Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Langkah Baru


__ADS_3

.


.


.


.


    "Yu-mi~" Bisik seseorang dari belakang membuat Yumika sontak bergidik kaget.


"Ahkk!! Apa sih Chino? Bikin kaget orang saja tau! Duh.." Ucap nya sambil mengelus-elus telinga nya.


"Hihihi gomen~ habisnya kamu serius banget.. aku jadi ingin menjahilimu!" Chino terkekeh melihat reaksi Yumika.


"Oh ya, omong-omong kamu lagi ngapain?" Tanya nya setelah melihat banyak tumpukkan buku yang berserakan diatas meja.


"Diminta guru buat periksa tugas Bahasa Indonesia." Singkat Yumika.


   "Hah? Sebanyak ini? Ketua kelas mana?" Tanya Chino memiringkan kepala nya. "Tidak masuk sekolah." Jawab Yumika sambil melanjutkan kegiatannya.


"Ya ampuunn~ Yumi yang semangat ya~ Ohya Yumi.. " Kata Chino menyemangati Yumika.


"Apa?" Sahutnya.


Adik kelas yang beberapa waktu lalu kita lihat.. kok tidak kelihatan, ya?" Tanya Chino sedikit sedih.


"Entahlah.. tingkatan kita kan berbeda, aku tau kau suka anak di bawah umur, tapi ku sarankan.. tahan saja." Bisik Yumika sarkas.


"Aku ke ruang guru dulu. Nanti kita ngobrol lagi." Yumika beranjak dari kelas sembari membawa buku-buku itu bersama nya. Chino hanya mematung di tempatnya.


"Apa? Kamu bilang apa tadi, Yumi? Suaramu kecil sekali!!" Pekik Chino dengan polosnya bak malaikat, namun yang di panggil sudah terlebih dahulu menjauh.


°°°


   Yumika berjalan hati-hati sambil memperhatikan langkah nya agar tidak menabrak orang. Pasal nya, buku-buku ini menumpuk hingga menjadi menara dan menghalangi penglihatan nya.. sulit baginya untuk melihat kedepan dalam keadaan seperti ini.


...Yah, ini berat juga.


Yumika mulai mati rasa. Jemarinya gemetar memegangi tumpukkan buku-buku ditangannya.


Ah.. seharus nya tadi minta bantuan Chino saja. Apakah ia selalu bodoh seperti ini? Yap, sangat. Ingin rasanya ia menukar otak dengan seseorang. Tapi, apakah ada yang bersenang hati melakukannya? Orang waras mana yang meng-iyakannya permintaan seperti itu.


"Yumi senpai?" Sapa suara indah dan ramah entah dari mana asal nya. "Eh? Shi..ro?" Ucap Yumika setelah ia bersusah payah melihat sosok yang ada di depan nya.

__ADS_1


"Seperti nya itu berat. Kenapa Yumi senpai membawa buku sebanyak ini sendirian? Biar aku bantu." Tawar Shiro seraya mengambil sebagian dari buku-buku yang di bawa Yumika.


"Terimakasih. Ketua kelas tidak masuk dan aku di minta tolong membawakan ini ke ruang guru. Kau sendiri mau kemana? Kebetulan sekali bertemu." Tanya Yumika di tengah-tengah perjalanan mereka.


"Sou~ begitu ya. Aku hanya ingin jalan-jalan~. Ingin melihat-lihat isi sekolah ini dan kebetulan ketemu senpai disini." Jawab nya.


"Ah, begitu rupanya." Mereka sampai di ruang guru dan meletakkan buku-buku itu di atas meja.


"Terimakasih Shiro, sudah mau membantu ku membawakan buku-buku itu. Kalau tidak ada kau di sana, mungkin buku-buku nya bakal jatuh ke lantai, syukurlah.." Yumika tersenyum lega.


"Ah.. ie." Melihat senyum itu, Shiro menjadi gugup entah mengapa.


Namun, tiba-tiba-


*Kruyuukkk~~*


"Eh..? Suara apa itu?" Tanya Yumika merasa mendengar sesuatu yang aneh.


Shiro menundukkan kepala menyembunyikan wajah nya yang kini telah merah padam. Yumika melihat ke arah Shiro yang bergeming, ia melihat telinganya merah.


"Shiro... jangan-jangan kau.. belum makan siang ya?" Tebakan Yumika tepat sasaran. "Ah.. itu.. iya." Ucap Shiro pelan.


