Loved By Yandere-Kun

Loved By Yandere-Kun
Perubahan Sikap (Musim 2)


__ADS_3

.


.


.


.


"Bisa.. bisakah kamu melepaskan tanganku..?" Ucap Yumika hati-hati seraya tersenyum kecil.


"Kamu tidak suka aku menggandengmu?" Shiro tidak membalas tatapan Yumika, namun sorot matanya tampak sedih.


"Bu-bukan begitu! Kamu.. daritadi.. tanganku berkeringat.." Yumika menunjukkan semburat merah di wajahnya, dengan cepat berpaling kearah lain.


"Kenapa kamu mengkhawatirkan itu? Padahal aku selalu berusaha agar kamu nyaman bersamaku... dan tidak memikirkan hal lain selain aku."


Ya ampun!! Sejak kapan Shiro belajar kata-kata seperti itu? Sepertinya banyak sisi lain tentangnya yang aku tidak ketahui..


"E-em.." Sikap Shiro membuat Yumika sedikit sulit untuk menjawab, rasanya ini sesuatu yang baru baginya.


Seseorang tiba-tiba mendekat kearah mereka, membuat Yumika sedikit lega.


"Yumikaaa~!! Hey!!" Chino menyapa keduanya dengan seseorang di sampingnya.


"Kamu sedang apa disini? Tak kusangka kita akan bertemu seperti ini lagi. Oh.. ada Shiro juga." Chino pura-pura tak tahu, tersenyum ria menampakkan deretan giginya.


"Um.. kita.." Belum lagi Yumika selesai dengan ucapannya, Shiro telah menimpalinya terlebih dahulu.


"Kita mau makan malam di Youra Inshoku-ten. Apa kalian mau ikut?" Ucap Shiro.


"Apa?" Chino terlihat kaget mendengar nama restoran itu. Apa yang terjadi?


"Ah, tidak~ kami sedang buru-buru, maaf kami tidak bisa ikut! Sampai nanti Yumi~ Shiro~!!" Chino menatap Yumika seakan berkata, "Semoga kencannya berhasil!" Kemudian beringsut menjauh bersama kekasihnya.


Yumika merasa konyol.


Apa itu tadi?


Shiro menarik tangan Yumika menyusuri jalan dibawah cahaya lampu remang-remang di setiap pinggir jalan.


"Yumi senpai, kalau kita tidak cepat nanti keburu tutup, lho~" Ucap Shiro tersenyum.


Yumika hanya menjawab seadanya, ia tersenyum lebar dan menyamai langkah mereka.


"Ada apa?" Tanya Shiro meliriknya.


"Tidak ada!" Seketika itu Yumika melepas genggaman Shiro dan berbalik menggandeng lengannya.


Wajah Shiro tampak memerah.


Malam yang dingin seperti biasa, namun entah mengapa seperti ada sesuatu yang hangat menerpa wajahnya.

__ADS_1


°°°


Shiro, apa kamu tau tentang pesta minggu ini?" Tanya Yumika di sela-sela makan malam.


"Hm? Bukankah seharusnya Yumi senpai yang lebih tau, ya~?" Shiro tersenyum, melayangkan sesumpit potongan Tonkatsu ditengahnya.


Yumika mengerti, ia langsung melahap sepotong Tonkatsu itu.


"Thapi.. aghu bhena-bhena ta tau-" Shiro dengan cepat menutup mulut Yumika dengan jari telunjuknya.


"Habiskan dulu makannya, baru bicara~" Shiro tampak mempesona dengan senyuman itu, Yumika benar-benar merasa dirinya gadis yang sangat beruntung.


"Hm..~" Sebuah tisu mendarat di sudut bibir Yumika, membuatnya sedikit tersipu.


Apakah yang di hadapanku ini benar-benar dia? Shiro menjadi lebih lembut padanya setelah mereka berpacaran, sampai-sampai ia lupa bahwa pemuda ini setahun lebih muda darinya.


Yumika memutuskan untuk tidak membahas pesta itu sekarang, lebih baik ia menikmati saat-saat ini selagi masih bisa. Tapi, aneh..


Disini ada banyak lily berwarna merah, ada juga yang berwarna campuran. Dengan beragam tumbuhan yang terlihat asli, menciptakan suasana yang terasa natural dan hangat. Seperti.. Eh?


"Yumi senpai.. bukankah tempat ini rasanya begitu nyaman..?" Ucap Shiro tersenyum.


"Yah.. kurasa juga begitu, bagaimana kamu tau tempat seperti ini?" Tanya Yumika tampak senang.


Seutas senyum menampar langsung wajahnya.


"Rahasia~" Jawab Shiro akhirnya.


