
"Yumiii~~!!" Chino yang tiba-tiba datang mendobrak pintu, membuat seisi kelas sontak mengarahkan tatapan aneh kepada nya.
"E-etto..... p-permisi... ~" Sedikit malu, dengan cepat Chino segera menghampiri meja Yumika teringat akan maksud kedatangan nya.
"Yumi!!" Sapa Chino di hadapan Yumika yang sedang membaca sesuatu.
"..Ada apa, Chino? Kenapa kau teriak pagi-pagi begini?" Tanya Yumika tanpa melihat lawan bicara nya sama sekali.
"Aishh.. kalau bicara, tatap orangnya, dong!" Seketika aura berubah menjadi aneh. Yumika merasakan perasaan tidak enak. Sial, apa ini.
"Apa kamu sudah dengar rumor nya?" Ucap Chino pelan hampir tak terdengar oleh Yumika.
"Maaf, Chino, aku lagi tidak ingin mendengarkan apapun."
"Ha? Ada apa?" Sontak saja Chino bertanya,
"Rasanya ada yang ganjal, maaf Chino nanti saja.. tiba-tiba rasanya jadi sensi hari ini. Rasanya ingin marah saja." Ucap Yumika padanya.
"Yumi kamu kok jadi tidak jelas begini sih..~? Salah makan? atau belum makan, nih?"
"Entah.. malas saja." Ucapnya singkat dan sekenanya.
Chino hanya memiringkan kepalanya bingung, Yumika hari ini rasanya aneh sekali, beberapa yang lalu ia masih seperti biasa. Sekarang? Tiba-tiba jadi less mood.
°°°
Yumika merasa sedikit lebih sensi dari biasanya, ingin sekali ia marah, entah apa penyebabnya iapun tak tahu. Labil. Satu kata yang mengilustrasikan dirinya sekarang.
Padahal ia tahu benar.
Ia tahu.
Kesalnya berasal dari buku yang ia baca saat berada di kelas tadi.
Ha.. tokohnya bodoh sekali. Kenapa begitu lemah?
"Ya ampun aku tak habis pikir.. oh ya tuhan.. astaga.." Yumika sedikit tak bisa menerima kenyataan.
Ia membilas wajahnya dengan air keran untuk mendinginkan kepalanya yang seperti ingin terbakar.
Yah.. cerita hanyalah cerita. Mengapa ia harus merasakan perasaan seperti ini? Sudahlah, Yumika memutuskan untuk melupakannya dan beranjak ke kelas Chino.
"Apa yang mau kau katakan tadi?"
"Yumi... kamu sudah agak mendingankah?" Khawatirnya melihat wajah Yumika yang mendadak berkerut.
"Apa maksudmu mendingan? Aku tidak apa-apa, apa yang ingin kau katakan? Rumor apa??" Tanya Yumika menahan emosinya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Mmm.... itu lho, katanya ada murid kelas 2 yang meninggal di gudang lama!! Ini masih katanya.. tapi sudah menyebar luas.. sepertinya bukan berita bohong?" Kata Chino merinding sambil memeluk tubuh nya sendiri.
"Meninggal?" Yumika mengernyitkan dahi nya, tidak paham akan situasi ini.
"Aku tidak tau! Apakah dia di bunuh?? Aku benar-benar tak tau..!! Yang jelas, ini pertama kali nya ada kejadian seperti ini!! Bagaimana ini Yumika?! Kita harus berhati-hati...! Kalau tidak, kita akan bernasib sama dengan nya..!" Yumika dapat melihat raut wajah Chino yang ketakutan dan khawatir. Chino selalu saja berlebihan dalam menanggapi, benaknya.
"...Kau yakin?" Chino membulatkan mata nya. "Banyak yang sudah membicarakan nya Yumika~!" Ucap Chino bersungguh-sungguh. Ia menyungutkan bibir nya cemberut karena Yumika tidak mempercayai nya.
Jika itu benar..
"Chino, apa kau tau siapa yang meninggal itu?" Tanya Yumika, "Dari yang ku dengar, katanya dia itu anak kelas 2-E, Minase Ryu kalau tidak salah?" Seketika Yumika seperti tersambar petir.
Ryu? Dia kan yang waktu itu di perpustakaan?
"Hei.!" Psstt*
"Apa kau tau Minase Ryu anak dari kelas 2-E.?" *psstt*
"Tidak. Memangnya kenapa.?"
