


"tenanglah Rayn. jika kau terburu-buru hasil akan sama saja. Banyak orang yang mau melindungi Kanna dan Olivia. Bahkan seluruh rakyat Negeri Hujan pun mau melindungi mereka" tambah Raja Zeylon mencoba menghilangkan kecemasan yang ada di benak adik sahabatnya itu.


"Tapi setidaknya kita harus mempersiapkan diri kak...aku sudah bersumpah didepan mayat kakakku. aku akan melindungi Negara ini sekaligus kedua putrinya dengan seluruh kemampuanku" tegas Raja Rayn sambil beranjak berdiri dari kursi makan perjamuan.


"Kalau itu kuserahkan padamu Rayn....aku juga akan menyuruh Zana mempersiapkan prajurit di Kerajaan Awan untuk membantumu...bukan hanya kau saja, akupun juga ingin mematahkan leher si Hidart yang hina itu" sorot mata tajam Raja zeylon membuat Raja Rayn yakin dengan keputusannya dan tersenyum dengan gayanya yang percaya diri.


*****************


"Ayo cepat Diral.. aku ingin melihatnya!"


"Sabar kak. Kalau tidak hati-hati ini akan meledak ditangan"


"Benarkah? Kalau begitu hati-hati"


Terlihat Diral dan Olivia sedang bermain di halaman istana. Disana mereka lagi-lagi bermain dengan hal baru.

__ADS_1


Zana, Dego dan Kanna yang sedang berkeliling istana setelah makan malam tampak tertarik dengan dua orang yang seperti sedang mengotak-atik sesuatu dari kejauhan. Mereka memutuskan untuk menghampiri dua orang tersebut.


"Diral? Olivia? Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Zana mengejutkan Diral dan Olivia yang sedari tadi fokus dengan mainan mereka.


"Ini... Diral membuat mainan baru. Katanya jika benda ini diarahkan ke atas langit, akan menembakkan api dan meledakkan bunga berwarna-warni di langit." Olivia menjawab dengan antusias.


"Benarkah? Memangnya hal itu bisa dilakukan?" Pangeran Zana mulai ikut antusias setelah mendengar perkataan Olivia tadi.


"Tentu saja! Kau hanya tinggal memasukkan bubuk yang sudah kau warna disini, lalu tutup, dan bakar tali sumbu yang ada di atas sini."


Jelas Diral sembari menunjukan caranya.


"Kalau begitu bisakah kau cepat? Orang-orang disini sepertinya sangat tidak sabar untuk melihatnya." Tiba-tiba Dego berbicara, membuat mata Diral, Olivia, Zana, dan Kanna yang tadinya fokus dengan mainan kini menatap Dego dengan dengan air muka terkejut dan kagum.


-----------


"TUNGGU!!" Olivia menghentikan Diral yang sudah ingin membakar sumbu mainannya


"Apa lagi kak? Tadi kau menyuruhku untuk cepat, sekarang kenapa lagi?" Muka kesal bercampur bingung tarlihat jelas di wajah Diral


"Dimana Paman Zey, Paman Rayn, Bibi Hana, dan Jimmy?" Olivia bertanya


"Ayah dan Paman, kulihat mereka pergi ke ruang jamuan setelah makan malam tadi" Jawab Zana

__ADS_1


"Kalau Bibi Hana tadi kakak lihat pergi ke taman bunga" Kanna ikut menjawab


"Jimmy? Dimana Jimmy?" Olivia kembali menanyakan pertanyaannya yang belum terjawab.


"Ada apa kak?" Diral yang tadinya kesal kini melihat Olivia dengan wajah serius.


"Aku akan memanggil mereka!! Aku ingin mereka melihat hasil kerjamu!! Aku ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Diral adalah penemu jenius. Aku ingin mereka menyaksikan bunga api berwarna-warni di langit!!!" Olivia dengan cepat berlari menuju istana


"TUNGGU AKU YA!!" teriak Olivia sambil berlari dan sudah hampir memasuki istana


Mata yang terfokus pada Olivia yang masuk ke istana, kini teralihkan oleh Diral yang tiba-tiba menangis. "Huwaaaahh.. hiks..hiks.."


"Hey? Diral? Ada apa?" Khawatir Kanna


"Aku akan melindunginya... hikss hiks.. Kak Olivia.. aku sangat menyayanginya." Ucap Diral tersedu-sedu.


Pangeran Zana menyentuh kepala Diral dan tersenyum lembut.


"Dia memang sebuah cahaya. Aku juga akan melindunginya" kata Pangeran Zana dibalut senyum.


Kanna yang melihat ekspresi dan mendengar perkataan Pangeran Zana tiba-tiba saja mengalihkan pandangannya dan tersenyum kecut.


Dego yang tak sengaja melihat ekspresi Putri Kanna hanya mengangguk dan memahami situasi yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2