Namun, kekasihnya malah tertawa kecil melihat reaksi Yumika.


"E-eh?" Bingung, itu yang dirasakan Yumika sekarang melihat Shiro yang lebih ceria dengan tawanya. Sepertinya ini hal yang bagus untuk di lihat. Batinnya.


"Yumi senpai.. saat ini.. aku merasa seperti..ah, bukan." Shiro memandang Yumika sejenak, seperti sedang memikirkan sesuatu yang tampak serius.


"Apa kamu tau? Aku sangat menyukaimu, apa kamu juga menyukaiku?" Shiro tersenyum menawan menatap kedalam mata Yumika yang sedikit malu.


"Aku.. juga, sangat menyukaimu.." Ucap Yumika pelan, hampir tak terdengar.


"Apa? Tidak kedengaran~" Yumika tampak kikuk, membuat Shiro ingin menjahilinya.


"Aku.. sangat menyukaimu." Debaran ini, rasanya seperti Yumika telah mencuri hati Shiro untuk yang kesekian kalinya.


"Apaan wajah itu? Kamu sepertinya harus terbiasa dengan hal-hal seperti ini.." Jahilnya.


Yumika terdiam memandang Shiro gugup.


Beberapa lama mereka tak menyadari, seseorang sedang bersembunyi dari balik tembok memotret mereka diam-diam.


Sosok itu kemudian pergi secepatnya setelah membawa beberapa foto di kameranya.


.

__ADS_1


.


.


.


"Nona." Seorang pelayan perempuan menyodorkan sebuah amplop besar berwarna coklat ditangannya. Ia menyerahkannya dengan hati-hati, "Kau boleh keluar." Titah Yeorie.


"Hm.." Ia mengeluarkan sesuatu dari amplop itu, melihatnya dengan tatapan yang datar. Lembar demi lembar, hingga foto yang terakhir, menunjukkan dua pasangan yang terlihat dekat dan mesra.


Yeorie menggebrak foto-foto tersebut di atas meja lalu mengambil sebuah ponsel di sakunya.


"Ah halo, aku hanya ingin mengatakan, terimakasih sudah berbaik hati pada permintaanku. Kau memang temanku yang terbaik. Apa yang harus ku lakukan untuk membalasnya?" Ujar Yeorie.


"....."


"Begitukah? Bagus kalau begitu."


"....."


"Baiklah, aku juga. Kalau begitu kututup teleponnya sekarang, masih ada yang harus kulakukan." Ucapnya seraya memandang keluar jendela.


Yeorie terduduk di kursi mejanya, sebuah rencana tersusun rapi di otaknya selama beberapa hari ini. Sebuah senyum terukir di wajahnya mengingat hari yang paling ditunggu-tunggunya tinggal beberapa hari lagi.


Kupastikan, pesta ini tak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu.. cepat atau lambat..***


"Tadi aku lihat.. kamu berbicara begitu lama dengan seorang laki-laki. Apa yang kalian obrolkan?" Shiro tersenyum, namun pandangan matanya terasa tajam dan menusuk.


"Eh? Maksudmu, Riel?" Shiro tak bersuara, terdiam memandangnya dengan sorot mata yang kosong.


"Dia hanya memberikan informasi tugas padaku," Ucap Yumika tersenyum gugup seraya menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Benarkah..? Hanya itu?" Yumika sedikit merasa aneh, apa hanya perasaannya saja?


"Benar.. hanya itu.. kenapa aku harus berbohong padamu?" Gadis itu tersenyum simpul menatap kekasihnya,


"Ano.. Shiro-"


"Tapi, kenapa kamu tersenyum begitu manis padanya? Kamu harus sadar tentang bagaimana mereka memandangmu, juga.. seberapa besar perasaanku." Entah mengapa, Shiro sedikit lebih sensitif.


"Maaf.. lain kali aku tidak akan seperti itu lagi." Ucap Yumika tersenyum canggung. Apakah.. ini juga yang dialami oleh pasangan lain?


"Yumi senpai..~ kamu tak perlu takut, aku tidak sedang memarahimu, ayo kita makan lagi~ ya?" Shiro tersenyum kembali dengan senyuman khasnya. Tidak seperti yang tadi, terasa berbeda 180°, bahkan dengan senyum termanisnya sekalipun.


Terkadang, Yumika merasa Shiro yang sekarang tidak seperti yang dulu.


Apa yang kupikirkan..


"Kenapa.. Yumi senpai melihatku seperti itu? Apa ada sesuatu diwajahku??" Shiro memasang ekspresi bingung, lalu dengan cepat berganti dengan seulas senyum menggoda.


Mendadak Yumika merasakan firasat buruk.

__ADS_1


__ADS_2