Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
22


__ADS_3

***Diruang utama Kerajaan***


"Ada apa ini sebenarnya suamiku? Siapa pemuda ini? Mengapa ia menyebut dirinya Pangeran Hujan?"


Tanya Ratu Hanna


"Begini.. Kau tahu tentang penantian Negeri Hujan selama ini kan? Tentang akan terlahir kembali titisan dari Dewi Hujan?"


Semua orang mengangguk dengan muka yang kebingungan.


"Lalu?"


Zana semakin penasaran.


"Gadis itu adalah Olivia"


Ungkap Raja Zeylon.


"A-apa?!" Semua orang saling menatap tak percaya.


"Olivia? Dewi Hujan?"


"Lalu? Apa hubungannya dengan pria ini ayah?"


Pangeran Zana kembali bertanya.


"Lebih baik kau tidak tahu kak!! Apa kau sanggup mendengar tentang gadis yang baru saja kau sakiti?!"


Dego tertawa tipis.


"Diam kau! Aku tak bicara padamu!"


"Birgaus ini adalah kakak kandung Olivia terdahulu. Dia masih hidup dalam wujud naga abadi, Veterdra. Legenda Negeri Hujan"


Jelas Raja Zeylon.


"Ya. Aku kakak kandung dari Helena, Putri Hujan terdahulu yang sekarang kalian panggil dengan Olivia"


Tambah Birgaus.


Semua orang masih bertanya-tanya dan tidak mengerti. Akhirnya, Raja Zeylon yang masih tampak kewalahan setelah pulang dari Gua memutuskan untuk menjelaskan dari awal.


....


"Begitulah kira-kira kejadiannya. Kalian mengerti?"


Semua mengangguk yang berarti mereka mengerti.


"Lalu? Apakah Olivia akan baik-baik saja?"


Air muka khawatir jelas terpancar di wajah Zana.


"Haha. Aku bilang, apa pedulimu kak!! Sebelumnya Kau bahkan membuatnya menangis. Sekarang, kau bertanya keadaannya. Kau memang sangat ahli dalam bersandiwara. Haha"


Dego lagi-lagi menyulut api pada kakaknya.


"Tunggu! Sebenarnya kalian berdua kenapa? Dari tadi ku perhatikan, kalian tampak tak akur. Lalu? Apa yang dimaksud dengan membuat adikku menangis? Ada apa ini?"


Birgaus bangkit dari duduknya dan mulai menatap serius.


"Oh.. ti-tidak ad-"


"Dia telah mengkhianati Olivia!"


Dego lebih dulu memotong kalimat ratu Lyra yang berniat menutupi apa yang sebenarnya terjadi.


"Mengkhianati?"


Seluruh mata menatap panik ke arah Dego, berharap Dego tak mengatakan apapun tentang kejadian tadi pagi.


"Apa maksudmu?"


Birgaus mengangkat wajahnya, matanya terlihat menajam.


"Seharusnya, besok adalah hari pernikahan Olivia dengan kakakku Zana. Tapi acara itu telah dibatalkan"


"Kenapa?"


Karena Zana telah mengkhianati Olivia. Ia tidak pernah mencintai Olivia. Semalam bahkan Olivia menangis melihat Zana bercumbu dengan Putri Kanna, kakaknya sendiri." +


Mata Birgaus tampak memerah. Aura murka terpancar sangat jelas.


Matanya menatap tajam ke arah Zana bak Harimau pada mangsanya

__ADS_1


"BAJINGANNNN!!!!!!!!!"


Birgaus menerjang Zana hingga terpental ke ujung tangga.


"Berani sekali kau melakukan itu pada Helena. Kau bosan hidup?"


Birgaus berjalan mendekati Zana yang masih kesakitan.


"A-aku mengaku. Aku salah. A-aku me-memang bodoh"


Ucap Zana terputus-putus


"Terlambat sudah. Kau akan membalas air mata adikku dengan darahmu!!"


"Tu-tuan.. jangan kumohon"


Biarkan istriku!! Itu hukuman untuk anak kita"


Raja Zeylon menahan Ratu Lyra yang ingin berlari menyelamatkan putra sulungnya. +


"Tapi anak kita bisa mati!!"


"Tidak"


Raja Zeylon kembali memasang wajah dengan seringai liciknya.


"Jangan tuan!! "


Putri Kanna berlari dan menghalangi Birgaus menyakiti Zana.


"Aku- aku yang salah tuan. Jangan sakiti Pangeran Zana."


Kanna menangis sejadinya dan berlutut memohon pada Birgaus.


"Kau gadis yang bernama Kanna itu? Baiklah. Kau akan ikut membayar perbuatanmu!!"


Birgaus mengangkat tangannya ingin memukul Kanna yang berlutut dihadapannya.


"Jangan!"


Tangan Birgaus terhenti karena pemuda yang berdiri tegap dihadapannya.


"Ji-jimmy?"


"Kau!! Minggir lah! Aku akan membuat perhitungan pada dua ******** itu!!"


