Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Hari Yang Panjang (2)


__ADS_3

.


.


.


.


"Uh.. kenapa harus ketemu mereka sih.." Gumam Yumika. Ia melihat begitu banyak orang yang mulai bergerombol masuk dan duduk di bangkunya masing-masing, film seperti apa yang disukai Shiro, ya? Tanpa sadar, ia pun mulai memperhatikan sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Namun cepat atau lambat, ia akan segera menyadarinya.


Seluruh pengunjung menyaksikan film yang terpapar di layar kaca super besar yang ada di hadapannya dengan seksama. Hening, hanya suara film yang di putar itulah yang mengisi kekosongan di ruangan seluas lapangan aula. Terlebih lagi, orang-orang yang tak terkira banyaknya membuat suasana menjadi ramai dan menyenangkan.


Bagi Yumika, saat ini adalah waktu yang hangat sekaligus membuatnya berdebar-debar.


Tiba-tiba sebuah benda yang terasa hangat menyentuh tangannya membuatnya sedikit kaget. Ia memalingkan muka menghadap sosok yang ada di sampingnya.


Shiro melemparkan senyuman kepadanya lalu kembali menatap layar.


Yumika hanya diam dengan sedikit membenamkan kepalanya. Tapi, itu tak berhasil menyembunyikan sisa rona di wajahnya.


Seusai film berakhir*


"Film tadi itu bagus banget~!!! Air mataku sampai keluar saking tegangnya~" Ucap Chino semangat dengan mata yang berbinar-binar.


"Hei, bilang saja kau takut, kan~?" Goda Yumika dengan alis yang terangkat.


"A-apa?! Takut apanya? Sama hantu yang kelihatan lucu dan imut-imut begitu? Seleraku sih, tinggi!" Katanya menyergah ucapan Yumika sambil tertawa ringan.


Tiba-tiba seseorang yang tak lain adalah kekasihnya sendiri mengendap-endap di belakang Chino kemudian berhasil mengagetkannya.


"Uwaaaaa!!!?!?" Chino yang kaget pun berteriak dan reflek menjauhkan diri.


Mereka pun tertawa melihat reaksi Chino yang ketakutan di tanggapi dengan cibiran itu.


"Hei! Kami mau makan malam. Kalian ikut, ya?" Ajak Chino memandang Yumika dan Shiro bergantian.


"Eh? Tidak usah. Kami mau langsung pulang.." Ucap Yumika menolak halus ajakannya.


"Aku ikut Yumi senpai saja~" Kata Shiro tersenyum.


"Ah, kalian tidak seru nih! Yaudah kalau gitu, kami duluan ya~!" Ucapnya kemudian berlalu bersama kekasihnya dari hadapan Yumika dan Shiro.

__ADS_1


"Kita juga, pulang sekarang. Ayo," Ucap Yumika sambil berjalan mendahului Shiro menuju pintu keluar. Namun, lengannya tertahan oleh tangan Shiro.


"Kita.. makan dulu yuk? Kamu belum makan, kan?" Ucapnya kemudian tersenyum ramah, terkesan tenang di pandangan Yumika.


Ia hanya diam saja, sosok laki-laki setahun dibawahnya yang kini di hadapannya ini membuatnya tak bisa berkata-kata. Ia bisa membuatnya terpesona dengan mudahnya.


"Kuanggap diammu sebagai 'ya'." Ujar Shiro menggenggam jemari Yumika membawanya melewati keramaian orang-orang yang berlalu lalang di bawah sinar rembulan malam.


"Tu-tunggu, Shiro! Aku- akh!" Seorang pemuda dengan perawakan sebaya tak sengaja menabrak bahu Yumika hingga membuatnya terjatuh.


Bagai di hantam tombak yang sangat besar, Shiro menatap tajam orang itu seakan-akan siap membunuhnya kapan saja.


"Ma-maaf!! Aku tak sengaja!" Ucapnya seraya mengulurkan tangannya berniat akan membantu Yumika berdiri. Namun, dengan cepat Shiro menampar tangannya dan meraih bahu Yumika untuk membantunya.


"Terimakasih.. ie, tidak apa-apa." Yumika hanya menundukkan kepalanya sedikit sembari tersenyum ramah. Beruntung ia memakai dress sebetis sehingga tidak meninggalkan luka apapun.


"Apa kau gila berlari-lari di kerumunan seperti ini? Mau membuat orang celaka?" Maki Shiro membuat orang itu gemetaran seperti bayi yang baru tumbuh, terlebih terhadap tatapan matanya yang mematikan.


