
*Di Negeri Matahari*
"Rifadh? Aku mencium bau amis. Sepertinya Kerajaan Hujan akan menyerang kita. Aku tak ingin ikut campur. Cepat bereskan mereka." Ujar Raja Hidart sembari duduk santai di
singgasananya.
"Baik tuan" Pria yang dipanggil Rifadh itu menunduk dan pergi.
"Hmmm...Sekarang...aku akan bersenang senang dengan Putri Dhean ahahahah" Raja Hidart berdiri dan berjalan menuju ruang dimana Olivia disekap.
****
Olivia masih terbaring lemas. Sepertinya bantingan Raja Hidart sangat terasa pada tubuhnya. Ia meringis kesakitan. Tangisannya tertahan, teriakannya terbungkam.
"Bangun kau!" Suara seseorang terdengar sayup-sayup. Sepertinya ada seseorang yang berusaha memanggilnya. Namun Olivia tak bisa melihat apa-apa. Ruangan itu sangat gelap.
"Su-suara ini.. kau? Dirga?!" Ucap Olivia.
"Ya.. aku Mikaela. Kau tidak apa-apa?"
Tanya Mikaela.
"Apa pedulimu? Ini sangat sakit. Ayahmu itu membanting tubuh dan meludahi wajahku. Dan kau bilang aku tidak apa-apa?"
"Hah? Kenapa? Bukannya ia mau kau jadi permaisuri nya?!" Air muka bingung tergambar jelas di wajah
Mikaela.
"Kau salah menculik orang Dirga. Kau
seharusnya menculik kakakku. Dia lah yang mirip dengan ibu. Wajahku mirip dengan ayahku. Wajar saja ayahmu membenci ku"
"Syukurlah."
"Maksudmu?"
"Aku bersyukur aku salah...Jadi ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan."
Tiba-tiba...
#SRINGG
Terdengar suara pintu terbuka. Tapi tidak ada obor. Keadaan masih gelap gulita. Olivia dan Mikaela tidak tahu siapa yang datang, dan masuk.
"Siapa?" Olivia bertanya.
__ADS_1
Namun tidak ada jawaban. Langkah demi langkah terdengar mendekat. olivia yang masih terbaring dengan posisi tangan terikat tak bisa menjauh.
"Hey?! Kau bisu?" Mikaela mulai mengeluarkan umpatannya.
Namun masih sama, tidak ada jawaban. Suara langkah makin mendekat.. dan tiba-tiba saja berhenti.Olivia mendengar sesuatu ditelinganya.
"Ayo pulang sayang. Ini bibi" Olivia membulatkan matanya terkejut.
Mulutnya yang ingin berteriak kegirangan telah dihentikan terlebih dahulu oleh Ratu Lyra.
"Kenapa bibi bisa disini?" Olivia berbisik.
"Lupakan itu.. ayo keluar" Ratu Lyra membantu Olivia berdiri.
Dengan mudah ia membuka kunci gembok rantai ditangan Olivia.
"Olivia? Kau masih disitu?" Mikaela yang tidak mendengar dan melihat apa-apa bertanya.Olivia hanya diam. la tak menjawab.
"Bibi? Bagaimana dengan dia?"
"Lupakan dia. Kita harus pergi" Ratu Lyra menarik tangan Olivia dan pergi
keluar.
"Olivia.. syukurlah kau sudah ada bersamaku. Sekarang, kita akan mencari barang-barang mu"
"Ya...milikmu." Ratu Lyra tersenyum hangat.
¿
¿
¿
<<<<<<<<<<[♡]>>>>>>>>>>
Pasukan Kerajaan Hujan dan Awan telah berhasil mengepung setiap sisi Kerajaan Matahari. Tak mau kalah, Kerajaan Matahari juga telah menyiapkan pasukannya.
Anak panah serta peluru api telah bertengger di setiap sudut
kastil siap untuk membasmi pasukan Hujan dan Awan. Sampai saat ini belum ada penyerangan.Rifadh, sebagai tangan kanan dan kepala prajurit Kerajaan Matahari turun.
"Kalian semua ingin mengulang sejarah rupanya." Ucapnya dengan tertawa.
"Diam kau!! Dimana tuan mu? Aku ingin
__ADS_1
memberikannya pelajaran." Raja Zeylon membalasnya dengan tatapan tajam.
"Tuanku tidak ingin membuang waktunya untuk meladeni kalian"
"KAU BANYAK BICARA SEKALI ********! CEPAT KATAKAN DIMANA KALIAN SEMBUNYIKAN OLIVIA?!" Bentak Dego.
"Haha.. Mungkin sekarang dia sedang
bersenang-senang dengan ayah dan ibunya di neraka." Seringai Rifadh.
Mendengar itu, Dego mengangkat pedangnya, matanya melotot tajam.
Hal itu membuat para pasukan ikut
mengangkat senjatanya.
"Tunggu Dego. Tenanglah" Jimmy menghentikan dan mencoba
menenangkan Dego.
"Apa yang mau kau tunggu? Kau menunggu kita membalasnya ketika sudah mati? Apa kau tidak mendengarnya? olivia telah dibunuh
oleh mereka." Dego kini menatap kesal ke arah Jimmy.
"Apa kau yakin Olivia bisa mati ditangan mereka?" Jimmy tersenyum.
U
U
U
U
**OKAY NIH ADA LANJUTANNYA LAGI^_^
BUT, WHY?
KENAPA KALEAN BEGITU SUSAHNYA NGEKLIK LIKE T_T
I FEEL, I NEED IT
AKU BUTIH SESUATU UNTUK TUJUANKU MENULIS DAN BERPIKIR MEMBUAT INI CERITA^_^
JJA...MATTA
__ADS_1
ONEGAI YO** ^^