Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Lebih Dekat


__ADS_3

.


.


.


.


.


Shiro meletakkan sepatu nya di rak yang berada di sebelah pintu. Ia melihat seseorang yang tengah duduk di sebuah sofa dengan tv yang menyala.


"Kau sudah pulang?" Ucap orang itu.


Shiro berjalan ke arah nya, tepat nya ia berdiri di samping sofa.


"..Apa tak ada yang ingin kau katakan, Kuro?" Kata Shiro kemudian.


Kuro diam, ia tak memalingkan wajah nya menatap Shiro.


"Apa yang kau maksud, Shiro?" Ucap Kuro di sela-sela kegiatannya menonton acara tv kesukaannya.


"Kau tadi memperhatikan kami?" Shiro langsung ke inti tak ingin basa-basi.


"Ah.. itu ya. Aku tak sengaja melihat kalian setelah pulang dari berbelanja, itu saja. Pacar mu?" Tanya nya sambil menopang dagu. Ia mengambil remote, bosan dan mengganti nya ke channel lain.


"Itu bukan urusan mu." Ucap Shiro kemudian beranjak dari sana menuju ke kamar nya yang ada di lantai 2.


"..Gadis itu manis juga." Shiro bergeming menahan langkah nya, ketika Kuro, mengatakan sesuatu yang tidak disukainya. Sama sekali.


"Ah, gomen-gomen~ aku hanya mengatakan apa yang ku lihat. Tidak bermaksud apa-apa. Jangan kesal begitu dong, Shiro~" Ujar Kuro kepada Shiro, adik nya.


"Tch. Kau jangan mendekati nya. Dia itu milikku." Ucapan Shiro sama sekali tidak mengejutkan Kuro.


Shiro kemudian menaiki tangga dan menuju ke kamar nya.


"..Menarik." Kuro tersenyum dengan wajah nya yang datar. Ia sama sekali tak tahu kalau adik nya, mulai menyukai seseorang? Sejak dulu, mereka itu tidak terlalu akrab. Meski bertemu pun, mereka hanya sekedar menyapa dan basa basi saja.


Kuro jadi penasaran, siapa gadis yang sudah memikat hati adik nya itu?


Kuro tersenyum sekali lagi, kemudian lanjut menonton acara tv kesukaannya.


Skip-


KRIIIINNNGGGG*


Yumika merapikan buku-buku dan memasukkan nya ke dalam tas.


"Yumiii~" Yumika yang sadar akan suara itu, beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri asal suara. "Ah, Chino. Aku tak ingin ke kantin sekarang. Aku mau ke perpustakaan mengembalikan buku." Ucap Yumika membuat Chino memalingkan wajah nya cemberut.


"Yumii~ kita kok jadi jarang main bareng lagi sih~" kata Chino menyungutkan bibir nya.


"Apa boleh buat Chino, aku kembalikan ini dulu ya. Nanti aku main ke kelas mu deh?" Chino akhir nya bersemangat kembali.


"Oke kalau gitu~ sampai nanti Yumi~" Yumika mengangguk kemudian berjalan menuju perpustakaan dengan beberapa buku yang ada di tangan nya.


Sesampai nya di sana, ia meletakkan buku-buku yang di pinjam nya ke rak semula.


Yumika mencoba mengambil buku lain, namun secara tak sengaja tangan nya menabrak tangan seseorang.


"S-Shiro?" Ucap Yumika setelah mengetahui sosok yang kini berada di sebelah nya.


"Ah~ Yumi senpai! Kau juga mau membaca buku?" Shiro tampak bersemangat, tak lupa dengan senyum yang melengkung di bibir nya.


"Iya, kau juga?" Tanya Yumika. Ia melihat ada yang berbeda dengan Shiro.

__ADS_1


"Iya, sebenar nya aku juga suka baca buku, tergantung cerita nya menarik atau tidak." Kata Shiro tertawa kecil.


"Ah.. souka." Tak ada lagi yang bisa Yumika katakan. Ia segera mengambil buku yang di cari nya dan mencari tempat duduk di pojok perpustakaan.


Disana terdapat jendela yang terhubung langsung dengan taman belakang. Namun, yang paling mencolok adalah pohon Sakura yang ada tepat di sebelah jendela. Pohon itu sangat besar sehingga memberi keteduhan dan ketenangan bagi siapa saja yang berada di area itu.


