
*****
Sebenarnya kenapa??!
Kenapa Tuhan dan Dewa Hujan sangat tidak adil kepadaku?!
Aku adalah putri sulung kerajaan hujan, tapi kenapa?!
Kenapa selalu saja adikku yang diperhatikan?
Kenapa selalu saja Olivia yang dibanggakan?!
Dari dulu.. dia selalu merebut apa yang ku punya!!
Ayahku.. yang dulunya menyayangiku, bermain bersamaku, tertawa bersamaku, setelah Olivia lahir... Dia jarang berbicara denganku. Dia selalu saja bersama dengan putri bungsunya itu.
Paman Zey.. yang dulunya selalu bercerita kepadaku tentang banyak hal, setelah Olivia lahir... ia lebih sering bermain diluar bersama Olivia.
Bahkan ibu.. ibu lebih memperhatikan Olivia daripada aku.. Putri sulungnya.
Olivia telah merebut semua orang dariku.. dan sekarang?? Dia bahkan ingin merebut Pangeran Zana.
__ADS_1
Pangeran yang dari dulu aku cintai, Pangeran yang aku dambakan.
Padahal dulu pangeran Zana lebih dekat denganku. Dia bahkan lebih senang berada di dekatku! Dan.. dia juga pernah mengatakan kalau dia menyukaiku.. tapi kenapa sekarang seperti ini?!
Kenapa hanya aku yang tersakiti disini?! Kenapa?!!
Aku tahu.. Olivia adalah anak yang jujur. Ia selalu mengungkapkan isi hatinya tanpa ragu. Ia anak yang berani, ia membawa keceriaan kepada siapapun yang ada didekatnya. Dia bagaikan cahaya.
Aku tahu.. Dia terlahir dengan bakat alami yang sempurna.
Aku tahu.. Dia memang terlahir untuk ditakdirkan sebagai Putri Hujan.
Sedangkan aku? Aku adalah putri yang pemalu, Putri yang lemah, aku tidak berani mengungkapkan isi hatiku. Aku bahkan tidak banyak berbicara kepada orang-orang. Aku tak bisa diandalkan.
Bahkan saat kecil, aku harus mengikuti berbagai ritual dan pengajaran untuk bisa memanggil hujan. Tapi Olivia?? Hanya dengan tangisannya, ia dapat menurunkan hujan. Dia tak perlu terluka sepertiku, dia tak perlu bekerja keras sepertiku.
Aku benar-benar iri padanya. Dulu aku pernah berfikir bahwa menyingkirkannya dari Kerajaan ini adalah hal yang mudah bagiku. Tapi jauh di lubuk hatiku, aku masih menyayanginya sebagai adikku.
Selama ini aku selalu menahan perasaanku padanya. Aku selalu mencoba tersenyum dihadapannya. Tapi tidak hari ini. Untuk pertama kalinya aku berbicara kasar padanya. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.
"Bodoh! Padahal dia memintaku dengan baik-baik, kenapa aku berbicara jahat padanya?!" Batinku sembari membantingkan tubuhku dan duduk di ranjang kamarku, setelah berlari meninggalkan Olivia di taman bunga.
__ADS_1
Aku merasa bersalah.. namun disisi lain aku merasa puas
Aku ingin dia mengerti perasaanku, yang selalu saja menjadi bayangannya.
Aku yang masih tertunduk di atas ranjang tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang tabib dan dua orang pelayan istana ke kamarku.
"Permisi tuan putri? Kami kesini ingin memeriksa keadaan Putri. Apakah Putri baik-baik saja?" kata seorang pelayan menundukkan kepalanya padaku.
"Apa? Siapa yang menyuruh kalian kemari?" Ucapku tak mengerti
"Putri Olivia yang meminta kami memeriksamu, ia khawatir akan kesehatanmu karena menurutnya kau sedang tidak enak badan" jawab pelayan itu lagi masih menundukkan kepalanya.
Tidak enak badan? Yang benar saja.. setelah semua kata-kataku tadi, dia masih mengkhawatirkan ku dan mengira aku sakit. sebenarnya hati anak itu terbuat dari apa?
"Ti.. tidak.. aku tidak apa-apa, aku hanya lelah. Bawakan saja aku teh hijau, itu akan membuatku lebih baik"
Kataku pada pelayan itu.
Pelayan dan tabib itu mengangguk dan pergi meninggalkan kamarku dengan segera.
Apa ini? Bagaimana aku bisa membencinya bila seperti ini? Bagaimana caraku memberitahukan semuanya? Dia sangat tidak peka dengan situasi yang terjadi. Aku tak ingin menyakitinya.. tapi aku juga tak ingin tersakiti seperti ini.
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan?" Gumamku dan membaringkan tubuhku ke ranjang.
"Apa aku harus mengungkapkan perasaanku kepada pangeran Zana??..."