Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
13


__ADS_3

****


Hari esok pun tiba.


Keluarga Kerajaan Awan pergi untuk mengunjungi Kerajaan Hujan.


Raja Zeylon, Ratu Lyra, Zana, dan Dego memutuskan untuk pergi menunggangi kuda dengan alasan agar lebih cepat sampai.


Tidak seketat biasanya, mereka hanya dikawal oleh dua orang pengawal Istana Awan saja. +


"Selamat datang di Kerajaan Hujan"


Kanna menyambut tepat di depan gerbang istana.


Keluarga dari Kerajaan Awan turun dari tunggangannya.


"Hahahaha Kanna. Kalian ini sigap sekali ya.. padahal kami tidak memberitahukan tentang kunjungan kami ini"


Raja Zeylon tertawa.


"Kanna?? Ini Kanna?" Tanya Ratu Lyra mendekati Kanna.


"Ya Bu. Dia Putri Kanna" Jawab Zana tersenyum.


"Kanna!! Kau tumbuh menjadi gadis yang cantik. Persis seperti ibumu." Ratu Lyra tampak haru memeluk Kanna.


"Bibi Lyra? Apa kabar bi? Aku merindukanmu" Kanna membalas pelukan Ratu Lyra dengan hangat.


"Baik sayang.. bibi baik-baik saja."


Ratu Lyra tersenyum halus mengusap lembut rambut Kanna.


"Ayo.. kita masuk" Kanna mengajak tamu-tamu yang tak diundang itu masuk ke istana.


Raja Rayn dan Ratu Hana telah menunggu di pintu istana untuk menyambut kedatangan keluarga Awan.


"Kakak!! Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau akan datang? Untung saja aku punya banyak mata-mata di Kerajaan ini hahahaha" ucap Raja Rayn.


"Hahahaha aku sudah memprediksikan semuanya. Kau akan tahu walau tidak kuberitahu." Raja Zeylon tampak tertawa geli.

__ADS_1


"Kak Lyra? Apa kabar kak? Lama tak bertemu." Raja Rayn memberi penghormatan pada Ratu Lyra.


"Ya.. aku baik-baik saja Rayn. Bagaimana denganmu?"


"Tentu saja aku baik kak hahaha. Kalau aku jahat, takkan ku biarkan kalian masuk" gurau raja Rayn


"Kau ini ya.." Ratu Lyra berpura-pura ingin menjitak kepala Raja Rayn.


"Ayo.. silahkan masuk" Ratu Hana mempersilahkan masuk.


----


Kedua keluarga kerajaan kini duduk di ruang utama sembari berbincang-bincang mengenai semua hal.


"Untung saja aku tidak di tebas olehnya hahahaha" Raja Zeylon tertawa menggodanya istrinya, menceritakan penyamaran istrinya yang gagal saat baru pulang dari pengembaraan.


"Kalau aku jadi kak Lyra, sudah kuhilangkan kepalamu kak" Raja Rayn lagi-lagi bergurau.


"Tunggu dulu.. kau kira, aku akan menganggapmu sebagai istriku? Jangan harap ya Rayn" Raja Zeylon tertawa keras sampai mengelus perutnya.


Seluruh orang yang mendengar leluconnya pun ikut tertawa lepas.


Raja Zeylon tiba-tiba berhenti tertawa dan terdiam.


"Ada apa yah?"


Tanya Zana.


"Tunggu.. aku sebenarnya daritadi menanti seorang gadis akan melompat dari lantai atas. Tapi kenapa sepertinya penantianku ini sia-sia?"


Ujar Raja Zeylon.


"Nah.. aku juga memikirkan hal yang sama. Dimana Olivia?" Dego menambahkan.


Pertanyaan Dego membuat semua orang penghuni kerajaan terdiam dan saling menatap.


"Kenapa? Apa ada yang terjadi?"


Zana tampak mulai cemas.

__ADS_1


"Olivia ada di kamarnya.. dia sedang beristirahat. Dua hari yang lalu, ia terjatuh dari tangga karena belajar menggunakan sepatu tingginya"


Jelas Raja Rayn dengan nada pelan.


"Apa?! Jatuh?!!"


Dego reflek berdiri tersentak mendengar pernyataan Raja Rayn.


Raja Zeylon, Ratu Lyra, dan Zana juga ikut terkejut.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Raja Zeylon.


"Kepalanya mengalami pendarahan yang cukup parah. Kata tabib memori syarafnya rusak. Saat ini dia belum bisa beraktivitas seperti biasa. Jimmy dan Diral juga selalu menjaganya."


Jawab Ratu Hana.


"Aku akan melihatnya" Zana berlari menuju kamar Olivia, diikuti dengan Dego dan Ratu Lyra dibelakang.


Kanna dan Ratu Hana juga memilih untuk ikut ke kamar Olivia, meninggalkan Raja Zeylon, dan Raja Rayn berdua.


--------


"Rayn! Itu bahaya!!" Entah kenapa Raja Zeylon menunjukkan air muka marah pada Raja Rayn.


"Te-tenang kak.. Olivia tidak apa-apa. tak lama setelah pemeriksaan kemarin, Olivia sadar dan tertawa karena ingat bahwa ia jatuh dari tangga."


"Apa?! Bukannya memori syarafnya rusak? Tidak mungkin."


"Itu dia. Saat Olivia tak sadarkan diri, Hujan turun sangat deras. Petir menyambar-nyambar. Tabib bahkan bingung tak percaya. Ia bilang bahwa Olivia adalah Anak dari Dewa Hujan. Ia juga memberi penghormatan bak Olivia adalah Dewi."


Raja Rayn menjelaskan.


"Tunggu.. Rayn.. kejadian ini sama seperti dulu, saat Dhean tertusuk pedang petir. Jangan-jangan Olivia itu..."


Raja Rayn dan Raja Zeylon membulatkan matanya karena menyadari suatu hal yang besar.


.


.

__ADS_1


...........


__ADS_2