Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
24


__ADS_3

****


Di sebuah ruangan yang sempit nan gelap, tampak Olivia terduduk dengan posisi kedua tangannya dirantai ke atas. Olivia yang awalnya tak sadarkan diri membuka matanya perlahan.


Gelap.. matanya sudah terbuka namun ia tak bisa melihat apa-apa.


"A-apa ini? Kenapa tempat ini gelap sekali?"


Olivia berusaha menoleh kanan dan kirinya, namun percuma.. ia hanya dapat melihat warna hitam legam. Sangat gelap.


"Dimana ini? Uhh.. kepalaku sakit sekali.. tanganku? Kenapa tanganku terikat seperti ini?"


Olivia menarik paksa tangan kanannya yang dirantai.


"HALOOOO APAKAH ADA ORANG DISINI?!!"


Teriak Olivia sangat keras berharap akan ada orang yang menjawab,


Namun hanya pantulan suaranya yang terdengar.


"TOLONGG AKUUUU!! HEYYY KALIANNN! KAK BIRGAUS!!! JIMMY!!"


Olivia masih berteriak dengan keras, kini ia memanggil kakak dan sahabatnya. 4


"Lagipula mengapa aku bisa sampai disini?! Aku tadi menaiki Hera menuju ke gua Veterdra kan?!"


Gumam Olivia kebingungan sembari mengingat-ingat kejadian yang sebenarnya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu besi yang dibuka


Dibalik pintu itu, ada sebuah cahaya obor.


Olivia sumringah, akhirnya ada orang yang datang. Tapi senyuman diwajahnya memudar saat melihat yang datang bukanlah orang yang ia kenal.


"Kau! Kau ikut kami"


Kata salah seorang dari mereka.


"Kalian siapa?"


Tanya Olivia.


Tanpa ada jawaban, dua orang itu membantu Olivia berdiri dan melepaskan rantai dari dinding.


Kini tangan Olivia dirantai kebelakang bak seorang penjahat.


"Mengapa kalian merantaiku? Apa aku membuat kesalahan?"


Tanya Olivia lagi.


Lagi-lagi pertanyaan Olivia tidak digubris.


Kedua orang itu hanya diam dan menuntun Olivia keluar dari ruangan.


Olivia mulai merasakan takut saat melihat ruangan dan orang-orang yang asing.


Olivia dibawa ke sebuah ruangan yang sangat besar dan luas. Hampir sama seperti ruang utama Kerajaan Hujan namun lebih luas.


Terdapat banyak sekali benda-benda yang hampir sama seperti barang-barang di sebuah kerajaan


"Hm? Apa ini kerajaan?" Olivia bergumam.


Matanya tak sengaja melihat ke arah salah satu pintu.Diatasnya terdapat lambang yang tak asing baginya.


Olivia tampak berpikir keras.


Dan ketika Olivia menyadari sesuatu, ia membuka matanya lebar dan tampak makin ketakutan.


....


"Selamat datang Olivia"


Seseorang yang dari tadi memandang keluar jendela membalikkan tubuhnya dan tersenyum tipis pada Olivia.


"Ka-kau?"


Olivia makin membulatkan matanya. Wajahnya tampak sangat tegang dan terkejut.


"Kenapa wajahmu seperti itu? Aku ingin melihat senyumanmu sayang.."

__ADS_1


Pria itu mendekati Olivia dan mengelus pelan pipi Olivia dengan jarinya.


Olivia tampak kebingungan. Ia hanya memandangi pria itu.


"Kau yang membawaku kesini?"


Tanya Olivia.


"Ya.. tentu saja."


Jawab pria itu dengan tawa nya


"Ada apa ini sebenarnya? Mengapa kau merantaiku seperti ini?! Dan.. Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau memakai busana keluarga kerajaan Matahari?"


"Wow wow wow.. kau sangat banyak bicara tuan putri."


Pria itu berlutut menatap tajam kepada Olivia yang terduduk dengan posisi tangan terantai.


"Jawab aku.. Dirga"


Bisik Olivia. 3


Mendengar bisikkan Olivia, pria itu berdiri dan menyodorkan pedangnya tepat pada wajah Olivia.


"Jangan panggil aku Dirga!! Asal kau tahu?!! Aku adalah Pangeran dari Kerajaan Matahari. Mikaela"


Kata pria itu dengan tersenyum.


Olivia mengerutkan keningnya, mencoba mencerna apa yang diucapkan oleh pria yang ia kenal bernama Dirga ini.


"Pfffttt.. AHAHAHAHAH ka-kau bermimpi? AHAHAHAHAH"


Olivia tertawa lepas sampai terguling jatuh.


Wajah pria itu memerah. Ia tampaknya mulai kesal dengan gadis dihadapannya.


"Aku serius!!"


Ujar pria itu.


