Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Pernyataan Yang Tiba-Tiba


__ADS_3

Kenapa.. senyum nya bisa seperti itu, sih?


Apa dia pakai pelet?


Yumika yang sadar diri nya mulai tak waras karena sudah beranggapan seperti itu, menggeleng-geleng pelan. Spontan ia mencubit pipi Shiro yang ada di hadapan nya.


"E-eh? Kenapa.. Yumi senpai?" Yumika kaget dengan apa yang di lakukan nya barusan, ia kembali menarik tangan nya.


"K-ku kira.. bukan apa-apa." Yumika memalingkan wajah nya, seketika membuat Shiro jadi penasaran dan mendekat kan wajah nya.


"..Apa?" Tanya Shiro dengan menatap manik-manik mata nya. Merasa terlalu dekat dengan kondisi yang terbilang cukup genting, terlebih kini Yumika merasa terpojok.


"Ti-tidak, menjauhlah!" Shiro tak menghiraukan apa yang di katakan nya, ia semakin mendekatkan wajah nya.***


*Fuhh


Yumika membuka dan mengedip-ngedipkan mata nya.


"Eh?" Shiro tersenyum menang, ia tergelak melihat tingkah lucu senpai nya.


"J-jangan tertawa.." wajah Yumika seketika memerah bak tomat.


"Ekspresi Yumi senpai tadi lucu banget~" Shiro terkekeh pelan menahan tawa.


Yumika hanya manggut-manggut, kesal pada Shiro. Ia terlihat seperti orang bodoh.


Ia tiba-tiba teringat akan sesuatu."Shiro, sudah berapa lama aku di sini?" Tanya nya sambil melihat sekeliling nya.


"Um... sekitar 30 menitan. Kenapa?" Tanya Shiro.


"Souka, ie. Aku harus pulang. Terimakasih makanan nya, Shiro." Ucap Yumika tersenyum kaku kemudian membuka selimut yang menutupi setengah badan nya.


"Eh? Secepat ini?" Yumika heran dengan pertanyaan aneh Shiro.


"Memang nya aku mau ngapain lagi di sini? Dan lagi, aku sudah mendingan sekarang.. berkat mu. Ehm." Yumika sedikit malu mengatakan nya, jadi ia menghadap kearah lain.


"Yumi senpai.." Ucap Shiro pelan, namun terdengar lemah dan lembut di telinga Yumika. Rasa nya seperti ada tombak yang menembus jantung nya.


"I-iya?" Yumika berusaha menatap mata Shiro, namun keberanian nya seperti menciut di hadapan nya.


"Sebentar saja.. sebentar saja disini bersama ku.. ya..?" Yumika makin terkejut, ia seperti melihat Shiro yang tak di kenal nya.


A-ada apa dengan anak ini?

__ADS_1


Kenapa tiba-tiba dia bilang begitu?!


"Yumi senpai, sebenar nya ada hal yang sangat penting ingin ku katakan pada mu. Apa.. Yumi senpai mau mendengar nya?" Kata Shiro dengan wajah yang memerah, kini mata nya menatap mata Yumika dengan penuh arti.


"Apa itu? Kamu mau bilang apa? Katakan saja." Ucap Yumika tanpa tahu maksud Shiro yang sebenar nya.


Apa dia kelewat polos?


Sebelum mengucapkan sepatah kata, Shiro meletakkan kembali nampan yang ada di pangkuan nya ke atas meja, lalu diam sejenak sebelum berhadapan dengan Yumika lagi.


"Yumi senpai, sebenar nya.." Shiro menggantung kalimat nya membuat Yumika makin penasaran.


"Sebenar nya.. apa?" Yumika sedikit kesal kalau ada yang bicara sepotong-sepotong, ia masih setia menunggu apa yang akan di lontarkan Shiro.


Shiro kembali diam.


Sunyi.


"Katakan lah." Yumika menunggu dengan penasaran.


Sebenar apa yang mau dia katakan?


"Aku.. menyukai.. Yumi senpai.." Shiro memberi jeda di setiap kata dengan wajah yang masih memerah menatap Yumika intens.


Bagai di tindih oleh gunung Everest, sungguh hal yang di katakan Shiro barusan membuat Yumika sampai tak bisa berkata-kata, ia sampai menahan napas saking kaget nya.


Ia mati kutu.


Ini.. mimpi, ya?


"I-ini.. yang benar saja.. jangan bercanda dong, sudah ya, aku pulang sekarang, tas ku dimana?" Yumika tertawa kecil, sembari mencari tas milik nya.


