Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Pulang Bersama


__ADS_3

.


.


.


.


Shiro POV


    Aku menunggu Yumi senpai di depan pintu kelas nya. Saat ini hati ku berdetak tak karuan. Apakah karena senang? Tak sabar? Ingin segera bertemu dengan nya? Semua nya benar karena ketiga nya telah menjadi satu bagian yang tak terpisahkan. Mungkin kalian bisa menganggapku hanya lelucon, tidak masuk akal, dan berlebihan. Namun, itulah yang kurasakan.


Namun, yang paling membuatku tak nyaman.. adalah tatapan dari berbagai arah yang kini sedang melihat dan memandangku tajam.


Apa yang.. mereka lihat? Membuat orang tidak enak saja.


Tentu saja aku tidak mengerti, aku tidak tahu apa itu. Semakin lama semakin membuat pikiranku tidak fokus, Jadi begini rasanya di lihatin banyak orang?


Daripada itu, sebaiknya kualihkan perhatian pada hal lain saja.. sangat bosan juga menunggu seperti ini. Namun, untuk yang satu ini memang berbeda.


   


Kumainkan ponsel ku sebentar sembari menunggunya.


                           KURO


"Oi, bodoh. Kenapa kau lama sekali?"


16:10 PM


Apa sih yang dikatakan orang ini? Memang apa pedulinya aku pulang telat atau tidak? Tumben sekali dia bertanya. Kuputuskan untuk mengabaikannya saja.


   "...Shiro?" Suara Yumika yang tiba-tiba, menyadarkan ku. Tepat nya membuatku hampir kelepasan membuang ponsel yang ada di genggaman ku saat ini. "Kenapa kau ada disini? Apa kau mencari seseorang?" Ucap nya ramah tak lupa dengan senyum nya yang membuat ku hangat hingga ke dalam.


    "Aku menunggu Yumi senpai." Kata ku seraya melemparkan senyuman terbaikku.


"Eh? Aku? Kenapa?" Yumi senpai terlihat gugup dan bingung meminta penjelasan. "Aku ingin pulang bareng Yumi senpai~ Tidak apa-apa, kan?" Ucapku sambil melihat wajah senpai yang bersemu merah.


    "Ah.. itu..-"


Sebelum Yumi senpai sempat melanjutkan ucapan nya, seseorang tiba-tiba datang dan dengan tidak sopan memotong nya. Kenapa dia punya teman seperti ini? Teman.. yah, teman. Hanya dia orang yang kulihat bersamanya setiap hari. Aneh. Kurasa.. akulah yang aneh. Rasanya, tempatku yang seharusnya seperti di ambil olehnya.


   "Ah!!! Kau?! Yang tempo hari kan~?!" Pekik seorang perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Chino, teman Yumi senpai. Meski hanya satu kali pertemuan, aku bisa mengenali siapa saja yang berada dekat dengan Yumi senpai.


Yumika POV

__ADS_1


    "Tenanglah Chino. Iya, dia adik kelas yang waktu itu." Ucapku melihat Chino yang tampak terpukau melihat Shiro dari atas kebawah.


Duh.. apa yang sedang dilakukan anak ini?


Padahal ini sudah sore, tapi anak ini tak pernah terlihat lelah. Memang aneh. Tapi stamina nya bagus juga. Anaknya juga periang, tak heran.


    "Ah.. halo, nama ku Shiro." Sapa Shiro kemudian.


"Uwaa~~ Nama yang bagus~ Aku Chino, salam kenal ya~~" Girang nya sambil mengelus-elus rambut Shiro yang tampaknya tidak nyaman.


    "C-chino, apa yang kau lakukan?" Astaga anak ini, baru bertemu sudah sentuh-sentuh anak orang sembarangan. Apa dia sedang kerasukan roh pedofil?! Ah, lupakan. Anak ini memang selalu seperti ini.


Shiro yang malang.


   "Rambut nya halus banget~! Uwaa~~ Shiro pakai shampo apa??" Chino tampak sangat antusias menyentuh rambut Shiro.


"Rasanya sangat lembut seperti wol!!"Chino seperti meleleh. Dia kenapa bisa jujur sekali?! Wol? Oh ayolah.. dia pasti sedang bercanda. Lihatlah anak itu, terlihat menyedihkan karena kau menyentuhnya sudah lebih dari sekian menit.