"Kebetulan sekali! Aku ada bawa banyak bekal. Kita makan bersama ya!" Ucap Yumika dengan senyum nya yang merekah. "B-boleh kah?" Tanya Shiro ragu-ragu.


"Tentu saja! Kalau gitu kau tunggu di atap sekolah ya. Tau kan jalan nya? Aku mau ambil bekal nya dulu. Oke?" Setelah mengatakan itu, Yumika kembali ke kelas nya meninggalkan Shiro di sana.


Ahkk!! Yang tadi itu memalukan sekali!! Batinnya, kesal.


Shiro menutup wajah nya dengan kedua tangan membayangkan kejadian barusan. "Tapi.. dengan begitu, aku jadi bisa bersama dengan Yumi senpai lebih lama, kan.." Shiro tersenyum.


.


.


.


.


.


   "M-maaf lama." Ucap Yumika yang terlihat hampir kehabisan napas.


   "E-eh?? I-ie~ tidak kok.. dari pada itu, Yumi senpai kenapa? Terlihat habis lari.. sebaik nya kita duduk dulu.." Shiro panik dan khawatir, ia segera menghampiri Yumika yang datang dengan napas tersengal-sengal.

__ADS_1


   "I-iya. Arigatou, ...Shiro-kun." Kata terakhir yang dilontarkan Yumika seketika membuat Shiro tertegun.


  ..Apa Yumi senpai sadar mengatakan nya?


"A-ah... iya.." Jawab Shiro kemudian sedikit gugup.


    Yumika mulai membuka kotak bekal nya. "Kau kenapa tidak makan siang?" Yumika menyodorkan salah satu dari empat kotak bekal nya yang tersusun rapi tadi kepada Shiro. "Itu.. aku lupa ehehe~." Kata nya beralasan sembari menerima kotak bekal yang di beri Yumika.


"Ah, souka." Yumika melirik Shiro sebentar lalu mulai memakan sandwich yang ia buat tadi pagi.


"Uwaaaa~ rasanya.. enak sekali! Apa ini Yumi senpai yang buat?" Shiro dengan lahap menghabiskan sandwich nya. 1.. 2... 3 roti yang sudah dia habiskan.


"Kau lapar sekali ya? Pelan-pelan saja makan nya." Kekeh Yumika melihat Shiro yang melahap sandwich nya hanya sekejap mata. "I-itu!" Shiro terlihat malu. "Iya, aku yang membuat nya.." Yumika tersenyum ramah, sedikit malu.


    Mata Shiro berbinar-binar, "Enak~! Bagaimana senpai membuat nya?" Semangat Shiro yang membuat Yumika tampak terpukau.


"Emm.. itu mudah saja. Kau hanya perlu menyiapkan 2 buah roti dan isi nya bisa kau modifikasi sesuai selera. Aku menggunakan seledri, daging bacoon,..." Yumika menjelaskan kepada Shiro bagaimana cara membuat sandwich. Shiro menatap Yumika intens seraya mendengarkan setiap kata yang ia ucapkan.


Wajah Yumi senpai dari dekat.. cantik sekali..


Aku ingin.. menyentuhnya..


Kawaii~ Shiro berharap, ia dapat mengenal Yumika lebih dalam lagi.


"..Apa kau mengerti?" Ucapan Yumika menyadarkan Shiro dari lamunan nya. "Eh, iya. Arigatou Yumi senpai~ atas penjelasan sekaligus makanan nya~." Shiro tersenyum lebar.


"Hum, " Yumika mengangguk pelan.


KRIIINGGGGGG*


"Seperti nya sudah bel masuk. Sebaik nya kita kembali sekarang." Yumika membereskan kotak bekal. Shiro mengangguk dan membantunya.


Mereka berdua menyudahi pembicaraan dan beranjak dari sana. Shiro sebenar nya ingin bersama Yumika lebih lama lagi, namun waktu tidak berkehendak padanya.


Shiro merasa senang hari ini. Senang sekali.


Makan bareng Yumi senpai.


Sekali lagi hati nya berdebar-debar.


Aku menyukai mu, Yumi senpai. Batin nya kemudian tersenyum di sela-sela wajah nya yang kini memerah.


Shiro memegang wajah nya yang terasa panas. Hanya dengan hal-hal yang sederhana, Yumika mampu membuat nya seperti ini. Berada di samping Yumika, Shiro sudah sangat bahagia, pikirnya.

__ADS_1


Pikirannya berkelana, mengingat Yumika.


***


__ADS_2