"Kau tidak tau.? Dia itu di temukan dengan tubuh bersimbah darah di gudang belakang.! *psstt*
"Hah.! Apa kau serius?" *psstt*
"Tentu saja.! Setelah di selidiki, insiden itu terjadi dua hari yang lalu dan kini mayat nya sedang di evakuasi.!" *Psstt*
"Uwaaa..!! Itu menakutkan sekali!!!"*psstt*
Dimana pun mereka berada, perbincangan itu bergema seakan-akan sudah menjadi topik utama pagi ini. Seperti nya kabar itu benar-benar menyebar seantero sekolah. Kenapa itu bisa terjadi? Yang pasti, Hanya satu pertanyaan, Mengapa?
...Hari ini sekolah telah digemparkan oleh berita kematian Minase Ryu yang mendadak.
"Y-yumika..." Ucap Chino hampir seperti berbisik.
"Ha?" Yumika melihat-lihat sebuah pintu besar berwarna merah. "A-apa kau yakin..?" Ucap Chino bersembunyi di belakang Yumika.
"Tentu saja. Aku hanya penasaran." Jawab Yumika.
"T-tapi Yumi~!! Sudah ada garis k-kuning nya lho~!! K-kita kembali saja yuk..!" Chino yang takut akan rumor itu, membujuk Yumika untuk membatalkan niat nya.
Yumika membuka pintu itu perlahan. "Y-Yumi..!!" Chino ingin berteriak, namun suara nya tercekat di tenggorokan nya.
Krieettt....*
DEG.
"Kyaakkh!!*" Melihat pemandangan yang ada di depan nya, Chino menutup hidung dan mulut nya.
__ADS_1
Yumika menerawang ke setiap sudut ruangan. Ia melihat banyak sekali darah dimana-mana.
Tercecer berserakan dengan bau amis yang pekat nan menggelitik.
Sangat mengganggu indra penciuman nya.
Hingga akhir nya, mata Yumika terpaku pada sesuatu yang berada tepat ditengah sana.
"Yumi.!!" Chino memanggil Yumika yang terdiam dengan wajah nya yang pucat. Yumika kaget, ia menutup pintu itu kemudian.
"K-kau tidak apa-apa?" Tanya Chino yang khawatir dengan Yumika.
"Tidak.. maaf sudah mengajak mu kemari, Chino." Ucap Yumika. "Kita ke kelas sekarang." Chino merasa ada yang aneh dengan Yumika, mungkin saja karena pemandangan yang tidak mengenakan tadi. Pikir nya.
Di kelas, Yumika hanya diam memikirkan kematian Minase Ryu.
Kepalanya benar-benar kosong.
Siapa dalang di balik kejadian ini?
Sangat tidak biasa.
Benar.
Apa tujuannya?
Untuk apa?
"Duh.. memusingkan saja. Memangnya aku bisa apa!" Kesal, ia bukanlah Sherlock Holmes yang dengan mudahnya dalam beberapa petunjuk bisa langsung tahu. Menyelesaikan puzzle bukanlah keahliannya. Tapi, ia juga penasaran.
Yumika akhir nya menyandarkan kepala nya di atas meja, merasa kepala nya mulai berat.
Lelah sekali..
"..Yumi." Sayup-sayup terdengar seperti seseorang tengah memanggil nama nya.
"Yumika." Suara itu semakin dekat. Namun mata Yumika tak kunjung terbuka.
"Yu-mi-ka!" Untuk yang ketiga kali nya, suara itu berhasil membangunkan Yumika yang membuka matanya saat itu juga.
"Eh?? I-iya?" Yumika mengangkat kepala nya dan melihat orang yang ada di hadapan nya. "Ini." Kata nya sambil meletakkan sesuatu di atas meja Yumika.
"Apa ini?" Yumika menatap benda yang ada di meja nya kini. "Dari seseorang. Dia memintaku memberikan ini padamu. Tapi seperti nya dia adik kelas? Soal nya tadi dia menyebut Yumi senpai." Yumika tersadar. Seperti nya ia tahu betul siapa orang yang di maksud. "Ah.. kalau begitu terimakasih." Ucap Yumika.
"Susu rasa pisang.." Yumika membaca apa yang terdapat disana.
Tanpa ia sadari, seseorang sedang mengamati nya dari kejauhan dan tersenyum.***
__ADS_1