Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Hati Yang Terbakar


__ADS_3

  "Chino!" Yumika memanggil nama teman nya yang sedang duduk santai di kelasnya. Yang dipanggil menoleh dan tersenyum lebar.


    


    "Yumika! Kamu kemari, ada apa?" Ucap nya.


"Apa-apaan bahasa mu! Tidak suka yang aku main ke kelasmu lagi?"


"Bukan seperti itu, biasanya, kan, aku sendiri~" Kata Chino meluruskan.


" Iya, sih.. oh iya, kau kemarin pulang duluan? Kenapa tidak ke kelasku?" Tanya Yumika setelah ia menghampiri meja Chino.


   


     "Ya ampun! Aku baru ingat, maaf banget! Kemarin ibu ku nelpon, katanya kakak ku sakit. Lupa kasih tau kamu dan langsung pulang. Maaf ya~?" Kata nya pada Yumika. "Ya sudah kalau gitu. Sakit apa kakak mu?" Tanya Yumika.


"Waktu itu ibu ku masuk ke kamar kakak ku dan menemukan nya terkapar dilantai. Tapi setelah di periksa, ternyata hanya demam biasa." Chino menceritakan semua nya panjang lebar. Yumika hanya mengangguk mendengarkan cerita Chino dengan seksama.


    


      "Daahh, Chino. Aku ke kelas dulu." Mereka saling melambai. Yumika bergegas ke kelasnya karena sekarang adalah waktunya jam pelajaran olahraga. Ia harus segera mengganti pakaian nya atau tidak, ia akan mendapatkan absen jika telat hanya semenit saja. Guru macam apa itu? *plak//


Skip-


    Yumika berlari mengambil bola voli yang terlempar jauh ke semak-semak.


    "Kenapa terbangnya jauh banget sih~. Ini gara gara Noa mukul nya keras sekali." Gerutu Yumika.


    Yumika terus mencari bola voli dalam semak-semak tersebut hingga akhirnya ia menyentuh ujung bola voli itu dan berhasil mengeluarkannya dari sana.


  


    Setelah membersihkan pakaian nya yang sedikit kotor, Yumika tak sengaja melihat Shiro memperhatikan nya dari lantai 2 yang tak jauh dari Yumika berada.  


     Shiro yang sadar bahwa Yumika kini sedang menatap nya, melemparkan sebuah senyuman yang hangat. Tersenyum pada Yumika tentu saja. Senyum yang hanya di tujukan untuk Yumika. Hanya milik Yumika seorang. Tak ada yang lain.


    Yumika membatin,

__ADS_1


Ada apa dengan nya?


    Terasa ada yang berbeda dan aneh. Tampak nya Shiro melambaikan tangan pada Yumika. Yumika tak tahu maksud nya. Tapi, ia putuskan tuk membalas lambaian Shiro.


    "Yumika~! Kok lama sekali ambil bola nya?" Yumika mendengar suara seseorang memanggil namanya dari kejauhan.


    Ia menoleh,"Ah. Maaf! aku kesana sekarang~!" Jawab nya. Ketika ia menolehkan wajahnya lagi untuk melihat Shiro, ternyata ia sudah tidak ada. Yumika pun akhir nya kembali ke lapangan olahraga.


     Shiro bersembunyi di balik tembok. Ternyata ia tidak pergi. Ia masih di sana.


   Yumi senpai melambaikan tangan nya padaku...


 


    Seketika Shiro tersenyum. Sepertinya Shiro mulai menyukai Yumika.


Tidak.


    Shiro sudah menyukai Yumika sejak pertemuan pertama mereka. Apa kira-kira yang membuat Shiro menyukai nya? Yumika sudah seperti cahaya yang menempati ruang di hati nya. Yumika sangat manis.


     ...Ia ingin melihat senyum nya. Ia ingin berbicara dengan nya. Ia ingin selalu berada di samping nya. Apa pun yang ada pada Yumika semua nya terlihat sempurna. Yumika terus mengusik pikiran nya. Ia ingin mengetahui semua tentang Yumika. Yumika adalah milik nya.


     Seketika Shiro tersadar. Mungkin aku sudah gila. Ia sekali lagi melihat ke luar jendela dan akhir nya pergi dari tempat itu.***


Shiro POV


"Aku ingin melihat Yumi senpai..." Gumam nya sambil menenggelamkan wajah diantara kedua tangan nya di meja.