Olivia berhenti tertawa dan mulai menatap dengan serius.


"Eh? Kau tak bercanda?"


Pria itu menyeringai menatap Olivia.


Mendengar nama Raja Matahari, Olivia mulai menajamkan tatapannya. Kini Olivia menatap geram ke arah pria yang berdiri didepannya


"Kalian.."


Ucap Olivia dengan nada yang sangat menekan.


.


.


.


_____________________________


****


"AYAHHH!!!!"


Dego mendobrak pintu istana Hujan dan berteriak keras memanggil ayahnya.


"AYAHHHHH!!!"


Karena tak ada respon, Dego berteriak semakin keras.


Semua penghuni istana, termasuk Raja Zeylon terlihat keluar dan turun menuju ruang utama tempat Dego berteriak.


"Ada apa Dego? Kau darimana saja? Kami semua mencarimu!!"


Ujar Raja Zeylon.


"Apa kau baik-baik saja nak?"


Tambah Ratu Lyra

__ADS_1


"Tidak! Kita tidak baik-baik saja. Dengarkan aku.. Olivia tadi pamit ingin pergi ke gua untuk menemui Birgaus, tapi saat aku menyusulnya, ia tak ada disana. Dan diperjalanan aku menemukan kudanya tersesat. Dan di rambut kudanya ada ini.."


Dengan cepat Dego menjelaskan dan menunjukkan anting yang ia temukan.


Semua orang yang mendengar itu terdiam. Raja Zeylon melihat benda yang ditemukan anaknya. Ia mengamati anting itu, mata Raja Zeylon tampak geram. Matanya menajam, ia menggertakkan giginya.


Raja Rayn mendekati Raja Zeylon dan melihat barang itu. Raja Rayn terkejut. Air muka khawatir dan gelisah tak bisa disembunyikan dari wajahnya.


Seluruh orang masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


Jimmy yang hanya mendengar dari lantai atas berlari menuruni tangga dan melihat apa barang yang ditemukan Dego sehingga membuat kedua Raja terdiam.


Belum sampai turun ke bawah, Jimmy telah menyadari bahwa yang dipegang Raja Zeylon adalah lambang kerajaan Matahari.


Jimmy hampir terjatuh, langkah kakinya menjadi tak seimbang. Tiba-tiba saja lututnya keram.


"Ada apa suamiku? Tolong jelaskan pada kami semua?!"


"Zana?!! Kau sudah sehat kan? Apa kau bisa mempersiapkan prajurit istana Awan? Pergilah bersama Dego.. bawa mereka kesini!!"


Zana kebingungan


"Baiklah ayah.. tapi ada apa?"


"Rayn! Kau siapkan prajurit mu."


"Baik kak.."


"Dan kau Jimmy!! Kau bantu aku menyiapkan strategi"


Jimmy yang masih membeku hanya mengangguk tampak murka.


"Ada apa Paman? Ada apa ini sebenarnya?"


Diral yang dari tadi hanya menyimak mencoba bertanya pada Raja Zeylon


"Hidart sialan itu telah menculik Olivia. Kita akan membuat mereka menyesal!!"


Ujar Raja Zeylon masih dengan nada dan ekspresi wajah yang sama.


Semua orang terkejut. Rasa khawatir, gelisah, dan takut bercampur menjadi satu.


"Dego? Dimana Birgaus? Kita sangat membutuhkannya"


"Dia diluar ayah. Ia masih menunggu dalam bentuk naganya."


"Baguslah. Tunggu apa lagi?! Laksanakan apa yang kuperintahkan!!"


Zana dan Dego menunggangi kuda menuju negeri Awan, Raja Rayn pergi mempersiapkan prajurit, dan Jimmy ikut dengan Raja Zeylon untuk mengatur strategi.


"Suamiku.. aku ikut"


Ratu Lyra mengajukan diri.


"Kau yakin?"


"Ya! Aku akan mengambil kembali sesuatu dari Hidart. Aku juga akan ikut mengatur strategi."


Ratu Lyra tampak menatap suaminya yakin


"Baiklah.."


Semua orang menjalankan apa yang diperintahkan oleh raja Zeylon. Kerajaan hujan akan menyelamatkan Putrinya..


"Apa yang harus kita lakukan Bu?"


Diral mencoba menahan tangisnya. Ia menatap ibunya dengan serius.


"Berdoa sayang"


Jawab Ratu Hanna dengan wajah gundahnya.


"Dewa.. kumohon selamatkan kakak"


Ucap Diral memejamkan matanya berdoa pada Dewa Hujan


Akankah ini menjadi sebuah perang yang membuat kerajaan hujan berhasil membalaskan dendamnya? Ataukah perang ini akan mengulang kembali kejadian di perang sebelumnya?


.

__ADS_1


.


-----------


__ADS_2