
●
●
●
««««««««««★★★»»»»»»»»»»
"Apa yang kalian mau darikuu?! Lepaskan aku!" Olivia berteriak memberontak, memandang tajam ke arah Mikaela.
"Diam! Bukankah kau sudah kuajari menjadi Wanita anggun? Tunggu saja sebentar lagi, Hidart akan kesini"
Olivia makin kesal. la ketakutan, namun
amarahnya juga tak terbendung. la masih tetap berontak membuka rantai ditangannya.
"Pangeran.. Raja telah datang"
Ucap seorang pengawal diikuti dengan langkah kaki yang masuk kedalam ruangan. Langkah kaki tersebut terdengar berhenti di belakang Olivia.
"Hidart.. aku telah membawa Putri Hujan kemari. Sekarang turunlah dari tahta mu ********" Mikaela tersenyum puas.
"Haha.. kerja bagus anakku. Rifadh!! Cepat tahan dia"
"Baik Tuan" Ucap seorang yang dari tadi berada dibelakang Raja Hidart. Dengan cepat Orang itu pergi menyergap Mikaela.
"Apa ini?!" Mikaela tampak kebingungan.
"Kerjamu sangat bagus anakku. Tapi kau sangat kurang ajar pada ayahmu. Kau kira aku akan memberikan hal berharga ku padamu?! Tcihh! Cepat bawa dan sekap dia diruang bawah tanah!" Raja Hidart tampak menyeringai puas.
Mikaela diseret menuju ruang bawah tanah, ia tak melawan.. namun matanya sekilas tampak merah. la memandang Hidart dengan penuh kemurkaan.
"Kau memang licik.. dasar iblis"
Gumam Mikaela.
Kini di ruangan itu hanya ada Raja Hidart dan Olivia yang masih dirantai.
Mengalihkan pandangannya dari Mikaela yang diseret, kini ia melihat gadis yang telah berlutut membelakanginya.
__ADS_1
"Hey.. gadis kecil. kau Putri Hujan?" Ucap Raja Hidart sembari berjalan pelan ke
depan Olivia.
"Kemari.. akan kulihat wajah cantikmu" Raja Hidart mengangkat paksa wajah Olivia.
Hal itu membuat wajah Hidart yang awalnya tersenyum senang menjadi geram. la menggertakkan giginya.
"Wajah inil! Kau sangat mirip dengan ayahmu...tcuih" Hidart meludahi wajah Olivia. la menjambak rambut Olivia, memaksa Olivia untuk berdiri.
"Kenapa kau diam saja?! Anakku itu memang bodoh! Aku meminta agar ia membawa Putri Hujan yang mirip dengan ibunya, tapi kenapa ia malah membawa Putri yang sangat mirip dengan si brengsek itu?!!" Olivia masih terlihat ketakutan.
"Tapi tidak apa-apa.. aku akan menyiksamu...dengan begitu aku bisa meluapkan kekesalanku pada ayahmu AHAHAHAH" Hidart tertawa lepas, ia membanting tubuh Olivia ke lantai dengan sangat keras.
Sakit...
Hanya itu yang dirasakan Olivia saat ini.
Takut...
Rasa itulah yang membuat suaranya
tertahan.
Batin Olivia.
●
●
●
————```————
*DI Negeri Hujan*
Seluruh pasukan serta pengawal dari Negeri Hujan telah diturunkan. Begitu juga dengan pasukan Negeri Awan.
Strategi perang telah disusun sedemikian rupa untuk menyelamatkan Putri mereka.
__ADS_1
"BAIKLAHHH!!! PASUKAN!! MUNGKIN SAJA INI AWAL DARI KEBANGKITAN KITA!! MUNGKIN SAJA INI ADALAH GERBANG KEMATIAN KITA! TAPI APAPUN ITU...OLIVIA HARUS KEMBALI
DENGAN SELAMAT! SESUAI DENGAN APA YANG KU PERINTAHKAN TADI, KITA AKAN MENGIKUTI RENCANA YANG TELAH DISEPAKATI. APA KALIAN MENGERTI!!?" Pangeran Zana yang duduk gagah di atas kudanya berteriak pada pasukan.
"SIAPP KAMI MENGERTI PANGERAN!" Jawab para pasukan dengan lantang Pangeran Zana tersenyum tipis.
Hati dan pikirannya penuh dengan kepercayaan diri untuk memenangkan pertarungan ini.
"Baiklah. Kalau begitu, ayo sekarang kita pergi menuju kerajaan Matahari. Masing-masing kelompok, ikuti rute yang sudah ditentukan. Kita akan meruntuhkan kerajaan mereka" Ujar Raja Zeylon sembari memimpin jalan serta kelompoknya menggunakan kuda.
Pasukan Awan dan pasukan Hujan disatukan dan membentuk 5 kelompok.
Kelompok pertama, akan menyerang bagian Utara dipimpin oleh Carlos.
Kelompok kedua, akan menyerang bagian Barat dipimpin oleh Pangeran Zana.
Kelompok ketiga, akan menyerang bagian Selatan dipimpin oleh Ratu Lyra.
Kelompok keempat, akan menyerang bagian Timur dipimpin oleh Raja Zeylon.
Kelompok terakhir akan menyerang bagian Tenggara, tempat dimana Raja Dhean dan Ratu Riani menghembuskan nafas terakhir mereka.
Kelompok ini akan dipimpin oleh Dego dan Jimmy.Masing-masing kelompok memiliki jalur dan rute yang berbeda. Kali ini Para bangsawan Negeri Awan dan Hujan telah mempersiapkan pasukan dan strategi dengan matang. Dengan harapan mereka bisa merebut Putri, bahkan membalaskan dendam lama mereka.
Tak hanya pasukan yang ribuan kali lebih banyak, mereka masih memiliki kartu as yang cukup meyakinkan, Veterdra.
¦※¦
¦※¦
¦※¦
**okay next again!!!
ayolah give me one like
tinggal ngeklik like apa susahnya sihT_T kan biar tambah semangat aku updatenya.
maaf ya lama update soalnya laptop aku baru diperbaiki, oh ya jangan lupa mampir ke chat story aku masih dikit sih eps nya tapi jangan khawatir akan kuusahakan daily update gak janji ^_^
__ADS_1
jja...matta
yoroshiku onegai**^_^