
*Di Istana Hujan*
Seisi kerajaan tampak gelisah. Semua orang berkumpul diruang utama dengan air muka cemas.
"Kak Olivia.. apa kau baik-baik saja.. hiks hikss" Diral terduduk menangis di depan jendela istana.
"Sayang. Jangan menangis.. mari sama-sama kita doakan kakakmu agar ia tidak apa-apa"
Tutur Ratu Hanna mendekati Diral.
"Aku akan menyusul mereka!" Pangeran Zana berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.
"Aku ikut!!" Putri Kanna menyusul Pangeran Zana yang sudah berjalan didepannya.
"TUNGGU!!!"
Diral berteriak lantang menghentikan langkah Pangeran Zana dan Putri Kanna.
"APA KALIAN TIDAK SADAR?! INI SEMUA TERJADI KARENA KALIAN BERDUA!! KALAU SAJA KALIAN TIDAK MENYAKITI KAKAKKU, KAKAKKU TAK AKAN SEPERTI INI"
Ucap Diral dengan nada yang menekan, sembari berjalan mendekati Zana dan Kanna yang telah mematung.
"KAU.. PANGERAN DARI NEGERI AWAN!! KAKAKKU HAMPIR SAJA MATI KARENA INGIN BERSANDING DENGANMU. KAKAKKU BAHKAN MENGATAKAN BAHWA DIA HARUS BERKORBAN DEMI CINTANYA KEPADAMU!! TAPI KAU LIHAT APA YANG KAU PERBUAT SEKARANG?!! KAU MENGKHIANATINYA! "
Diral menunjuk tepat di wajah pangeran Zana.
"DAN KAU!! PUTRI SULUNG DARI NEGERI HUJAN!! KAU TEGA MENCURI KEKASIH ADIKMU! ADIK YANG SELALU MEMPERHATIKAN, DAN MENYAYANGIMU!! BAHKAN DIA SELALU MEMBANGGAKAN MU DIDEPAN ORANG BANYAK. APAKAH ISI KEPALAMU ITU MASIH ADA HAH?!!"
Diral kini melotot geram ke arah Kanna
"Diral.. kau tidak boleh berbicara seperti itu" Ratu Hanna mencoba untuk menenangkan Diral.
"Kenapa? Karena aku lebih muda daripada mereka? Aku tidak peduli!!"
Kanna dan Zana tampak sangat merasa bersalah. Mereka tertunduk, Kanna bahkan sudah tampak berkaca-kaca.
"Jangan menangis tuan putri.. air matamu itu benar-benar tidak berarti!!"
Ucap Diral dengan Sapuan tawanya.
"Aku tidak ingin kalian berdua pergi menyusul kakakku!! Lebih baik kalian meminta ampun kepada dewa atas apa yang kalian perbuat pada Putri nya. Itu pun jika Dewa sudi menerima kalian lagi"
__ADS_1
Diral berlalu dan pergi ke lantai atas menuju kamarnya. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tak dapat bergerak dan berkata-kata.
Bahkan Zana dan Kanna kembali duduk dan mengurungkan niat mereka untuk menyusul Olivia.
______________________________
"Hahh?! Apa maksudnya? Naga? Saudara?"
Dego mengerutkan dahi setelah mendengar pernyataan ayahnya.
"Iya. Berabad-abad lalu, hidup seorang Putri Keturunan Kerajaan Hujan. Ia adalah putri yang baik, ceria, ramah, dan cinta dengan rakyatnya. Namanya Putri Helena. Bahkan kebaikannya itu bak seorang Dewi. Tidak sedikit orang memanggilnya Dewi Hujan. Putri Helena memiliki seorang kakak Laki-laki bernama Birgaus yang sangat mencintai negeri Hujan dan menyayangi adiknya. Saat itu merupakan puncak kejayaan bagi seluruh Negeri. Namun, semua berubah ketika Putri Helena jatuh sakit. Diduga Putri Helena menderita sakit yang cukup berat, hingga butuh keajaiban untuk menyembuhkannya. Birgaus yang khawatir akan kondisi adiknya pun membuat persetujuan kepada Dewa semesta untuk menyelamatkan Helena. Namun Dewa semesta meminta sesuatu yang layak untuk ditukar dengan kesembuhan adiknya. Birgaus pun setuju menukarkan Raga nya dengan kesembuhan adiknya. Jiwa Birgaus dipindahkan ke dalam tubuh seekor naga abadi penjaga Negeri Hujan. Namun sangat disayangkan.. Helena memang sudah ditakdirkan untuk pergi. Tidak berlangsung lama, Helena meninggalkan dunia ini setelah terbentuk nya perjanjian itu. Birgaus yang tak terima mengamuk di berbagai belahan negeri. Ia merasa ditipu oleh Dewa semesta. Saat itu, tak ada yang dapat menghentikan amukan dari Birgaus. Akhirnya para petinggi Negeri Hujan memutuskan untuk mengadakan ritual penguncian kekuatan untuk menggembok kekuatan Birgaus dengan bantuan Dewa Hujan. Mengetahui hal itu, Birgaus mencoba untuk melawan. Namun kekuatan Dewa Hujan benar-benar mutlak dapat menenangkan Birgaus. Dewa Hujan mengucapkan sebuah janji kepada Birgaus: "Birgaus.. Istirahatlah!! Suatu saat aku akan menghidupkan Helena kembali dan akan ku kembalikan ia kepadamu. Helena akan ku angkat menjadi Dewi Hujan. Dan ia akan terlahir kembali sebagai Putri Kerajaan Hujan. Tunggulah ia! Ini janjiku padamu." Ucapan serta Janji Dewa Hujan inilah yang dapat membuat Birgaus tenang, serta para pendahulu kita juga selalu menunggu kedatangan Putri Helena sampai sekarang"
Cerita Raja Zeylon membuat semua orang ternganga dan menyipitkan mata. +
"Jadi.. apakah Olivia adalah titisan dari Putri Helena?" Jimmy bertanya pelan.