Shiro terdiam, ia kemudian memegang pundak Yumika dengan kedua tangan nya.


"Aku tidak bercanda. Aku benar-benar menyukai mu, Yumi senpai." Jelas nya dengan menatap sorot mata Yumika dalam-dalam seperti sedang menghipnotis nya.


Yumika dapat melihat kesungguhan di sana, tak ada kebohongan terselubung didalam nya.


"Shi-shiro.. t-tunggu dulu," Shiro tak menggubris nya, ia kini mendekatkan wajah nya, semakin dekat dan semakin tipis.


"Aku menyukai mu, Yumi senpai.." Ucap nya lagi.


"Shi-shiro-" Yumika meronta-ronta, namun genggaman tangan Shiro terlalu kuat untuk ia lepas.

__ADS_1


Seketika Shiro mencium diri nya. Yumika berusaha untuk melepaskan diri, namun nihil. Kekuatan nya tak sebanding dengan nya. Tubuh nya kini gemetaran merasa tak tahu harus bagaimana.


A-apa yang harus ku lakukan..? D-dia kuat sekali..!


Shiro merasakan tubuh Yumika yang gemetar, seketika menghentikan tindakan nya.


"Gomen.. Yumi senpai, aku tak bermaksud membuatmu takut. Aku ingin mengatakan pada mu yang sejujur nya, kalau aku sangat menyukai mu. Aku tak ingin.. Yumi senpai menjauh dari ku.." Shiro tampak terlihat lemah setelah mengucapkan kalimat yang terakhir.


Yumika sedikit tersentuh, namun, ia tak boleh goyah. Apalagi Shiro telah mencium dirinya tanpa seizin nya.


Shiro yang sekarang benar-benar bukan Shiro yang ia kenal. Ia secara instan berubah menjadi sosok lain di mata Yumika, saat ini.


"Aku tak habis pikir, apa yang kau sukai dari ku?" Yumika akhir nya memberanikan diri untuk menanyakan yang satu ini.


"Aku tak perlu alasan untuk menyukai seseorang, kan?" Ucapan Shiro memang benar ada nya, ia mengangguk pelan.


"Souka.." Yumika sedikit merasa canggung karena berada di posisi yang sulit sekarang.


"Apa Yumi senpai membenci ku..?" Tanya Shiro tanpa mengalihkan pandangan nya.


"A-apa? Tentu saja tidak." Jawab Yumika cepat.


"Berarti, kau juga menyukai ku?" Tanya nya lagi dengan wajah yang cerah penuh harap.


"Aku.." Yumika menghindari tatapan Shiro yang hampir saja menggoyahkan hati nya. "Beri aku waktu untuk berpikir." Ucap nya kemudian.


"Souka, pasti sulit ya. Kalau begitu, kapan pun kau mau menjawab nya, aku akan selalu di sini." Ucap Shiro seraya tersenyum manis.


Yumika memandang Shiro sedikit ragu, tak tahu harus berkata apa. Tepatnya, tak ada satu kata pun yang terlintas di pikiran nya.


Tiba-tiba saja, seseorang datang dan masuk ke kamar nya tanpa mengetuk pintu.


"Oi, Shiro! Kenapa lantai nya becek gini? Dan apa yang kau lakukan? Kenapa dapur nya kau hancurkan?" Teriak Kuro tanpa basa basi dan tanpa permisi.


Seketika Yumika dan Shiro melihat ke asal suara, membuat Yumika dan Kuro kaget satu sama lain. Kecuali, Shiro. Dia malah diam menahan amarah.


"Eh?! K-kenapa ada.." Kuro tak meneruskan ucapan nya karena Shiro sudah lebih dulu mendorong nya paksa keluar kamar.


"Hei! Kenapa kau mendorong ku?!" Shiro tak menjawab dan makin mendorong nya.


"Yumi senpai, tunggu di sini sebentar." Pinta nya sebelum benar-benar menghilang di balik pintu.


Yumika diam termangu di tempat nya.

__ADS_1


Harus nya ia sudah pulang sekarang, tidak. Harus nya sejak sebelum hal itu terjadi. Ya, sebelum itu terjadi, harus nya ia sudah tak di sini!


"Ha.. apa yang telah ku lakukan.. apakah aku sudah melakukan kesalahan..?" Yumika tak bisa melakukan apa-apa. Nasi sudah menjadi bubur, begitulah istilah nya. Mau tak mau ia harus menunggu Shiro kembali sembari diam tak melakukan apapun.***


__ADS_2