
.
.
.
.
.
"Nee~ Yumi, yang mana yang sebaiknya ku beli?" Tanyanya dengan memperlihatkan dua buku di kedua tangan nya.
"Beli saja dua-duanya." Jawab Yumika cepat sambil melihat-lihat buku best seller di rak buku lain.
"Lihat dulu~! Kali ini hanya boleh beli satu saja nih! Yumi!!" Ucapnya manyun membuat beberapa orang disekitar memperhatikan mereka.
"Iya-iya,.... yang kiri saja," Kata Yumika asal setelah melihat kedua buku pilihan Chino tadi.
"Yang bener?! Aku juga lebih suka yang kiri, lho! Oke, aku pilih yang ini." Dengan cepat ia meletakkan buku yang lain dan pergi ke kasir untuk membayar.
Yumika masih melihat-lihat buku, aroma yang terkuak di toko ini sangat menggelitik hidung seorang Bookslover. Julukan seperti itu sudah biasa untuk orang-orang yang menyukai buku. Biasanya di sebut kutu buku, bukan? Bahkan, buku tebalpun mereka baca. Entah apa yang seru di dalamnya, hanya mereka yang tahu.
'Bukankah menyakitkan, jika bersama orang yang tidak kau sukai?' Yumika membaca salah satu kalimat yang terdapat pada sampul buku sembari menyentuhnya sedikit.
"Yumi~! Ada apa? Ada buku yang kamu suka?" Tanya Chino setelah beberapa menit kembali dari kasir.
"Tidak ada," Sergahnya kemudian melihat Chino.
"Kalau begitu, ayo kita cari makan~!" Semangatnya sambil menenteng tas belanjaan, yang sudah pasti isinya buku tadi.
.
.
.
.
"Chino," Panggil Yumika seraya menggigit potongan ApplePie yang di pesannya tadi.
"Hmm~??" Sahutnya sambil mengaduk-aduk minuman miliknya.
"Apa kau menyukai pacarmu?" Pertanyaan Yumika terdengar aneh di telinga Chino.
"Tentu saja, kalau tidak, kenapa aku masih berpacaran dengannya hingga sekarang? Kenapa? Kamu lagi suka sama seseorang?" Tanyanya sambil menyeruput minumannya.
__ADS_1
"I-ie, penasaran saja. Bahkan sebelum itu?" Tanya Yumika lagi, hampir tersedak makanannya sendiri.
"Hm... entah, sepertinya tidak? Uwaa~!! Oishii!!" Ucap Chino dengan menikmati makanan di mulutnya seraya memegang pipinya.
Yumika hanya menatap Chino sebentar lalu melanjutkan makannya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, namun matahari masih bersinar memancarkan warna jingga yang terlihat indah di depan mata.
Chino akhirnya meminta Yumika untuk menemaninya ke toko baju di sisa waktu yang ada.
"Yumi~! Bagaimana?" Tanyanya seraya mendekatkan sebuah dress selutut bermotif imut dengan sedikit renda di bagian dada ke tubuhnya.
"Um... bagus." Ujar Yumika berkomentar seadanya.
"Yosh! Aku akan ambil ini dan ini!" Ucapnya dengan semangat berapi-api kemudian beringsut ke kasir terdekat.
Yumika yang melihat tingkahnya sedikit terkekeh.
Chino memang orang yang lucu dan menarik, temannya pun tak sedikit. Tapi, kenapa dia mau berteman denganku, ya? Karakter kami juga bertolak belakang. Hal itulah yang membuatku nyaman berada di dekatnya.
Yumika tersenyum geli membayangkan tingkah konyol temannya sejak dulu.
Untuk orang seperti Yumika yang terkenal pendiam, teman hanyalah orang yang dekat dengannya dan tahu lebih dalam mengenai dirinya yang tertutup. Saat ini, hanya Chino.
"Yumi chan~!"
..Siapa itu?
"Yumi! Sudah, ayo~!" Ucap Chino setelah menghampirinya dengan barang belanjaan di kedua tangannya.
Setelah yakin tak ada hal lain yang butuhkan, mereka pun beranjak keluar dari toko itu.
"Ini, dariku~!" Ucapnya kemudian sembari menyerahkan sebuah tas belanja berlogo Style.
"Eh?" Yumika hanya memiringkan kepalanya sedikit terkejut. "Buatku?"
"Anggap saja hadiah, dan terimakasih sudah menemaniku seharian ini~!" Ucapnya dengan nada yang imut.
