Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Milikku


__ADS_3

.


.


.


.


Gumpalan awan hitam muncul menjadi satu-kesatuan yang menyebar luas di Kota XY, menutupi dan membelakangi matahari yang kini tak tampak lagi sinar nya. Rintik-rintik hujan mulai turun satu persatu yang dalam beberapa detik kemudian jatuh hingga milyaran kali yang membasahi kota saat ini.


Shiro diam-diam mengikuti laki-laki itu.


Dari belakang, ia mengekori nya sambil menggenggam sesuatu di tangan kanan nya.


Matahari tak terlihat, namun jam pulang sekolah sudah berbunyi 1 jam yang lalu.


Laki-laki itu berhenti melangkah membuat Shiro pun tertahan.


Apakah ia menyadari nya?


Shiro memegang benda di tangan nya erat-erat.


"Seperti nya tak ada yang ku lupakan." Ucap laki-laki itu sembari memeriksa barang bawaannya dan mulai melangkah lagi. Tepat setelah itu, Shiro mendekat dan menghantam kuat-kuat kepala nya dengan sesuatu yang keras hingga kepala nya mengucurkan darah kental nan pekat. Seketika laki-laki itu jatuh membentur lantai.


..Ini akibat nya jika kau berani mendekati Yumi senpai.


Shiro menyeret laki-laki itu ke suatu tempat yang tampak kotor dan berdebu, di setiap sudut nya terdapat banyak jaring laba-laba dan terlihat sudah tua, namun sebenarnya masih bisa digunakan. Sayang sekali. Seperti nya ruangan ini tak pernah di gunakan lagi setelah masanya dahulu.


Shiro menempatkan laki-laki itu di sebuah kursi. Di ikatnya kedua tangan dan kaki laki-laki yang sedang tak sadarkan diri itu dengan tali erat-erat.


Beberapa saat kemudian,


Laki-laki itupun akhirnya sadar. Dengan lemah ia mengerjap kan mata nya berkali-kali, merasakan pusing di sekitar kepala serta sakit yang terasa menusuk seperti sebuah jarum.

__ADS_1


Selang beberapa detik, ia membuka mata nya lebar. Kaget melihat diri nya yang diikat di kursi.. dan darah yang mengenai bajunya.


"A-apa?! Ini di mana?! Kenapa aku diikat?! U-ukh.." Panik laki-laki itu seraya meronta-ronta ingin di lepas, namun tak menghindari rasa sakit yang kini berdenyut nyeri di sekitar kepalanya.


Shiro diam memandang dengan sorot mata yang datar, tanpa ekspresi.


"Kau siapa?? Kenapa kau begini padaku?! K-kepalaku.. sakit sekali. Apa yang sudah kau lakukan?!" Teriak nya lagi seraya menahan sakit.


"Berisik. Itu salah mu sendiri." Jawab Shiro dengan santai.


"Apa salah ku? Aku tak pernah berbuat salah pada mu!" Tanya laki-laki itu merasa tak pernah melakukan kesalahan.


"Kau ingat? Waktu di perpustakaan, kau membantu Yumi senpai. Dan itu membuatku marah sekali sampai rasanya ingin menghancurkanmu saat itu juga." Jawab Shiro menampilkan senyuman psikotiknya.


"Hah.. ? Kau kenal.. Yumika??" Timpal laki-laki itu dengan keringat yang mulai mengucur di pelipisnya.


"JANGAN SEBUT NAMA NYA!!!" Teriak Shiro memukul pintu dengan pentungan besi yang berada di genggaman nya.


Suara pukulan itu sangat keras, membuat laki-laki itu kaget dan bergidik ketakutan.


"A-apa yang kau lakukan!?!?" Gemetar nya ketakutan melihat Shiro yang memegang sebuah cutter.


"J-jangan mendekat!!!!! Ku mohon!!!!! Lepaskan aku!!!!!!" Teriak nya memohon dengan ketakutan yang semakin memuncak dan merembet hingga ke sekujur tubuh nya.