"I-itu-" Dengan cepat Yumika mengambil alih bicara,"Shiro! Sudah, aku tak apa-apa, ayo pulang." Ucapnya mengerutkan alis tak percaya memandang dirinya.


"Se-sekali lagi maafkan aku!" Setelah berkata begitu, pemuda itu menghilang dari pandangan mereka seperti angin yang lewat.


"Shiro, kenapa kau kasar sekali, sih?" Katanya dengan alis yang masih bertautan.


Yumika menghembuskan napas berat dan meraih lengan Shiro.


"Sudahlah, ayo pulang." Yumika menarik tangan Shiro membawanya berjalan di tengah keramaian muda mudi, ia masih tak menyangka apa yang di katakan Shiro tadi pada orang asing itu.


Sebaliknya, Shiro kini merasa berdebar-debar, senang karena Yumika mendahuluinya. Tangannya kecil.. lucu sekali. Shiro tak dapat menahan senyumnya, seketika wajahnya pun ikut memerah menatap punggung gadis yang ada di depannya, membawanya entah kemana.


Ini pertama kalinya..


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Mereka berjalan melewati gang yang terlihat lengang, ada beberapa lampu saja yang menyala. Dalam keheningan malam yang menyelimuti keduanya, tak ada siapapun yang melewati jalan itu selain mereka. Hanya ini jalan pintas untuk lebih cepat menuju kerumah.


Tak lama setelah itu, Shiro membuka pembicaraan memecahkan keheningan yang panjang,"Ano.. Yumi senpai," Panggilnya seraya memalingkan wajah sedikit kearah Yumika.


"Ya?" Sahutnya tanpa melihat Shiro.


"Apa kau marah?" Tanyanya kembali menatap jalanan yang gelap.


"Ha? Kau masih memikirkan yang tadi? Sudah lupakan, aku tak pernah memarahimu." Katanya spontan menatap sosok yang ada di sampingnya.


"Souka~" Ia lega setelah mengetahui itu. Diam-diam ia tersenyum tanpa sepengetahuan Yumika.


Drrrtt*


Drrrtt*


Mendadak suara getaran ponsel terdengar membuat Yumika langsung mengeluarkan dan membukanya dari tas selempangnya yang kecil.


"Pesan dari siapa?" Tanya Shiro kemudian setelah Yumika mematikan dan memasukkannya kembali.


"Ah, dari temanku." Jawab Yumika menatap lurus jalanan. Masih sekitar 10 menit lagi..


"Laki-laki?" Tanyanya lagi, tanpa melihat lawan bicaranya.


"Eh? Iya.." Jawaban Yumika berhasil membuat Shiro seakan di tusuk panah tepat di jantungnya. Namun, ia tak menunjukkan reaksi apapun. Bukannya tak merasakan apapun, justru ia berusaha untuk menahannya, tapi terlepas dari semua itu, ia sudah tak sanggup lagi untuk berpura-pura.


"Ah, setelah ini persimpangan..-" Dengan sigap Shiro meraih kedua lengan Yumika dan mendorongnya hingga ke belakang. Nyaris saja jika tak ada sebuah benda yang menjulang tinggi itu untuk menahannya.


"Shi-shiro?" Yumika sedikit terkejut. Rasanya pernah kejadian seperti ini sebelumnya.


"Aku masih kepikiran sampai sekarang, apa Yumi senpai menyukai laki-laki itu?" Tanyanya dengan pandangan yang tak dapat di prediksi. Terlihat tenang sekali.


"Laki-laki? Ie, sepertinya kau sudah salah paham, aku tak ada rasa apapun padanya." Ucap Yumika kemudian, sedikit merasa canggung.


"Benarkah..?" Yumika menghembuskan napas ringan sembari menatap matanya,"Iya, sekarang aku sudah boleh lepas?" Reflek saja Shiro menampakkan rona di wajahnya, terlihat jelas oleh Yumika.


"Belum bisa." Ucapan Shiro membuat Yumika mengangkat alisnya bingung. Namun, ia kini berpikir untuk menggodanya, entah sejak kapan ia jadi seperti ini.

__ADS_1


"Masih ada yang mau kau tanyakan lagi? Tapi, kita di tengah-tengah lampu begini, tidak apa nih?" Kini Yumika ingin melihat reaksi Shiro yang dianggapnya lucu.


Shiro hanya diam membisu, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. ***


__ADS_2