Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
8


__ADS_3

****


"Kalau kak Kanna tidak mau mengajariku.. apa aku harus minta bantuan pada Bibi ya?" Gumam Olivia sambil berjalan-jalan di lorong istana.


"Kakakk!!!" Diral berlari mendekati kakaknya


"Diral? Ada apa?" Ucap Olivia tanpa menoleh dan masih tetap berjalan.


"Kakak butuh bantuan untuk mengajari kakak menjadi Putri sejati kan?" Diral tersenyum dengan muka seperti sedang ingin menunjukkan sesuatu.


"Iya.." Olivia menghentikan langkahnya, berbalik ke arah Diral yang berada disampingnya


"Kau mau mengajariku?" Mata Olivia membulat dan berbinar-binar


"Bukann!! Bukan aku.. tapi dia..!" Diral mengelak dan menunjuk ke arah seorang pria tampan sedang berdiri tegap di belakangnya, yang ternyata dari tadi ikut berjalan.


"Ini Dirga. Dia adalah seorang pembimbing tata Krama terbaik di dunia! Banyak putri-putri dari Kerajaan lain yang dibimbing olehnya. Kini dia akan mengajarimu!"


"Perkenalkan tuan putri.. nama saya Dirga. Saya akan mengajari anda agar bisa menjadi seorang putri sesungguhnya. Mohon terimalah saya"


Pria itu memberi hormat dengan anggun


"Sempurna! Ini benar-benar sempurna! Tentu! Aku akan menerimamu untuk membimbing ku"


Olivia mengeluarkan senyum khasnya dan menepuk-nepuk pelan pundak pria itu.


"Oke! Sekarang dia milikmu kak!! Aku ada latihan berkuda. Jadi sampai nanti!!" Dirga berlari pergi dan melambaikan tangannya meninggalkan kakaknya berdua dengan pria yang bernama Dirga itu.


"Baiklah.. Dirga.. ayo ikut aku!" Olivia tampak antusias menggandeng tangan Dirga dan berlari membawanya keruangannya.


-----------------


"Itu siapa ya?" Jimmy yang tidak sengaja melihat Olivia menggandeng seorang pria merasa penasaran


"Aku tidak pernah melihatnya disini.." Gumam Jimmy semakin penasaran. Jimmy memutuskan untuk mengikuti kedua orang itu hingga masuk ke ruangan Olivia.

__ADS_1


"Apa?! Kenapa Olivia membawa pria itu kekamarnya? Apa jangan-jangan.." Jimmy mulai berpikiran negatif tentang sahabatnya.


"Tidak! Tidak mungkin Olivia begitu. Lagian dia pasti tidak paham dengan hal-hal seperti itu. Aku harus cari tau!"


Jimmy segera berlari keluar istana, memilih untuk mengintip dari luar melalui jendela kamar.


Disana terlihat Olivia dan Dirga sedang membicarakan sesuatu


"Baiklah.. apa yang pertama?" Tanya Olivia dengan semangat


Dirga tersenyum "Dimulai dari ini..!" Tiba-tiba tangan kanan Dirga menggenggam kasar pergelangan tangan Olivia dan menatapnya dengan air muka marah.


"Kau harus memulai dari caramu memberi hormat padaku!!" Tangan kirinya menundukkan paksa kepala Olivia dengan kasar.


"Aa.. apa? Sakit!" Keluh Olivia meringis kesakitan.


"Dan.. caramu membawaku kemari.. itu benar-benar bukan cara seorang putri!" Tambah Dirga menggertakkan giginya dan menguatkan genggamannya.


"Kau..! Ini sakit!!" Olivia mencoba melepaskan tangannya yang mulai lemas.


"Oi!!" Jimmy yang dari tadi mengintip dari jendela terkejut dan spontan masuk ke jendela mendekati Dirga dan Olivia.


"Ji.." Olivia tampak terkejut melihat kehadiran Jimmy


"Kubilang lepaskan!!" Jimmy berteriak dan mendorong Dirga, memaksanya melepaskan genggamannya pada Olivia.


Olivia yang masih merasa kesakitan mencoba menjelaskan namun gagal. Jimmy kembali mendekati Dirga dan memukul wajahnya.


"Kau siapa?! Berani sekali kau kasar begitu kepada putri Hah?!!" Jimmy menarik baju Dirga


Dirga hanya diam dan balik menatap Jimmy dengan tajam.


"Jimmy.." Olivia menarik Jimmy. "Apa yang kau lakukan? Dia ini guruku.. dia yang mengajariku untuk menjadi seorang putri sejati.. aku harus belajar. Agar aku bisa menikahi kak Zana. Kau ingat bukan?"


"Apa?! Tapi dia kasar padamu.. apa kau baik-baik saja?" Khawatir Jimmy

__ADS_1


"Ya.. aku baik-baik saja. Aku ini susah diatur. Aku harus dikasari agar aku menurut. Paman Rayn yang bilang begitu bukan?"


"Ta. Tapi---"


#BUKKKKKK!!!"


Dirga tiba-tiba balik memukul Jimmy yang sedang lengah.


"Aku tidak peduli siapa kau! Tapi aku benar-benar benci dipukul!"


Ucap Dirga melotot kearah Jimmy


Jimmy berdiri "maafkan atas kesalahan pahaman ku. Kukira kau pria jahat yang mau mencelakai Putri. Sungguh aku minta maaf.."


Jimmy menundukkan kepalanya tanda penyesalan.


"Sighh" Dirga menghela napas.


"Tidak.. aku tidak apa-apa!! Tapi kalian berdua ini memang bukan terlihat seperti penghuni istana!! Kalian lebih terlihat seperti preman daripada bangsawan! Kalian harus mengubah itu!! PAHAM?!!"


Dirga mengomel.


Merasa menyesal Olivia dan Jimmy berlutut dan menunduk mendengarkan omelan Dirga. Dirga mengoceh hampir Tiga puluh menit tanpa henti.


"Permisi.. tidakkah kau lelah berbicara?" Olivia mengacungkan tangannya layaknya seorang murid.


"Sighhh" Dirga kembali menghela napas. "Aku sebenarnya belum selesai! Tapi aku akan meloloskan kalian kali ini. Dan tentang bimbingan.. itu akan kita mulai besok! Hari ini aku lelah. Aku sangat lelahhh!! Aku ingin istirahat. Jadi permisi!!"


Dirga keluar dari ruangan Olivia sambil mengomel dan menyentuh kepalanya tanda ia lelah.


"Ahahahah seperti nenek-nenek tua ya?" Bisik Olivia pelan


"Ya! Ahahahah"


Melihat itu Olivia dan Jimmy tiba-tiba tertawa.

__ADS_1


___________


"Aku gagal kali ini.. memang terlalu cepat jika aku bermain kasar sekarang.. dan sepertinya aku harus melenyapkan pemuda itu lebih dulu"


__ADS_2