Yumika tak bisa menolaknya, ia pun senang hati menerima pemberian Chino.
°°°
"Kamu yakin?" Tanya Chino menatap Yumika yang berdiri di luar mobil.
"Aku masih ada janji, kalau begitu sampai jumpa di sekolah~!" Seru Yumika dengan melambai kecil padanya.
__ADS_1
"Souka~ sampai besok~!" Setelah pembicaraan yang sedikit itu, mereka akhirnya berpisah di sana.
Yumika memeriksa ponselnya, sudah jam 7. Ia akhirnya melihat-lihat sekeliling mencari sosok yang akan di temuinya.
"Apa dia belum datang, ya?" Gumamnya. Ia pun mencari nomor Shiro untuk meneleponnya. "Halo, Shiro? Kau sudah dimana?" Tanyanya dengan menempelkan ponsel di telinganya.
"..Baru saja aku ingin mendatangimu." Suara yang tiba-tiba itu mengagetkan Yumika yang sontak memutar balik badannya.
"Hai~" Sapa suara itu dengan melambaikan jari.
Shiro tersenyum hangat sembari menghampiri Yumika. "Kita makan dulu?" Tanyanya.
"Apa kau lapar?" Yumika balik bertanya.
"Ie~, aku takutnya kau belum makan sama sekali," Jelas Shiro sambil meraih jemari Yumika kemudian menggenggamnya erat. "Tak apa, kan?" Senyumnya dengan sedikit rona di wajahnya.
Yumika diam dengan mengeluarkan aura aneh. Shiro hanya bingung dengan senyum yang masih melekat di bibirnya, mempererat genggamannya.
"Ha.. sudahlah, ayo." Ucapnya dengan memijit pangkal hidungnya dengan telunjuk dan ibu jarinya.
Tanpa banyak bicara lagi, mereka pun menuju ke Cinema Teatre yang berada di pusat kota. Karena dekat, mereka cukup hanya dengan berjalan kaki saja.
Setelah memakan waktu yang tidak seberapa, mereka memasuki pintu masuk yang terlihat cukup besar, melewati banyak orang dengan tujuan yang sama.
"Ramai banget!" Ini pertama kalinya Yumika datang ketempat seperti ini, jadi tak aneh bila ia merasa sedikit takjub.
"Sepertinya banyak orang yang menyukai film itu. Ayo~!" Ucap Shiro tersenyum dengan menggandeng tangan Yumika menuju ruangan yang sebenarnya, sesaat setelah menyerahkan dua tiket masuk.
"Bangku nomor.. ah, disini!" Ucap Shiro seraya berjalan melewati tangga yang menjulang dengan deretan bangku yang cukup banyak di kedua sisinya. Beruntung mereka berada di barisan atas sehingga lebih mudah untuk melihatnya.
Yumika hanya diam sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal, membuat Shiro memalingkan wajah menatapnya.
"Ada apa, Yumi senpai?" Tanyanya kemudian.
"Ah, ie. Ayo cepat duduk." Senyumnya canggung. Sebenarnya ia merasa sangat sadar kali ini, sedari tadi Shiro selalu menggandeng tangannya. Canggung, tapi membuatnya sedikit terpesona. Entahlah, kini mereka berdua pun duduk bersebelahan.
Yumika bisa melihat dengan jelas wajah Shiro yang duduk di sampingnya melalui ekor matanya. Filmnya baru saja akan dimulai, tetapi, sosok yang ada disebelahnya membuat dominan yang lebih besar daripada itu.
"Ada apa? Sedari tadi kau melihatku terus, ada yang ingin kau sampaikan padaku, ya?" Tanyanya sembari tersenyum hangat menatap Yumika.
"Ti-tidak-" Suara nyaring seseorang yang terdengar cukup familiar membuat nya terkejut seketika.
"Yu-Yumi?!! Kau?! Ups* Shiro juga?!" Dengan suara pelan ia menutup mulutnya menatap kaget keduanya.
"Ah.. aku-" Chino segera memotong omongan Yumika tanpa mempedulikannya,"Pas banget~ nomor duduk kita di sebelah mereka. Ayo cepat, filmnya sudah mulai~" Ucapnya dengan menggandeng lengan seorang laki-laki yang berada disebelahnya. Ia melirik Yumika lalu mengedipkan sebelah matanya sembari menunjukkan senyum centilnya.
__ADS_1
Yumika hanya mengeluarkan aura aneh menatapnya, semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi nanti. Harapnya dalam hati.***