
.
.
.
"Hei." Sapa suara seseorang sambil menyentuh pundak Yumika dan mengagetkannya.
"I-IYA!!" Yumika yang terkejut melihat ke sekeliling, mencari makhluk mana yang mengagetkannya itu.
"Heh, 'iya'? Iya apa?" Ucap orang itu terkekeh melihat ekpresi terkejut Yumika.
"E-eh.. bukan.. apa-apa." Ia membetulkan posisi duduknya dan memandang ragu kearah Shiro yang juga duduk di depannya.
"Melamun tentang aku, ya?" Ucap Shiro tersenyum polos, membuat Yumika kembali terkejut dengan semburat merah di wajahnya.
"Bukan begitu, ah, ano.. a-ada apa.. kemari?" Tanya Yumika dengan suara yang pelan.
"Kamu tidak senang, ya, aku datang?" Ucap Shiro pura-pura tersenyum kecut.
"B-bukan, bukan seperti itu!!" Yumika merasa seperti sudah salah memilih kata. Ia terlihat panik karena sepertinya telah menyakiti Shiro akibat ucapannya tadi, meskipun ia tidak bermaksud buruk.
"Haha.. iya aku tau, memangnya kenapa? Tidak boleh ya, datang ke kelas 'pacar' sendiri?" Shiro bertanya dengan menekankan sedikit kata pacar. Ia mengacak-acak rambut Yumika seperti anak kecil sambil menopang dagu menatapnya intens dan tersenyum.
Benar. Yumika kembali teringat,
Sudah seminggu berlalu semenjak Shiro mengutarakan perasaannya. Itupun setelah sekian kali ia ungkapkan dengan jelas dan lantang, mungkin 2.. atau 3? Atau lebih? Rasanya masih tak percaya. Hanya saja.. mungkinkah ini suatu keeruntungan?
Tentu saja ia tak membuang kesempatan itu dan menerimanya dengan senang hati karena bahagia.
"Ka-kamu! P-pelankan suaramu!" Mendengar suara Yumika yang tampaknya gugup dan terbata-bata, Shiro tersenyum geli.
"Takut ada yang tau? Padahal aku tidak apa-apa lho, kalau seisi sekolah tau.." Kata-kata itu membuat Yumika terdiam sebentar dengan warna merah tomat yang tampak di kedua pipinya.
Shiro yang menyaksikannya terkekeh pelan.
Yumika menatapnya.
"Kenapa?" Tanya Shiro tersadar.
Yumika tak menjawab, ia tetap memandang dalam kedua matanya.
Lama kelamaan Yumika makin tak tahan menatap mata biru yang menakjubkan itu.
__ADS_1
Mendadak ia mematung, pikirannya melayang entah kemana. Shiro tiba-tiba memajukan wajahnya dan mengecupnya sekilas.
"Yumi senpai~ jangan menatapku seperti itu.. aku jadi tak tahan ingin menciummu..~" Godanya dengan wajah polosnya. Seperti hal ini telah di rencanakannya.
Wajah dan telinga Yumika memanas seketika.
"B-berhentilah menggodaku." Shiro hanya menanggapinya dengan tertawa renyah.
Anak ini..
"Ugh.." Yumika beralih memegang ponselnya dan mengotak-atik tombolnya. Ia kemudian memasang headset, mendengarkan sebuah lagu.
"Kamu sedang mendengarkan apa? Aku juga mau mendengarnya." Ucap Shiro merebut satu pasang dari Yumika dan memasangnya sendiri di telinganya.
Mereka tampaknya tak sadar, sedari tadi siswa siswi di kelas itu memperhatikan tingkah mereka, namun kembali tenang seperti halnya sudah biasa terjadi.
Yumika bergumam sebal karena Shiro yang mendadak suka seenaknya.
Kekesalannya belum hilang ditambah dengan Shiro yang kini tiba-tiba melepas pasangan headset-nya kasar, merebut ponselnya, dan menekan tombol pause.
"Kenapa di matikan?" Yumika tak mengerti apa yang terjadi, namun Shiro tak bersuara.
"Aku sedang ingin mendengarkan lagu! Kemarikan-" Heran, ia mengulurkan tangannya mencoba untuk mengambil ponsel miliknya di tangan Shiro.
"Lagu ini sama sekali tidak bagus dan jelek! Jangan dengarkan ini lagi." Shiro meletakkan ponsel Yumika diatas meja seraya berdiri dan beranjak dari kelasnya.