"Lepas?" Di dekat kan nya cutter itu ke wajah nya. "Kau mendekati Yumi senpai, berbicara dengan nya, kau sudah mengusik MILIKKU!!! KAU BILANG LEPAS?!!" Darah mengucur dari wajah laki-laki itu. Shiro mengiris-iris nya.


"AARRRRRGGGHHH!!!!!! T-TOLONG!!! JANGAN BEGINI!!! KU MOHON!!!! A-AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN YANG KAU MAU ASALKAN KAU MELEPASKANKU!! KUMOHON!!!" Dengan menahan rasa sakit yang luar biasa, laki-laki itu berteriak memohon pada Shiro.


"Apa sih yang kau katakan.. begitu saja kau sudah histeris? Itu belum seberapa." Shiro kini beralih ke pundak nya. Ia menancapkan cutter itu tepat di sana. 2... 3... sampai 5 kali. Laki-laki itu berteriak hebat hingga menggema di seluruh ruangan, ia bergidik merasakan sakit yang teramat menyakitkan yang terus menembus permukaan kulit nya. Ia merasa lemah tak berdaya. Ia sangat takut. Seperti nya ia akan mati di sini.


Dihadapan seorang laki-laki bertangan iblis.


Hei! Ia masih bisa dibilang seorang remaja, apakah sebutan iblis, pantas menggambarkan sosoknya?

__ADS_1


Ya. Pria ini merasakannya. Dengan senyuman, tawa, dan tindakan yang bertolak belakang 100% dengan orang normal.


Pria ini menganggapnya benar-benar orang gila yang mau mencelakainya!


"Kenapa? Kau belum boleh mati. Kau harus bermain dengan ku dulu." Kekeh nya yang kemudian di sambung dengan tawa nya yang mengerikan. Laki-laki itu tak dapat menyembunyikan ketakutan nya. Ia ingin segera mati saja dari pada harus di siksa lebih lama.


"Tapi, seperti nya waktu kita tak cukup. Akan ku selesaikan dengan cepat.. Eh..? Kenapa lagi? Ini tidak akan sakit, kok~" Ucap Shiro tersenyum.


Shiro menikam dada laki-laki itu dengan cutter hingga ia meriang merasakan sesuatu yang dingin di punggung nya. Kesakitan yang teramat dalam itu seakan membawa nya ke tepi jurang kematian tanpa dasar.


"AAAAAAARRRGGKKKHHhhhhhHHH!!!!!!!!" Teriak nya tak mampu bertahan lebih lama. Anak ini... betul-betul iblis yang sudah gila!! Ia membatin, namun percuma saja, kehidupannya akan berakhir dengan cepat.


Shiro menusuk jantung nya berkali-kali hingga darah muncrat ke sana kemari dan mengenai wajah nya. Ia merasa senang dan bersemangat.


Rasa yang sudah lama ia lupakan.


Rasa bahagia karena menusukkan pisaunya.


Rasa senang melihat warna darah yang begitu cantik.


Bau anyir yang begitu memikat, lebih wangi dari parfum manapun.


Sangat puas rasanya..


Laki-laki itu mati seketika dengan darah yang terus mengalir deras dan membasahi seluruh tubuh nya. Darah itu merembes hingga ke lantai, bahkan fisiknya tertelan oleh warna merah itu sendiri.


Shiro melihat orang yang ada di depan nya. Disatu sisi ia merasa lega, disatu sisi ia merasa puas hasratnya terpenuhi.


Yumi senpai adalah milikku. Tak ada yang boleh mendekati nya selain aku. Batin nya sambil mengusap darah yang berada di pipi nya. "Seperti nya baju ini sudah tak layak di pakai lagi." Gumam Shiro menatap pakaian yang di kenakan nya. " kalau begini, bagaimana aku bisa bertemu Yumi senpai besok?" Lagi. Yumika selalu ada di pikiran nya. Ia selalu datang dan memenuhi kepala nya.


...Apa yang membuat Shiro begitu menyukai Yumika hingga melakukan hal-hal yang tidak manusiawi seperti ini?


Langkahnya melewati batas ekstrim.. namun dalam kendalinya.

__ADS_1


Sungguh aneh. Namun, itulah kenyataan nya.***


__ADS_2