Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
21


__ADS_3

*** +


"Diral.. apa kau menemukan sesuatu?"


Tanya Jimmy masih sembari membolak balik kertas-kertas yang ada di hadapannya.


"Haghh!! Aku lelah!! Ini terlalu banyak. Aku tidak menemukan apapun tentang si Birgaus itu."


Diral menghamburkan kertas yang ada ditangannya, dan bersandar lemas di kursi.


"Ini belum cukup. Kita harus cari berkas lain di gudang, perpustakaan, dan ruangan lainnya."


Ucap Jimmy.


"Hei kak...?"


"Hn?"


"Kau menyukai kak Olivia ya?"


Diral bertanya dengan singkat, jelas, dan padat.


Pertanyaan itu membuat Jimmy terdiam sejenak dari pergerakannya membolak-balikkan kertas.


"Kenapa kau bertanya begitu?"


"Aku hanya ingin memastikan hipotesaku kak. Aku sudah memperhatikannya dari dulu, kau sangat peduli dan menyayangi kak Olivia. Apa aku benar?"


Diral tersenyum tipis menunggu jawaban pria tampan dihadapannya.


"Tidak. Aku tidak menyukainya"


Tutur Jimmy santai tanpa melemparkan pandangannya ke arah Diral.


Ekspresi terkejut dan kecewa bercampur menjadi satu terlihat jelas di wajah Diral.


"Apa? Ta-tapi kena-"


"Aku mencintainya."


Kalimat tanya Diral terpotong oleh pernyataan Jimmy.


Diral membulatkan matanya kegirangan. Jimmy yang baru saja membuat sebuah pengakuan tampak wajahnya merah padam.

__ADS_1


"HUWAHAHAHAHAH.. sejak kapan kak? Jangan bilang sedari kecil kau telah mencintai kakakku?!"


"Ya begitulah. Aku mencintainya sedari kecil."


Jawab Jimmy dengan senyuman halus


"HAHH!! KAU SERIUS?!"


Diral menghentikan tawanya dan membulatkan matanya terkejut.


"Kenapa kau terkejut? Bukannya kau bilang telah memperhatikanku sedari dulu?"


"Iya.. tapi tidak dari kecil juga. Lalu.. mengapa kau diam saja ketika kakakku ingin menikah dengan si Zana itu?"


Diral kembali bertanya pada mode serius.


"Kalau soal itu.. aku rasa Olivia sangat mencintai Pangeran Zana. Melihat kebahagiaan Olivia, itu sudah lebih dari cukup untukku."


Jimmy tersenyum lembut memandangi Olivia yang sedari tadi tertidur pulas di ranjangnya. +


"Aku berada di kapalmu kak. Tenang saja!"


Diral berdiri dan menepuk pundak Jimmy layaknya memberi dorongan.


"Tidak. Bukan apa-apa. Jangan menyerah!! Aku yakin kau bisa mendapatkan hati kakakku. Aku yakin 99%+1%."


Muka Diral terlihat lebih bersinar dan penuh percaya diri.


---


"********!!!"


Tiba-tiba, keributan terdengar dari lantai bawah. Jimmy dan Diral saling menoleh


"Apa itu kak?"


"Tidak tahu. Kita cek?"


"Ayo"


Jimmy dan Diral yang tampak bingung, kaget, dan penasaran segera turun untuk melihat apa yang terjadi di bawah.


_________________

__ADS_1


Setelah Jimmy dan Diral pergi~~


Olivia mengintip dan memastikan , aman.


"Huh? Apa itu tadi? Jadi selama ini Jimmy--?"


Olivia menarik dan memeluk erat guling di sampingnya. Wajahnya memerah.


Ternyata sedari tadi Olivia menguping pembicaraan adik dan sahabatnya.


"Bodohh!! Seharusnya aku lebih peka akan hal ini.. haghhhh!!"


Olivia berguling-guling di atas ranjangnya.


"Ta-tapi.. ke-kenapa jantungku berdebar se-seperti ini?!! Apa aku ju-juga--?"


Olivia bergumam dan bertanya pada dirinya sendiri. Wajahnya Semerah buah berry.


"Kyaaa.. apa ini.. aku sangat malu"


----


"KURANG AJAR!1!1!1!1!"


Lagi-lagi suara keributan terdengar dari lantai bawah, memecah suasana hati Olivia.


"Ada apa lagi ya? Apa karena ku lagi?"


Olivia menghembuskan nafas panjang.


"Lebih baik aku melihatnya"


Olivia bangun dari baringnya dan berjalan menuju lantai bawah dengan perasaan tak tentu.


Diperjalanan menuju bawah, Olivia tersenyum masih memikirkan percakapan Diral dengan Jimmy tadi.


"Duh.. apa yang kupikirkan. Saat ini aku harus menghentikan keributan dibawah dulu"


Olivia menyadarkan dirinya dan lanjut berlari menuju sumber suara keributan.


"Ada apa sebenarnya?"


...........

__ADS_1


__ADS_2