
****
"Ehem.." Jimmy berdeham memecah keharuan suasana.
"Apa sudah selesai temu rindunya? Apa harus berpelukan terus seperti itu?"
Ucap Jimmy dengan senyum kecut. +
Birgaus melepas pelukannya.
"Kau siapa? kalian semua siapa?"
Tanya Birgaus ketus.
"Salam hormat kami. Kami adalah keluarga bangsawan Negeri Hujan generasi ke 9"
Raja Rayn menundukkan kepalanya.
Birgaus melotot ke arah Raja Rayn.
"Keluarga Hujan generasi ke 9?! Apa aku telah hidup selama itu?"
"Begitulah keadaannya tuan."
"Mengapa kau sangat lama kembali adikku? Aku telah menunggumu berabad-abad lamanya." Birgaus menatap sayu ke Olivia.
"A- aku.."
"Sudahlah. Lebih baik kita kembali ke Kerajaan. Aku yakin Diral sedang menangis di istana"
Jimmy memotong perkataan Olivia.
"Ya! Aku setuju! Le-lebih baik kita kembali dulu ke istana. Kita akan membicarakan semua di istana. Bagaimana?"
Olivia mengeluarkan senyum khas nya.
"Ya. Apapun keputusanmu dik"
Birgaus membalas senyum, dan mengelus lembut kepala adiknya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke istana.
_______________
Di istana~
"Pangeran. Mereka telah kembali"
Lapor seorang prajurit kepada Diral.
"Benarkah? Baik.. aku akan kesana. Terimakasih"
Diral beranjak, dan berlari turun ke lantai bawah tempat semua orang berkumpul.
"KAKAKKK!!!" Diral berteriak dan berlari memeluk Olivia yang baru melangkah masuk ke istana.
"Diral?"
"Kak!! Apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi padamu? Aku sangat khawatir kak.."
Diral mengeratkan pelukannya dan menangis tersedu-sedu
"Hey.. aku tidak apa-apa Diral. Aku baik-baik saja. Kau tahu kan? Aku ini Putri yang kuat."
__ADS_1
Olivia tersenyum
"Ya.. aku tahu itu kak."
Semua orang tidak heran dengan pemandangan itu. Diral memang dilahirkan untuk selalu menangis di pelukan Olivia. Haha.
"Suamiku.. apakah semua baik-baik saja?"
Tanya Ratu Hanna.
"Ya. Semua baik-baik saja."
Semua orang menghela napas lega setelah mendengar kalimat Raja Rayn.
Namun tak lama, mereka kembali tegang ketika mata mereka tertuju ke arah seorang pemuda tampan yang tampak asing ikut memasuki istana.
"D..dia siapa ayah?"
Zana mencoba bertanya walaupun berat dan sulit.
"Apa pedulimu?!"
Dego menanggapi Zana dengan ketus.
"Aku tidak berbicara padamu!"
Zana menatap Dego tajam.
"Sudahlah kalian berdua.."
Ratu Lyra menengahi kedua putranya.
"Salam kenal semuanya. Aku Birgaus. Mungkin kalian biasa menyebutku Veterdra. Aku adalah Pangeran Hujan dari generasi ke 2"
"Generasi ke 2? Veterdra? Hah?"
Seluruh orang yang mendengar itu tampak tercengang dan kebingungan.
"Ma-maksudmu? Generasi ke 2? Sebenarnya apa yang terjadi?"
Zana kebingungan dan tak mengerti.
"Aku akan menjelaskannya. Ayo duduk dulu. Kakiku letih."
Raja Zeylon membanting badannya ke kursi istana.
"Olivia.. lebih baik kau kembali ke kamarmu dan beristirahat"
Ucap Raja Rayn.
"Ya.. itu lebih baik. Istirahatlah Olivia. Kau mengalami berbagai hal hari ini."
Raja Zeylon tersenyum.
Mendengar itu, Olivia menatap polos ke arah Birgaus seperti meminta izin untuk pergi.
Birgaus tersenyum dan mengangguk tanda setuju.
"Aku akan ke atas."
Olivia berjalan menuju tangga ditemani Diral dan Jimmy disebelahnya.
_____________________
__ADS_1
***Dikamar Olivia***~
"Kak.. sebenarnya siapa laki-laki tampan berambut panjang tadi?"
"Dia kakak kita."
Jawab Olivia singkat.
"Kakak kita?"
"Dia kakak laki-laki ku terdahulu. Dan dia pangeran negeri hujan."
Jelas Olivia.
"Ahsudahlah. Aku tak mengerti."
Diral menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Olivia tertawa geli.
"Olivia.. aku bingung. Mengapa kau bisa ingat bahwa ia kakakmu?"
Jimmy bertanya sembari merapikan kertas-kertas di meja.
"Tubuhku bergerak sendiri. Aku merasa seperti menemukan apa yang ku cari selama ini. Aku tak tahu mengapa. Tapi setelah itu, aku merasa canggung dengannya."
Olivia berbaring dan berguling-guling diatas kasur.
"Hmm.. satu hal yang harus kau tahu. jangan lupakan bahwa kau itu Olivia, bukan Helena."
Ucap jimmy masih membereskan kertas-kertas.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Olivia mulai penasaran dengan apa yang di lakukan sahabatnya.
"Oh. Ini dokumentasi keluarga bangsawan hujan dari generasi ke generasi. Aku ingin mencari data tentang Birgaus. Bagaimana wataknya, dan apa kekuatan yang ia miliki."
Jelas Jimmy.
"Kau sangat perhatian kepadaku Jimmy. Bukannya itu tidak baik?"
Tanya Olivia.
"Diamlah."
Jimmy tampak kesal dengan pertanyaan olivia. Dan memilih untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Haha.. muka tomatmu keluar"
Diral tertawa dan ikut menggoda Jimmy.
"Sudahlah.. tidur saja!! Kau lelah kan Olivia?!. Dan kau Diral!! Kalau kau ingin tahu yang sebenarnya, bantu aku memilah dokumen ini."
"SIAP BOSSS!!"
Olivia dan Diral serentak berteriak dan memberi penghormatan layaknya pada atasan.
"Dasar.. kakak adik"
.........
Maafkanlah shishi yang telat up dikarena kan shishi udah kls 3 jadi sibuk ngerjain tugas. terus shishi masih stress dengan tugas yang diberikan guru sangat membuat shishi kelelahan dan karena shishi berhutang budi pada kalian para readers shishi akan crazy up tapi tak sampe 10 atau selebihnya ya kan shishi capek ngetik segitu banyaknya°~°
oh iya please ketuk suka ama komentar donk siapa tau example spoiler para readers bisa jadi ide shishi. ya udah sampe menikmati story ini yang shishi cinta kalian
__ADS_1