°°°
"Bagaimana, sudah kau atur?" Seorang gadis tampak berdiri di depan sebuah cermin, menelpon seseorang.
"Sudah, Nona Yeorie. Semuanya sudah lengkap." Jawab suara di seberang.
"Oke, jaga tempat itu, jangan sampai rencana ini gagal. Satu lagi, kau ingat apa yang ku perintahkan kemarin?"
Saya tak mungkin lupa. Surat balasannya baru saja datang, Nona bisa memeriksanya nanti."
Baiklah, kalian bersihkan tempat itu dulu supaya tak ada yang curiga, tapi ingat kata-kata ku sebelumnya." Gadis yang di sebut Yeorie itu memutuskan sambungan telepon dan tersenyum licik.
"Kita lihat sampai kapan kau bisa berlaku sombong,"
"Memikirkan bagaimana kau berbohong begitu demi gadis lugu seperti itu, aku sudah menyiapkan hadiah istimewa~~~ hanya menunggu waktu saja," Kembali teringat akan tempo minggu lalu, ia menyadari, Shiro telah nekat memanipulasi kenyataan.
Sebetulnya Shiro tak pernah merekam kejadian sewaktu di taman itu. Ia tahu bahwa Yeorie tidak di bully, tapi ia sendirilah yang melakukan pembullyan di sana. Rupanya Shiro meremehkannya dengan suatu ancaman yang klasik dengan berpura-pura waktu itu.
__ADS_1
"Ini akan jadi semakin menarik.." Ia tak akan membiarkan semuanya berakhir baik-baik saja. Shiro harus jatuh ketangannya," Cewek itu akan merasakan akhir yang tragis.. aku sudah tak sabar menantinya.." Ia menatap cermin itu dengan tersenyum puas, rencananya pasti akan berhasil bagaimanapun caranya.
.
.
.
.
.
.
.
"Apa? Acara.. Pesta?" Tanya Yumika, mengangkat satu alisnya.
"Yap, aku kurang tau detailnya sih, tapi katanya itu untuk memberikan semangat untuk siswa siswi yang akan mengikuti ujian minggu depan! Juga~ tamu yang diundang, Yamanaka!" Jelasnya dengan mengangkat telunjuknya keatas.
Yumika menidurkan kepalanya di atas meja, "Yah.. apapun itu, sepertinya memang seru?" Ia memainkan ponselnya, memeriksa pesan Shiro. Dia masih saja? Sudahlah, nanti juga kembali seperti semula.
"Bukan hanya seru! Yumi, kamu harus siapkan dress-mu sendiri! Dandan yang cantik lho~~" Senyum Chino merekah.
"Dandan? Apa perlu pakai topeng juga, begitu?" Yumika tertawa ringan, candaannya ternyata boleh juga menurutnya. Namun, tidak untuk Chino yang memandangnya kasihan.
"Yasudah, aku kembali ke kelas dulu, jaa ne~!" Setelah kepergian Chino, Yumika merasa tak enak hati memikirkan sesuatu.
Khawatir.
Emailku belum di balas juga. Ia tak ingin memperlihatkan kepeduliannya. Ini memang salah, tapi itu lebih nyaman dari pada harus merasakan sakit juga nanti.
Selama berhubungan dengan Shiro, dirinya entah mengapa jadi lebih terbuka dan banyak bicara. Sebelumnya ia adalah orang yang pendiam dan berbicara seperlunya.
Yumika memandang kearah jendela di sampingnya.
"Apa.. hari ini akan turun hujan?" Ia memutuskan untuk mendengarkan lagu yang bisa mengobati jiwanya yang jatuh saat ini.
"Uh.. memang Yamanaka!!" Ia tak mengerti mengapa lagu sebagus ini, Shiro tak suka? Ia pasti bercanda.
Huh, apa peduliku?
Lagu Yamanaka adalah lagu yang sedang panas beberapa bulan ini, banyak yang menyukai lagu-lagunya tak terkecuali kalangan remaja putri. Yumika tak sengaja mendengarkannya saat berada di toko buku beberapa hari yang lalu dan langsung jatuh hati.
__ADS_1
Tunggu dulu.. Yamanaka? Jadi.. bintang tamu yang dikatakan Chino itu, dia? Kebetulan Yumika penasaran siapa suara di balik lagu ini.
Mood-nya kembali naik, melengkungkan garis senyum dibibirnya. Seketika masalahnya dengan Shiro terlupakan sejenak.***