
.
.
.
.
.
Shiro terduduk di kursi nya dengan menggigit kuku nya sendiri. Dahi nya bertautan dengan ekspresi wajah yang kesal, tak habis pikir dengan sesuatu yang di depan matanya.
"Apa-apaan, siapa sebenar nya pemilik nomor itu? Apa dia teman sekelasku? Darimana dia tau nomor ku?" Gumam nya setelah beberapa saat yang lalu ia membaca pesan aneh di ponsel nya. Sembari menatap kesekitar sudut kelas, ia pun memperhatikan gerak-gerik setiap orang yang ada di kelas ini.
Yang terpenting, kenapa dia tau Yumi senpai? Apa dia penguntit? Punya mata-mata? Apa dia selalu mengawasi kami? Banyak pertanyaan yang bermunculan di benak Shiro. Ia tak dapat membayangkan siapa orang itu.
Kenapa dia mengirim pesan itu.. padaku?
Pikir nya serius dengan meletakkan telunjuknya di bawah dagu. Jawaban nya hanya satu, ia tak punya pilihan lain selain menuruti nya untuk datang ke UKS selepas jam istirahat nanti.
Tak bisa di biarkan..
.
.
.
.
.
KRIIIIINNGG*
Shiro memutuskan untuk langsung menuju ruang UKS di lantai bawah setelah merapikan peralatan dan buku-buku milik nya.
Sesampai nya di sana, ia masuk begitu saja tanpa berpikir panjang lagi.
"..Kosong?" Ucap nya dengan manik mata yang terlihat hampa dan gelap. Mau diamati berkali-kali pun, jelas tak ada seseorang di ruangan itu selain diri nya.
"Dia terlambat atau apa?" Shiro pun melangkah maju dan duduk di salah satu ranjang yang biasa di gunakan untuk orang yang sedang sakit, dengan kedua tangannya sebagai penyangga.
5 menit berlalu...
..Apa dia mau menipu ku?
Shiro mengusap wajah nya dengan satu tangan. Tidak. Jika dia mau menipu nya, tak mungkin dia membawa-bawa nama Yumika.
Cklek*
__ADS_1
Shiro mendongakkan kepala nya ketika mendengar suara pintu terbuka.
"Ah.. rupa nya kau sudah sampai lebih dulu.. apa sebegitu ingin nya menemuiku segera~?" Ucap seorang gadis bersurai hitam pendek sebahu, dengan suara yang di buat manis. Namun, Shiro yang mendengarkan seperti ingin mau muntah.
"Kau ya? Yang mengirim pesan kekanakan-kanakan itu?" Shiro menatap gadis itu dingin.
"Coba tebak~?" Gadis itu melangkah mendekati Shiro yang terduduk di ranjang. Ia tak menghiraukan tatapan mata nya.
"Aku sudah di sini, jadi cepat katakan. Apa mau mu?" Tanya Shiro langsung ke inti.
"Shiro-kun.. rupa nya kau lupa aku. Sedih nya~" Ucap nya dengan vokal yang di buat-buat. Ia menyentuh dada bidang Shiro dan beralih menarik pelan dasi nya.
"Aku tak kenal siapa kau. Katakan saja langsung. Aku tak ingin membuang-buang waktu. Dan.." Shiro mengambil jeda di akhir kata.
"Jangan sentuh aku. Kau membuatku jijik." Ia menepis tangan gadis itu agak keras, meninggalkan kemerahan di kulit nya.
Sedikit kaget, ia sontak mundur dan memegang tangan nya yang terkena tamparan tadi. Namun, itu sama sekali tak membuatnya berhenti.
"Shiro-kun.. kenapa kau kasar sekali pada ku? Padahal.." Gadis itu mencondongkan badan nya dan membisikkan sesuatu di telinga Shiro.
".. Aku mencintai mu~." Bisik nya kemudian tersenyum picik.
Shiro tak bersuara sama sekali, ia tak menanggapi apapun.