"Ya. Sudah dipastikan"
"APAA!! AHAHAHAHAHAH"
Dego berteriak dan tertawa kencang.
"Jangan bercanda yah.. mana mungkin gadis ini adalah titisan Dewi Hujan. Ahahahah"
Tawa Dego terhenti ketika suara raungan dari dalam goa kembali terdengar.
"Kau lihat?! Ia marah karena kau mengejek saudarinya. Apa kau mau berubah jadi rendang?"
Tegur Raja Zeylon pada Dego.
"Paman.."
"Iya Olivia?"
"Ayo kita masuk.. aku ingin melihat dia"
Olivia berjalan menuju ujung goa diikuti dengan Raja Zeylon, Dego, Raja Rayn, Jimmy dan Ratu Lyra.
Mereka semua semakin dekat dengan ujung goa, tanpa menyangka didalam goa tersebut ada sebuah air terjun yang indah dilengkapi dengan taman bunga anyelir nya.
"Ini indah.." gumam Ratu Lyra yang mulai kehilangan fokus akan tujuan utamanya.
__ADS_1
Tepat setelah melewati air terjun itu, terdapat sebuah batu besar yang menghalangi jalan.
"Apa kita sudah berada diujung goa?"
Tanya Olivia
"Tidak. Sepertinya ini batu besar yang digunakan sebagai penghalang menuju ke ujung goa." Jimmy tampak meneliti sekelilingnya.
"Batu sialan!! Kami mau lewat!! Awas bodohh!!" Dego menendang batu tersebut dengan kakinya
#WAURGHHHHH!!!
Raungan yang semakin keras terdengar jelas.
"Anak-anak pintar!! Ini bukan batu! Ini naganya! MUNDURRRR!!!!"
Teriakan Raja Rayn membuat Olivia dan Jimmy reflek berlari kebelakang. Sedangkan Dego tampak terjepit oleh ekor naga yang tadi ditendangnya.
"DEGO!!" *sringg* Ratu Lyra berteriak dan mengeluarkan senjatanya.
"Tahan istriku!! Lihat itu.." Raja Zeylon menenangkan ratu Lyra dan menunjuk ke arah naga itu.
Naga putih itu tampak terdiam setelah melihat Olivia yang berjalan mendekatinya.
"Ka.. kakak?" Ucap Olivia terbata.
Naga itu bergerak maju dan mendekati Olivia. Terlihat jelas mata naga itu berkaca-kaca,dan menunduk. Olivia menyentuh kepala naga itu. Dengan kekuasaan Dewa Hujan.. sentuhan Olivia memancarkan sebuah cahaya biru yang menyilaukan, cahaya itu membuat semua orang mengalihkan wajahnya. Ketika cahaya itu memudar, ada seorang pemuda tampan yang muncul dari balik cahaya. Seorang pemuda dengan mahkota hujan, rambut sebahu yang diikat dan senyum manis yang terpancar dari wajahnya.
"Helena.." panggilnya lembut
"Kau kembali dik..? Ini benar-benar kau?! Aku sangat merindukanmu adikku.. aku merindukanmu!!"
Pemuda itu mendekap Olivia yang berdiri di depannya dan tampak tersedu-sedu dipelukkan Olivia.
"Ka.. kakak?? Kakak!!"
Olivia membalas pelukan pemuda itu dengan tangis haru. 5
Dego yang bangkit dari jatuhnya tampak sempoyongan memegangi pinggangnya dan tak peduli dengan adegan haru yang terjadi di depannya.
Raja Zeylon, Raja Rayn, dan Ratu Lyra tampak ikut tersentuh dengan adegan itu.
__ADS_1
Berbeda dengan Jimmy yang terlihat kesal dan khawatir dengan sahabatnya, Olivia. 3