Tak heran jika disana menjadi tempat favorit semua orang dikala sedang membaca buku atau sekedar ingin menikmati keindahan nya.


Yumika mengambil tempat duduk yang berada dekat dengan jendela sehingga dapat di rasakan nya angin yang berhembus mengenai wajah nya.


Sejuk..


Seseorang tiba-tiba datang mengambil tempat duduk di depan Yumika. Tepat nya di seberang meja, membuat Yumika sedikit tersentak.


..Dia lagi?


"Ah, hai~ Yumi senpai. Aku boleh duduk di sini, kan?" Tanya nya sambil tersenyum.


"Em.. duduk saja." Yumika mulai membuka buku yang di ambil nya tadi.


"Ah, arigatou~ senpai," Shiro terlihat senang. Ia pun mulai membuka dan membaca buku pilihan nya.


.


.


.


.


Hening.


"Seperti nya lagi-lagi hari ini akan turun hujan ya?" Shiro membuka percakapan di sela-sela kesibukkan mereka masing-masing. Ia melihat ke luar jendela, menatap langit yang kini tertutup gumpalan awan mendung.


Yumika melirik Shiro, lalu ikut melihat ke langit. Suasana langit terlihat gelap dan semakin redup. rasa nya beberapa saat yang lalu, tempat ini masih terasa hangat.


"Ah." Yumika tersadar, kemudian ia berdiri dari tempat duduk nya untuk menutup jendela. "Biar aku saja, Yumi senpai~ kau duduk saja." Ucap Shiro seraya mengambil alih.


"Em.. arigatou." Jawab Yumika singkat.


.


.


.


.


Beberapa saat kemudian, Yumika merasa kantuk mulai menjalar ke seluruh tubuh nya. Di tambah, suasana tenang dan adem akibat sirkulasi dingin di dalam ruangan membuat nya jadi semakin tak tahan.


Seketika Yumika tertidur pulas dengan kepala di atas meja dan buku yang masih dipegang nya. Shiro yang melihat itu, perlahan mengambil buku yang ada di tangan Yumika dan meletakkan nya di atas meja.


"..Yumi senpai?" Shiro memastikan apakah Yumika benar-benar tertidur. Namun, tak ada jawaban memberikan suatu kepastian.


Perlahan Shiro beranjak menuju tempat duduk yang ada di sebelah Yumika.


"Yumi senpai.." Ucap nya sambil menautkan jari nya di ujung rambut Yumika. Ia lalu mencium nya, dan terdiam sejenak.


..Wangi stroberi.


Melihat Yumika yang kini sedang tertidur, membuat Shiro ingin mencium nya. Wajah nya terlihat tenang dan damai.


DEG . .


DEG . .

__ADS_1


Lagi-lagi Shiro merasakan dada nya berdetak dengan cepat.


DEG . .


Shiro ingin sekali menyentuh wajah Yumika yang kini sedang terlelap, terlihat seakan ia telah melepaskan beban yang berada di pundak nya selama ini.


DEG . .


Perlahan Shiro mulai membelai wajah Yumika yang terasa dingin. Memberikan kehangatan kepada nya.


DEG . .


                    DEG . . .


        DEG . .


Jantung nya kini berdegup lebih kencang dari yang sebelum nya, seperti bom waktu yang akan meledak di dalam rusuk nya.


DEG . . .


DEG . .


Shiro kemudian beringsut menuju wajah Yumika, hingga jarak antara wajah mereka hanya tinggal beberapa centimeter saja.


DEG . .


                 DEG . .


      DEG . .


Shiro dapat merasakan napas Yumika yang mengenai wajah nya. Sangat dekat.


..Lebih dekat lagi


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


CUP!*


Shiro mencium nya. Shiro mencium Yumika, tepat di bibir nya.


Selang beberapa saat kemudian, ia menjauhkan wajah nya kembali.


"Yumi senpai.. sekarang aku tak akan membuang-buang waktu lagi seperti sebelum nya.

__ADS_1


...Aku menyukai mu, Yumi senpai." Bisik nya di telinga Yumika, dikala hujan yang mulai turun saat itu.***


__ADS_2