
"Kak.. kenapa kau tidak disini lebih lama lagi? Ini kunjungan pertamamu setelah hampir sepuluh tahun kan?" Raja Rayn mencoba menahan Raja Zeylon.
"Aku juga inginnya seperti itu. Tapi sebagai raja, aku tak mungkin meninggalkan kerjaanku dalam jangka waktu yang lama. Dan juga sebentar lagi Lyra akan pulang dari pengembaraannya." Raja Zeylon meringis menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Setelah keributan di ruang utama pagi itu, semua penghuni istana pergi ke halaman untuk mengantarkan Raja Zeylon dan kedua putranya.
"Aku sangat merindukan bi Lyra Paman.. dia pasti akan bercerita banyak hal lagi padaku nanti.. aku tak sabar bertemu dengannya yakan Diral?" Olivia melompat riang tepat didepan Raja Zeylon dan meminta persetujuan dari Diral yang ada di belakangnya.
Diral mengangguk dengan mata yang berbinar tanda antusiasnya mendengar Ratu Lyra yang akan kembali.
"Ahahahah tentu saja. Dia pasti juga sangat merindukanmu Olivia. Apalagi setelah dia tahu bahwa kau akan menjadi menantunya. Dia pasti akan kegirangan dan memintaku untuk mengunjungi kalian lagi hahahaha" Raja Zeylon menepuk-nepuk pundak Olivia sambil tertawa lepas membayangkan istrinya.
"Mereka berdua memang sama." Dego yang berada dibelakang ayahnya bergumam ketus menatap kesal kearah Olivia.
Setelah mendengar kata Ratu Awan, pasti kau membayangkan seorang wanita cantik, bijaksana, anggun, yang dapat mengendalikan awan, serta menjadikan Awan sebagai transportasinya. Tapi tidak dengan Ratu Awan yang satu ini. Ratu Lyra adalah seorang wanita gagah berani yang dapat menghabiskan ribuan penjahat hanya dengan satu pedang ditangannya. Ia adalah Ratunya para pendekar wanita. Ia suka berkuda, ia hobi mengembara, dan ia sangat suka dengan hal-hal baru yang menantang. Tidak heran jika Olivia dan Diral sangat menyukainya.
Setelah berpamitan oleh seluruh penghuni istana, Raja Zeylon masuk ke Kereta kudanya, diikuti Dego dan Zana dibelakangnya.
"Kalau begitu, kami permisi--"
"Kak Zana!!" Olivia memotong kalimat Zana.
"Jaga kesehatanmu!!" Olivia mendekati Zana dan tersenyum.
Mendengar itu, Zana yang tadi sudah bersiap memasuki kereta kini berbalik dan memeluk lembut calon istrinya itu.
"Tentu saja.. kau juga harus menjaga kesehatanmu Olivia" Jelas terlihat wajah Olivia yang memerah dipelukkan pangeran Zana.
Orang-orang yang ada disana tersenyum bahagia melihat dua sejoli yang sedang jatuh cinta itu. Namun sama seperti diruang utama, tidak semuanya tampak bahagia. Terlihat Putri Kanna yang dari tadi hanya diam dan tersenyum kecut. Begitu pula dengan Jimmy yang malahan tidak terlihat batang hidungnya sama sekali. +
"Ehemm!!!" Deham Raja Zeylon menyadarkan pangeran Zana yang daritadi masih memeluk Olivia.
"Kau mau tetap disini Zana? Atau kau ingin membungkusnya dan membawanya pulang?" Raja Zeylon menggoda putranya.
Pangeran Zana melepas pelukannya dan mengelus kepala Olivia
__ADS_1
"Aku pulang ya Olivia" kata Zana pelan.
Olivia mengangguk dan tersenyum.
Dego yang terlihat kesal menarik tangan kakaknya dari dalam kereta, memaksa pangeran Zana masuk kedalam kereta. Dego mengeluarkan kepalanya, dan menatap Olivia
"Kau ingat kata-kata ku Putri abal-abal? Kau harus belajar jadi Putri sejati seperti kakakmu!!" Dego menunjuk tepat di wajah Olivia.
Olivia hanya mengangguk dan tersenyum. Dego kembali memasukkan kepalanya dan duduk di kereta.
Kereta kuda itu berjalan menjauhi istana, pergi menuju Kerajaan Awan. Membawa Raja dan kedua putranya pulang menuju Negeri mereka.