"Maafkan hamba tuan. Tapi caramu ini salah. Olivia akan sangat sedih bila kau menyakiti mereka."


Tutur Jimmy lembut.


"Tau apa kau tentang Helena!! Kau tak tahu penderitaannya selama ini menahan sakit. Aku kakaknya!! Aku lebih tau banyak tentang dia daripada kau!!"


Birgaus tampak makin memanas dan membentak Jimmy yang masih berdiri dihadapannya.


"Kau bercanda? Aku tentu lebih tahu banyak tentangnya. Kami berteman dari kecil. Dan berhenti memanggilnya Helena. Dia bukan Helena mu yang dulu! Sekarang, dia adalah Olivia!!"


Jimmy meninggikan nada bicaranya.


"KURANG AJAR!!!"


Birgaus berniat menerjang Jimmy dengan kakinya, namun Jimmy berhasil mengelak.


Semakin naik pitam, Birgaus mulai mengeluarkan kekuatan naganya. Tangan kanan dan kirinya berubah menjadi tangan naga, membuat hantaman dan cakarannya akan semakin berbahaya.


Ia berlari mendekati Jimmy dan mencoba mencabik-cabik Jimmy. Namun lagi-lagi Jimmy berhasil mengelak.


Orang-orang yang melihat kejadian itu membeku tak bisa berkata apapun. Entah karena Jimmy yang hebat, atau karena kekuatan naga yang digunakan Birgaus.


Raja Zeylon tampak tersenyum lebar melihat itu, layaknya telah mendapatkan apa yang ia inginkan.


Jimmy menahan tangan naga yang ingin mencengkram lehernya.


"Kau tahu?! Aku bisa saja menggunakan tanganku yang satu lagi untuk memutuskan kepalamu."


Birgaus menyeringai.


"Lakukan saja. Itu takkan terjadi"


Jimmy meringis menahan sakit. Kedua lengannya berdarah karena kuku dari tangan naga Birgaus yang ia tahan.


"Baiklah jika itu maumu"


Birgaus mengangkat tangan sebelahnya.

__ADS_1


"JIMMY!!!"


Teriakkan Olivia menghentikan gerakan tangan Birgaus.


Olivia berlari mendekati Birgaus dan Jimmy yang masih saling mengunci untuk menyerang.


"Jimmy.. kau berdarah?!!"


Olivia mendorong Birgaus untuk melepaskan cengkraman nya


"Apa ini kak!! Kenapa kakak menyerang Jimmy?!"


"Dia menghalangi ku untuk membunuh dua orang itu!"


Birgaus menunjuk Kana dan Zana yang masih terduduk di ujung tangga kesakitan.


Olivia menatap kesal kearah Birgaus.


"Itu bukan urusanmu kak. Aku sudah memaafkan mereka. Kau tak perlu ikut campur!"


Birgaus membeku mendengar itu. Tangan naganya kembali berubah menjadi tangan manusia. Ia hanya berdiri diam melihat Olivia.


"Kau tidak apa-apa? Sakit?"


Olivia memandang sayu Jimmy dan penuh rasa khawatir.


"Tidak. Aku tidak apa-apa"


Jimmy tersenyum meyakinkan Olivia.


"Maafkan aku"


Olivia tiba-tiba menangis dan memeluk sahabatnya erat.


"Maafkan-- aku"


Jimmy terkejut akan hal itu. Ia membalas pelukan Olivia dengan senyuman hangatnya.


"Sudah. Aku tidak apa-apa. Jangan menangis."


"Ayo. Kita akan mengobati lukamu"


Olivia menuntun Jimmy menuju lantai atas.


"Tu- tunggu kak!! Aku ikutt"


Diral berlari menyusul Olivia dan Jimmy yang sudah berjalan setengah anak tangga.


Suasana jadi canggung. Birgaus yang merasa bersalah terduduk kaku.


Kanna di bawa oleh Ratu Hanna ke kamarnya. Zana dibawa oleh Ratu Lyra ke tabib istana untuk memastikan kondisinya.


Raja Zeylon mendekati Birgaus


"Maaf tuan. Apa tuan baik-baik saja?"


"Hn, aku akan kembali ke gua untuk sementara waktu. Maafkan aku atas keributan ini."


Birgaus berdiri dan keluar dari istana.


Ia berubah menjadi naga putih dan terbang menuju barat daya.


"Luar biasa!! Kerja bagus Dego!! Kau berhasil memancing amarahnya."


Raja Zeylon tersenyum licik.


"Kau kejam ayah. Bagaimana jika dia benar-benar membunuh Kakak tadi?"


Ujar Dego. +


"Sebenarnya apa yang kau cari kak?" Raja Rayn masih tak mengerti.


"Kita menemukan senjata bagus untuk menghancurkan Hidart!!"


Kini telah terungkap apa yang menjadi penyebab Raja Zeylon selalu mengeluarkan senyum liciknya.


"Kakak.. kau memang sangat berbahaya.."


.


.


...........

__ADS_1


__ADS_2