Love Story Princess Rain

Love Story Princess Rain
17


__ADS_3

***


"AYAHHH?!!!"


Dego berteriak lantang memekakkan telinga orang-orang yang sedang berbincang-bincang diruang utama Kerajaan Hujan.


"Dego? Ada apa?"


Raja Zeylon berdiri.


"Hentikan pernikahan kakak dengan Olivia!" Jawab Dego dengan nada serius.


"Apa maksudmu?"


Jawaban Dego membuat semua orang berdiri dan menatapnya.


"Sudah cukup sandiwara mu kak! Kau harus membatalkan pernikahan ini!!" Dego menatap Zana bak pisau yang baru diasah.


"Ada apa lagi Dego?" Raja Zeylon dengan air muka marahnya bertanya serius mendekati Dego.


"Ayah.. kakak itu sama sekali tidak pernah mencintai Olivia!! Ia bersedia menikah dengan Olivia hanya karena ikatan janjinya dengan Paman Dhean.!!"


"Apa?!" Mendengar pernyataan Dego, mata semua orang kini tertuju pada Pangeran Zana yang tertunduk diam.


"Jaga bicaramu Dego!!"


#PRAKKK!!


Raja Zeylon yang terlihat murka tanpa pikir panjang menampar putra bungsunya.


"Sayang.." Ratu Lyra berlari mencoba untuk menenangkan suaminya.


"Ayah?! Apa menamparku merupakan hobi barumu?!" Dego menyeringai kesakitan memegang pipinya.


"Aku muak Dego!! Ku kira kau telah sadar." Raja Zeylon makin terlihat marah.


Semua orang terdiam membatu menyaksikan Sang Raja Awan yang menampar putranya.


"K-kak? Le-lebih baik kita dengarkan dulu perkataan Dego." Ujar Raja Rayn.


"Tidak Rayn! Aku sudah ingin muntah dengan omong kosong anak ini!" Lagi-lagi Raja Zeylon menjawab dengan nada ketus dan kasar.


"Kalau kau tidak percaya padaku, kenapa kau tidak bertanya pada putra sulungmu itu?! Tanyakan pada dia, apa yang telah ia lakukan semalam di taman bunga bersama Putri Kanna?!!"


Dego semakin menentang dan menunjuk tepat ke wajah kakaknya.


"Kau berani sekali.."


Raja Zeylon mengangkat tangannya ingin menampar Dego lagi.


"PAMANN!!"


#PRAKK!!


Suara teriakan Olivia tak dapat menghentikan tangan Raja Zeylon yang murka. Satu tamparan lagi-lagi mendarat di wajah Dego.


"Paman.. jangan Paman!! Jangan tampar Dego lagi!! Jangan Paman!" Olivia yang meluncur dari lantai atas, langsung berlari ke hadapan Raja Zeylon diikuti dengan Jimmy yang membantu Dego berdiri karena terjatuh akibat tamparan ayahnya.


"Olivia?!"


"Paman. Jangan tampar Dego lagi." Olivia memohon.

__ADS_1


"Dego?!! Kau lihat?! Olivia membelamu! Orang yang ingin kau hancurkan kebahagiaannya, kini ia melindungimu dariku. Tidakkah kau malu?!" Ucap Raja Zeylon.


"Tidak Paman. Dego benar. Kak Zana memang tidak pernah mencintaiku. Ia mencintai kak Kanna, bukan aku."


Ucapan Olivia membuat Raja Zeylon dan semua orang membatu.


"Aku minta maaf. Tapi aku ingin pernikahanku dengan Kak Zana dibatalkan. Aku tidak mau kak Zana dan kak Kanna tersakiti karena ku"


Olivia berlutut lemas.


Belum ada jawaban dari siapapun. semua orang masih membisu. Saling tatap, membulatkan mata tanda tak percaya, dan dua orang yang menunduk dengan rasa bersalah.


"Zana... Apa itu benar?"


Raja Zeylon mengepalkan tangannya bertanya pelan tanpa membalikkan tubuhnya ke arah Zana.


"Aku minta maaf Ayah. T-ta-tapi i-itu se-mua be-benar"


"APA?!!"


........


Semua orang yang berada diruang utama hampir mengucapkan hal yang sama lantas menatap pangeran Zana dengan rasa tak percaya.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti Olivia. Aku hanya ingin jujur dengan diriku sendiri. Aku mencintai Kanna."


Jelas Zana dengan nada seperti meminta keadilan untuk dirinya. 1


"Omong kosong! Kenapa dari awal kau menerima ini semua?" Dego menyela tak terima.


"ZANA!" Teriakan Raja Zeylon membungkam suasana menjadi hening.