"SAMPAII JUMPA LAGI!1!1!1! PAMANN!!"
Olivia berteriak melambaikan tangannya kepada kereta kuda yang terlihat mengecil dikejauhan.
********************
*** Dikereta Kuda ***
"Tidak ada. Tapi sikapnya itu terlalu kekanak-kanakan. Aku benar-benar tidak menyukainya." Dego menjawab dengan tatapan tajam pula.
"Tapi jika seperti tadi, bukannya kau yang kekanak-kanakan Dego?"
Raja Zeylon menambahkan dengan santai sembari melihat keluar jendela kereta.
"Baiklah.. aku mungkin memang sedikit kekanak-kanakan, Tapi itu semua demi Kerajaan kita! Demi kakak juga! Apa kalian mau melihat Ratu kita nanti sama seperti ibu?? Aku sudah lelah! Bukan seperti itu seharusnya seorang ratu!!" Dego berdiri meninggikan nada bicaranya, menjelaskan kepada Ayah dan kakaknya yang duduk berdampingan tepat didepannya.
#PRAKKKK!!!#
"Tutup mulutmu Dego!!" Raja Zeylon yang sedari tadi menahan dirinya tetap tenang, kini ikut berdiri dan menampar keras wajah anak keduanya itu.
"Sudah cukup ayah mendengar bualanmu tentang Olivia!! Sekarang kau membicarakan istriku?! Kau tau Dego? Dia itu ibumu!! Kau tau apa tentangnya?! Belum Dego.. belum saja kau tau bagaimana perjuangan ibumu selama ini!! Aku benar-benar sudah muak dengan sikapmu!!"
Bentak Raja Zeylon dengan tatapan tajam ke arah Dego yang menunduk memegang pipi kiri karena tamparan ayahnya.
__ADS_1
"Ayahh? Ayah menamparku? Benarkah? Aku melakukan semua itu de--"
"CUKUP!!" Lagi-lagi Raja Zeylon membentak putranya.
"Aku tak ingin berdebat denganmu Dego.. cukup!" Tegas Raja Zeylon dan kembali duduk.
"Kenapa? Kenapa aya--"
"Sudah Dego!! Kau jangan memulai lagi" Pangeran Zana yang ikut terkejut melihat reaksi ayah nya mencoba untuk menenangkan adiknya.
Dego yang awalnya masih ingin membantah, kini melihat Zana memilih untuk diam serta kembali duduk.
Setelah keributan itu, suasana Dikereta Kuda terlihat hening. Tak ada yang berbicara hingga sesampainya di Negeri Awan.
----------------------
*** Di Istana Hujan ****
"Kak Kanna?!" Suara teriakkan Olivia terdengar memanggil dan mendekati kakaknya yang sedang asik merawat tanaman.
"Ada apa Olivia?" Kanna menjawab teriakan adiknya dengan lembut.
"Kakk..? Kakak ingatkan perkataan Dego kemarin? Aku harus bisa menjadi wanita setidaknya seperti kakak untuk menikah dengan Kak Zana" Olivia menjelaskan sambil memainkan air semprotan tanaman.
Kanna yang sedang asik menata bunga tiba-tiba terhenti karena mendengar perkataan adiknya.
"Kakak mau kan mengajariku?" Ucap Olivia lembut tersenyum kearah kakaknya dan masih memainkan semprotan tanaman.
"Kau.. harus merubah perilakumu itu dulu!! Yang benar saja!!? Kau berbicara dengan orang yang lebih tua darimu sambil bermain-main seperti itu. Kau harus lebih sadar akan posisimu. Maaf saja!! Aku tidak akan mengajarimu!! Itu salahmu sendiri, kenapa kau selalu membolos setiap pelajaran tata Krama? Kau jadi tidak memilikinya!!"
Kanna membalas perkataan adiknya dengan nada yang terdengar ketus lalu pergi meninggalkannya tanpa menoleh sedikitpun.
Olivia benar-benar terkejut melihat dan mendengar kakaknya berbicara serta bersikap seperti itu. Itu pertama kalinya Kanna terlihat marah padanya.
"Kak Kanna kenapa ya? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Atau dia sedang tidak enak badan?" Gumam Olivia mencemaskan kakaknya.
__ADS_1
halo guys, banyakin komentar ya