Tidak.


   Shiro mengangkat kepala nya dan berusaha fokus ke depan. Sekarang bukan saat nya untuk melamun apalagi berkhayal. Ia harus menyelesaikan soal-soal yang ada di papan tulis.


    "A-ano, Shiro, bisa tolong ambilkan penghapus yang terjatuh di bawah meja mu?" Ucap seorang perempuan sebaya yang duduk di sebelah nya. 


   Shiro pun menundukkan kepala ke   bawah meja untuk mengambil nya. Secara tak sengaja jari mereka bersentuhan dikala Shiro menyodorkan nya, membuat wajah perempuan itu memerah. "T-terimakasih.." Shiro tak mempedulikan nya. Ia lanjut mengerjakan apa yang sebelum nya sempat tertunda. Shiro mulai menulis sesuatu.


    Shiro membolak-balikkan lembar demi lembar buku nya seperti sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


Seperti nya ia terlalu fokus hingga tak sadar ada beberapa teman siswi yang melirik nya sejak tadi. Apa Shiro sebegitu nya tidak peka? Ntah.


    Sebenarnya semenjak Shiro pindah ke sekolah itu, ia tiba-tiba menjadi populer di kalangan siswi. Kenapa? Kalian tahu sendiri jawaban nya. Shiro memiliki paras yang di idola kan semua gadis. Bibir merah muda, mata biru yang tajam, rambut putih yang cocok dengan diri nya, tinggi badan yang pas, dan tampan tentu nya. Tak semua orang memiliki tingkat penampilan yang hampir sempurna seperti Shiro. Meski begitu, Shiro termasuk orang yang tidak peduli akan sosial. Ia lebih mempedulikan apa yang di sukai nya. Yumika? Jangan di tanya lagi, itu sudah termasuk bagian terbesarnya.


    "Baik. Sekian untuk pelajaran hari ini, terimakasih." Seisi kelas kembali ribut seperti biasa. Shiro berdiri dari bangku nya dan keluar dari kelas. Ia memandang ke sekeliling mencari seseorang yang ingin di temui nya. Namun, sosok itu tak nampak juga. Yumi senpai, kau dimana? Setelah sekian tempat yang di datangi nya, ia belum lagi mencari ke Perpustakaan.


     Benar saja. Yumika ternyata ada di sana. Shiro tersenyum. Di lihat nya Yumika sedang berusaha mengambil sebuah buku di rak atas. Seperti nya Yumi senpai perlu bantuan. Tak sempat ia melangkah, seorang laki-laki berbadan tinggi datang dan membantu Yumika mengambil buku tersebut.


   Shiro yang melihat pemandangan itu, seketika perasaan nya menjadi tidak karuan. Ia tidak suka.


Tidak senang dengan apa yang ada didepan mata nya saat ini.


Perasaan nya berkecamuk, Menggerogoti hingga ke jiwa nya.


Sungguh ia ingin menghancurkan laki-laki yang berani mendekati Yumika sekarang juga.


   Ingin sekali ia memotong tangan nya itu agar tidak berani mengulurkan nya pada Yumika. Menusuk bola mata nya yang tidak segan menatap Yumika dan mengeluarkan nya dengan kasar. Merobek mulut nya dan mencabut lidahnya agar tidak bisa berbicara dengan Senpai nya itu.


Shiro mengepalkan tangan nya kuat.


   ...Sedetik kemudian ekspresi wajah nya berubah.


Ia terlihat santai.


Tak ada lagi tanda-tanda amarah di wajah nya.


Ia tersenyum.


Tepat nya senyum yang dingin, sedingin langit yang menghitam saat ini. Langit tampak menggambarkan apa yang di rasakan nya.


Seperti nya hari ini akan turun hujan.


   Apa yang sebaiknya ku lakukan pada mu~?


   Bukan Shiro nama nya jika membiarkan mainan nya kabur. Apa yang di genggam nya tak pernah ia lepas, terlebih membiarkan nya hidup-hidup.


   Shiro perlahan memutar balik badan nya,

__ADS_1


   ...Skenario yang sebenar nya baru saja di mulai.***


__ADS_2