"Selama ini aku percaya kepadamu. Selama ini aku selalu dapat mempercayaimu. Tapi mengapa kau mengkhianati kepercayaan ku nak?"


"Ayah.. kumohon maafkan aku. Tapi aku benar-benar tidak bisa mencintai Olivia. Apakah salah jika aku mencintai Kanna? Kanna adalah cinta pertamaku yah."


Zana mendekati ayahnya dan berlutut. 1


Raja Zeylon tampak kesal dan mengepal tangannya makin kuat.


Ia tak bisa bicara mengenai perasaan anaknya. Ia menyayangi Zana, ia juga menyayangi Olivia. Ia tak bisa memilih di antara mereka berdua.


"Paman.. aku juga minta maaf. Sesungguhnya akulah yang memaksa pangeran Zana untuk jujur akan perasaannya. Maafkan aku"


Kanna tampak berlutut sambil menangis.


"Kalian berdua jangan minta maaf kepadaku!! Minta maaflah pada orang yang kalian sakiti."


Mata semua orang, termasuk Zana dan Kanna kini tertuju pada Olivia yang tengah berdiri dengan tatapan khasnya.


"Olivia.. ma-maafkan.."


"Sudahlah!"


Belum selesai Zana bicara, Olivia segera memotongnya


"Aku tidak apa-apa. Dari awal aku memang salah. Karena aku terlalu memaksakan kehendak ku. Aku tidak apa-apa. Aku sungguh bahagia ketika kakak-kakak ku bahagia."


"Omong kosong lagi!! Kau menangis tersedu-sedu semalam karena melihat mereka berdua ciuman kan Olivia? Kau jangan menutupi perasaanmu Olivia! Apa bedanya kau dengan mereka jika begitu?!" Dego lagi-lagi menjadi bak seorang provokator. 1


"Ci-cium.."

__ADS_1


Lagi-lagi semua orang terbelalak.


Kini mata Raja Zeylon tampak makin tajam dan murka.


Olivia yang memahami situasi segera berlari dan memeluk Raja Zeylon dengan erat.


"PAMANN!! Hikss..hiksss" Olivia menangis memeluk Raja Zeylon. Sesungguhnya hal ini ia lakukan demi menghentikan Raja Zeylon yang sudah hampir menendang wajah anak sulungnya yang berlutut dihadapannya.


"Olivia?"


"Paman.. jangan Paman. Sudahlah.. aku tidak apa-apa. Jangan begini. Kasihan kak Zana dan Kak Kanna."


"Sayang.. maafkan Paman. Maafkan.." Raja Zeylon mengeluarkan air matanya, dan memeluk Olivia dengan erat.


"Kak Kanna.." suara Diral memecah suasana.


"KAU BUKAN KAKAKKU LAGI!!"


Diral berteriak lantang dengan menunjuk tepat di wajah Kanna.


"Seorang putri hujan tidak akan melakukan hal jahat seperti ini. Kau tidak pantas menjadi Putri Hujan kak!! Aku tidak akan pernah memaafkanmu. TIDAKK AKANN!!"


Diral menarik Olivia dan berlari mengajaknya ke lantai atas. Jimmy tampak mengikutinya dari belakang.


Belum sampai ke lantai atas~


#WAARRGGHHHH!!!!


Tiba-tiba terdengar Suara dentuman dan raungan yang sangat kuat.


Semua orang terkejut dan saling menatap kebingungan dengan sumber dan asal suara itu.


"Kak Zey.. itu.." Raja Rayn membulatkan matanya.


"Iya Rayn. Tidak salah lagi. Itu Veterdra"


Olivia yang berada ditengah-tengah anak tangga menggeliat kesakitan menyentuh kepalanya.


Matanya yang hitam legam berubah menjadi biru terang, timbul corak aneh diwajahnya.


"Sa..sakittttttt!!!! Aghhhhh!!"


"Olivia?! Kau kenapa?!!"


Jimmy mencoba mendekati Olivia


Semua orang tampak panik melihat kejadian itu.


Ratu Lyra berlari mendekati Olivia dan membawanya turun dari anak tangga.


"Tahan sayang! Kau pasti bisa!!"


"Bibi?!! Ap-ap ini?? I- ini sakit sekali.."


Olivia mencoba berbicara sembari masih menggeliat kesakitan.


"Rayn! Siapkan kendaraan. Kita akan membawanya ke Gua Veterdra. Lyra, Dego, Jimmy, kalian ikut!!"


Semua orang mengangguk menerima perintah Raja Zeylon.


Sebenarnya apa yang terjadi pada Olivia? Mengapa ia tampak kesakitan dan menjadi aneh saat mendengar raungan serta dentuman keras tadi? Dan siapa sebenarnya Veterdra itu?! 3

__ADS_1


...........


__ADS_2