Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Semakin Jelas


__ADS_3

.


.


.


.


.


Shiro berdiri di sisi pintu sambil menyandarkan tubuh nya di tembok, menunggu Yumika keluar dari kelas nya.


Saat itu, beberapa siswi yang melewati nya menatap dan memandang nya terkesima, meskipun ada juga yang melirik nya beberapa kali.


Membuat nya merasa tak nyaman sekaligus risih.


Karena itu, ia mengatur syal milik nya dan membenamkan setengah wajah nya untuk menutupi diri.


Tak lama, pintu kelas bergeser terbuka menampakkan sosok Yumika yang berjalan keluar.


"Sudah lama?" Sapa Yumika canggung, merasa tak enak membiarkan seseorang menunggu nya, terlebih ia adalah Shiro.


Shiro?


Memang nya kenapa kalau dia Shiro?


Yumika merasa, ada banyak hal yang terjadi belakangan ini. Tak pernah terpikirkan, bahkan, sejak kemunculan Shiro di sekolah. Semuanya terjadi begitu saja bak air yang mengalir.


"Tidak. Ayo," Ucap Shiro sembari tersenyum. Kemudian, secara bersisian mereka berjalan keluar melewati sepanjang koridor.


Di tengah-tengah perjalanan, Shiro seringkali tidak fokus karena di pandangi oleh beberapa siswi, entah ketika mereka berpapasan atau berlawanan arah, itu membuat nya sedikit jengkel.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seseorang mendekati mereka dan berkata, "P-permisi.. boleh aku minta nomor ponsel mu? Seperti nya aku tertarik padamu." Ucap seorang gadis pemalu kepada Shiro dengan nada yang halus seraya mendekap ponsel miliknya di depan dada.


Shiro melihat gadis yang di hadapan nya itu datar, tidak memberikan reaksi apapun. Perasaan muak dan jijik menyeruak di hati nya. Namun, ia biasa mengatasi nya dengan mudah berkat keahliannya dalam mengendalikan emosi.


"Ah~ gomen~ aku sudah punya pacar. Sekali lagi maaf." Kata Shiro lembut sembari menarik pundak Yumika yang tepat di sebelah nya, agar tak tersisa jarak sedikitpun diantara mereka.


Yumika terlonjak kaget mendengar perkataan sekaligus tindakan Shiro yang tak terduga. Ia ingin berkomentar, namun Shiro memalingkan wajah menatap nya dengan senyum yang tampak mempesona.


"B-begitu ya, maaf-!" Dalam sekejap, gadis itupun pergi dari hadapan mereka dengan wajah yang merah padam menahan malu. Shiro kemudian melonggarkan dekapan nya pada Yumika.


Selepas kejadian yang tak di sangka itu, Yumika akhir nya membuka mulut. "A-apa? Kenapa kau bilang begitu?" Tanya Yumika dengan rasa terkejut yang masih tersisa di wajah nya.


"Kalau aku tidak bilang begitu, mereka pasti akan bersikeras untuk mendekati ku. Maaf sudah mengagetkan mu, Yumi senpai~" Shiro tersenyum, menampakkan rona merah di kedua pipi nya.


"E-em... tetap saja, kalau begitu, kenapa tak sebaik nya cari pacar saja? Bukan nya lebih baik begitu? Ah, jangan-jangan, kamu tiap hari seperti ini ya? Yah.. tak heran, sih." Yumika meletakkan telunjuk nya di bawah dagu sambil berpikir, ia sama sekali tak sadar dengan apa yang di ucapkan nya.


Shiro menghentikan langkah nya, ia tak bersuara.


"Kalau... aku bilang orang yang ku sukai itu sekarang sedang ada di samping ku, Bagaimana tanggapan Yumi senpai..?" Ucap Shiro pelan seraya tersenyum hangat.


Yumika tersentak, mata nya bergetar seolah tak percaya dengan apa yang di katakan Shiro.


Namun, cepat-cepat ia mengenyahkan pikiran itu.


"Eh..? Maksud mu..?" Yumika berusaha untuk bersikap tenang, namun tingkah nya sangat jelas tertangkap oleh Shiro.


Shiro terdiam sejenak, ia memikirkan kata-kata yang tepat untuk di ucapkan nya.


"Ah~ apa aku terlalu cepat ya? Apa Yumi senpai begitu penasaran?" Shiro mendekatkan wajah nya, seketika membuat Yumika membulatkan mata.


Yumika membeku, ia tak bergerak, bahkan lupa untuk mengambil napas.

__ADS_1


"..Sebaik nya kita bicara sambil jalan saja, yuk." Ujar nya dengan senyum yang tak pernah luput dari bibir nya. Shiro menjauhkan wajah nya kembali.


Shiro bukan orang yang mudah untuk tersenyum. Ia sebenarnya jarang melakukan hal itu, terlebih di depan orang banyak.


Ia lebih suka menutupi perasaannya ketimbang menunjukkan nya. Namun, lain hal nya jika sudah berhadapan dengan Yumika. Ia ingin menunjukkan pada nya, kalau ia benar-benar tulus. Rasa suka nya sama sekali tidak di buat-buat.


Ia tak kuasa menahan perasaan nya lebih lama.


.


.


.


.


.


"...Yumi senpai, kau tidak bawa payung, kan?" Ucapan Shiro yang spontan langsung saja memecahkan lamunan Yumika sedari tadi.


"E-eh?" Yumika langsung mengecek tas nya dan benar saja, ia lupa kalau tidak bawa payung sama sekali.


"Tenang saja, aku bawa kok." Shiro pun mengeluarkan payung milik nya dan membuka nya.


Tanpa berkata-kata lagi, tiba-tiba saja Shiro menarik bahu Yumika agar berdekatan dengan nya, membuat Yumika sedikit terperanjat.


"Ah, kalau tidak begini nanti basah lho~ karena payung nya hanya satu. Tidak apa, kan, Yumi senpai?" Ucap Shiro seraya merangkul pundak Yumika dengan sangat intim, hingga ia dapat merasakan kehangatan Shiro yang menyentuh kulit nya.


Mendadak wajah Yumika bersemu merah,


Apa ini..

__ADS_1


Bukankah ini terlalu dekat?! ***


__ADS_2