"Apa kau tau..? Selama ini, aku selalu memikirkan mu siang dan malam. Berharap kita akan bertemu lagi.. dan bisa berbicara pada mu seperti waktu itu.. tapi, gadis sial itu datang dan merusak timing nya." Ujar nya tanpa tahu betapa bahaya nya kata-kata itu ia lontarkan di hadapan Shiro.
Gadis itu menyentuh bahu nya, berniat akan memeluk dirinya. Namun, niat nya digagalkan karena Shiro sudah lebih dulu menarik kedua pergelangan tangan nya memutar dan menjatuhkan nya ke kasur. Cengkraman Shiro sangat kuat seakan bisa menghancurkan tangan nya kapan saja.
Gadis itu mendadak takut menatap wajah Shiro, namun ia berusaha menyembunyikan nya.
"O-oh ya? Hanya karena aku mengumpati cewek itu? Oh yang benar saja..~ kenapa kau menyukai cewek itu sampai segitu nya? Apa sih yang kau sukai dari dia? Memang nya dia juga menyukai mu? Dia belum tau kan? Kalau dia tau rahasia mu, sudah pasti pun dia akan takut setengah mati dan akan membencimu. Aku ada di sini, tinggalkan saja dia. Sudah pasti aku lebih baik daripada cewek itu~." Kata nya dengan nada memikat dan menggoda.
"Dari mana kau tau soal rahasia ku?" Shiro memandang mata gadis itu dalam dan menusuk dengan mata nya yang hampa dan gelap, seperti tak ada kehidupan di sana. Gadis itu sedikit terkejut.
"Tentu saja aku tau. Karena aku mencintai mu." Ucap nya malu dengan berusaha menghindari tatapan Shiro.
Shiro makin mencengkeram tangan nya erat.
"S-sakit! L-lepaskan!" Ia meronta-ronta berusaha lepas dari cengkraman tangan Shiro yang benar-benar seperti akan mematahkan tangan nya.
"Dengar.. jangan lagi kau tampakkan wajah mu di hadapan ku dan Yumi senpai, atau..." Shiro mendekatkan diri nya dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.
Seketika gadis itu membulatkan mata saking kaget nya, wajah nya kini memucat.
"A-apa? Haha.. Kau bercanda, kan?" Meski dia yang seharusnya mengendalikan situasi disini, namun entah mengapa diri nya yang kini tersudut.
"Apa wajah ku terlihat sedang bercanda?" Gadis itu tak bisa berkata apa-apa.
Ternyata laki-laki ini berbahaya sekali. Batin nya ragu.
__ADS_1
Shiro melepaskan tangan gadis itu dan membalikkan badan.
"Ku harap kau mendengarkan ucapan ku tadi baik-baik." Setelah mengatakan itu, akhir nya Shiro keluar dari ruangan itu meninggalkan nya sendirian.
Gadis itu mengelus-elus pergelangan tangan nya yang meninggalkan bekas kemerahan.
Sial..
.
.
.
.
.
.
.
Shiro POV
"Haah.. dasar gadis gila." Gumam nya sembari mengacak-acak rambut belakang nya.
..Seperti nya yang tadi sudah cukup membuat nya jera.
Siapapun yang ingin memisahkan ku dengan Yumi senpai, tak akan ku biarkan begitu saja..
Seraya berjalan menelusuri koridor, sesekali ku lemparkan pandangan ku ke luar jendela.
DEG.
Namun, mata ku menangkap sosok Yumi senpai yang berjalan bersama seorang laki-laki di belakang nya.
Seketika aku terkejut.
"Yumi senpai.. sama siapa? Siapa laki-laki yang di belakang nya itu..?" Perasaan ku campur aduk. Hati ku sakit.
Kenapa Yumi senpai jalan sama laki-laki lain?!
Tidak boleh.. jangan dekati Yumi senpai-ku.
Ku kepalkan tanganku kuat-kuat, memperhatikan mereka dari atas.
Seperti nya mereka akan kesuatu tempat.
Kemana mereka pergi?
__ADS_1
Aku tak bisa melepaskan pandangan ku dari nya.
Aku harus mengikuti kemana mereka pergi.***