"I-itu..." Shiro tampak canggung. "Sudah-sudah. Kenapa jadi ngobrol asik gini sih? Sudah jam segini, lho!" Ucap ku setelah melihat jam yang berjarak beberapa meter dari tempat kami saat ini.


"Eh, Iya! Omong-omong kenapa Shiro ada di sini?!" Tanya nya dengan volume yang sudah termasuk berisik. Kenapa kau baru menanyakannya sekarang?! "Dia mau pulang bareng dengan ku." Ucap ku enteng di tengah-tengah perjalanan kami menuju gerbang sekolah.


   "Eeehhhh!!! Benarkah itu, Shiro?!" Chino terlihat kaget mendengar apa yang ku katakan, lebih tepatnya pura-pura kaget. Shiro tampak memalingkan wajah nya. "I-iya." Chino melirik ku sekilas dengan tatapan yang aneh.


  


Aku melirik Shiro. Ternyata ia juga melihat ku dan malah tersenyum. Jujur saja aku pangling di senyumi begitu. Rasa nya seperti dia terus memperhatikan ku.


  ..Itu tidak mungkin, kan?


Tiba-tiba sebuah mobil berukuran sedang berwarna merah melintas tak jauh di depan.


"Heh, seperti nya aku sudah di jemput. Kalian berhati-hatilah~" Chino berlari menjauhi kami sambil melambaikan tangan nya. Sebelum ia mulai berbalik lagi, tiba-tiba ia mengerlingkan sebelah mata nya pada ku.


Apa-apaan itu.. bikin merinding saja.


Yah, aku sih tidak peduli.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


    Chino sudah pergi beberapa menit yang lalu, seketika atmosfer bumi terasa begitu menyesakkan. Canggung sekali. Mungkin aku harus membuka pembicaraan sebelum suasana nya menjadi tambah runyam.


"Ano.. Shiro-,"


"Yumi senpai."


    Kami berbicara bersamaan. Karena itu kami saling memandangi satu sama lain dan jadi terasa lebih canggung! "Ah, i-iya Shiro?" Aku memalingkan wajah ku menatap lurus jalanan yang kami telusuri.


    "Senpai, pulang ke arah mana?" Tanya Shiro.


"Setelah ini ke kiri, kau sendiri?" Seperti nya suasana sudah mulai cair kembali.


    "Ah.. aku ke kanan. Sayang sekali ya, kalau searah kita bisa pulang bersama." Kata-kata Shiro terdengar sangat jujur sekali! "Emm... iya." Aku tak tahu harus berkata apa untuk itu.


    "Apa aku.. boleh mengantarmu sampai rumah?" Ucapan Shiro membuatku terkejut.


  


   Ku tatap manik-manik wajah nya yang kini sedang tersenyum seakan menampar wajah ku,"I-ie!! Tidak perlu.. sudah dekat, kok!" Kata ku sambil mencoba untuk tersenyum. Shiro bersemu merah samar-samar. Tapi bisa ku lihat dengan jelas, pipi nya merona.


    Tiba-tiba angin menderu menerpa wajahku dan juga wajah nya. Terasa nyaman dan juga sejuk. Rambut Shiro bergerak terurai bebas seakan-akan sedang menari di bawah perintah sang angin. Wajah nya terlihat jelas. Dengan rona yang sama, seperti yang kulihat sebelum nya.


... Menambah kesan misterius akan sosok nya kini.


    "..Ne, kalau begitu aku duluan ya~" Kata ku sebelum terjebak dalam situasi ini lebih lama. "I-iya, Yumi senpai, mata ne. Hati-hati di jalan.." Kami saling melambai sekilas sebelum akhir nya kami berjalan melewati jalan kami masing-masing.


     Shiro anak nya pemalu juga ya? Apakah dia punya teman?


...Wah, apa yang ku pikirkan. Tentu saja dia punya teman!


Haa.. sudahlah. Hari ini melelahkan sekali. Sampai rumah, aku akan tidur sepuas nya~.

__ADS_1


..Dan begitulah hari ini berakhir.***


  


__ADS_2