
****
Di sebuah ruangan yang sempit nan gelap, tampak Olivia terduduk dengan posisi kedua tangannya dirantai ke atas. Olivia yang awalnya tak sadarkan diri membuka matanya perlahan.
Gelap.. matanya sudah terbuka namun ia tak bisa melihat apa-apa.
"A-apa ini? Kenapa tempat ini gelap sekali?"
Olivia berusaha menoleh kanan dan kirinya, namun percuma.. ia hanya dapat melihat warna hitam legam. Sangat gelap.
"Dimana ini? Uhh.. kepalaku sakit sekali.. tanganku? Kenapa tanganku terikat seperti ini?"
Olivia menarik paksa tangan kanannya yang dirantai.
"HALOOOO APAKAH ADA ORANG DISINI?!!"
Teriak Olivia sangat keras berharap akan ada orang yang menjawab,
Namun hanya pantulan suaranya yang terdengar.
"TOLONGG AKUUUU!! HEYYY KALIANNN! KAK BIRGAUS!!! JIMMY!!"
Olivia masih berteriak dengan keras, kini ia memanggil kakak dan sahabatnya. 4
"Lagipula mengapa aku bisa sampai disini?! Aku tadi menaiki Hera menuju ke gua Veterdra kan?!"
Gumam Olivia kebingungan sembari mengingat-ingat kejadian yang sebenarnya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu besi yang dibuka
Dibalik pintu itu, ada sebuah cahaya obor.
Olivia sumringah, akhirnya ada orang yang datang. Tapi senyuman diwajahnya memudar saat melihat yang datang bukanlah orang yang ia kenal.
"Kau! Kau ikut kami"
Kata salah seorang dari mereka.
"Kalian siapa?"
__ADS_1
Tanya Olivia.
Tanpa ada jawaban, dua orang itu membantu Olivia berdiri dan melepaskan rantai dari dinding.
Kini tangan Olivia dirantai kebelakang bak seorang penjahat.
"Mengapa kalian merantaiku? Apa aku membuat kesalahan?"
Tanya Olivia lagi.
Lagi-lagi pertanyaan Olivia tidak digubris.
Kedua orang itu hanya diam dan menuntun Olivia keluar dari ruangan.
Olivia mulai merasakan takut saat melihat ruangan dan orang-orang yang asing.
Olivia dibawa ke sebuah ruangan yang sangat besar dan luas. Hampir sama seperti ruang utama Kerajaan Hujan namun lebih luas.
Terdapat banyak sekali benda-benda yang hampir sama seperti barang-barang di sebuah kerajaan
"Hm? Apa ini kerajaan?" Olivia bergumam.
Olivia tampak berpikir keras.
Dan ketika Olivia menyadari sesuatu, ia membuka matanya lebar dan tampak makin ketakutan.
....
"Selamat datang Olivia"
Seseorang yang dari tadi memandang keluar jendela membalikkan tubuhnya dan tersenyum tipis pada Olivia.
"Ka-kau?"
Olivia makin membulatkan matanya. Wajahnya tampak sangat tegang dan terkejut.
"Kenapa wajahmu seperti itu? Aku ingin melihat senyumanmu sayang.."
Pria itu mendekati Olivia dan mengelus pelan pipi Olivia dengan jarinya.
__ADS_1
Olivia tampak kebingungan. Ia hanya memandangi pria itu.
"Kau yang membawaku kesini?"
Tanya Olivia.
"Ya.. tentu saja."
Jawab pria itu dengan tawa nya
"Ada apa ini sebenarnya? Mengapa kau merantaiku seperti ini?! Dan.. Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau memakai busana keluarga kerajaan Matahari?"
"Wow wow wow.. kau sangat banyak bicara tuan putri."
Pria itu berlutut menatap tajam kepada Olivia yang terduduk dengan posisi tangan terantai.
"Jawab aku.. Dirga"
Bisik Olivia.
Mendengar bisikkan Olivia, pria itu berdiri dan menyodorkan pedangnya tepat pada wajah Olivia.
"Jangan panggil aku Dirga!! Asal kau tahu?!! Aku adalah Pangeran dari Kerajaan Matahari. Mikaela"
Kata pria itu dengan tersenyum.
.
.
.
.
.
..............
maaf ya para readers shishi baru up sekarang soalnya kemarin hp shishi lagi error terus shishi juga capek nih ngetiknya tapi demi readers rela berkorban jangan lupa like sama kasih sporter yaa
__ADS_1
bye bye sampe jumpa minggu depan itu pun shishi gak janji ya hehehe