Lusi

Lusi
Bab 11 - Memutuskan Berhenti Kerja


__ADS_3

Karena tak ingin terus menerus menyakiti perasaan Tony, Lusi pun terus menghindari laki-laki itu. Lusi pun akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja setelah empat bulan bekerja di Venue 8 tempatnya bekerja saat ini.


Lusi pun memberitahukan kepada saudaranya tentang pemberhentiannya di tempat kerja. Mereka pun memakluminya dan mencarikan kembali pekerjaan untuk Lusi. Setelah dua hari berdiam diri di rumah, akhirnya Arya memberitahu bahwa mulai besok Lusi sudah bisa bekerja kembali. Karena Arya telah menemukan pekerjaan baru untuk sang adik.


"Aku kerja di mana kak?" tanya Lusi penasaran.


"Di jalan xx," sahut Arya.


"Jalan xx?" ucap Lusi.


Sang kakak pun mengangguk. "Iya. Kau akan kerja di salah satu universitas di sana."


"Di tempat kuliahan kak?" tanya gadis itu.


"Iya." balas Arya.


"Apa kamu sudah tahu Ar, tempat Lusi akan bekerja di bagian apa?" tanya Amber sang kakak yang sudah duduk di dekat Lusi.


Arya pun mengangguk. "Iya kak tau. Lusi mendapatkan bagian toilet laki-laki."


"Hah?!" sahut Lusi dan Amber bersamaan.


Arya melirik sang kakak dan Lusi secara bergantian. "Kenapa?"


"Kak Arya. Apa kak Arya yakin aku mendapat bagian toilet laki-laki?" tanya Lusi yang masih tak percaya.


"Iya Arya, kamu yakin Lusi mendapat di bagian toilet?" sahut Amber setelah Lusi.

__ADS_1


"Yakin, kan temanku yang bilang sendiri." balas Arya.


"Tapi kalau adik tidak mau, tidak apa-apa kok kak Arya bisa membatalkannya." sambungnya lagi.


"Jangan! Gak apa-apa kak, aku mau kok." ucap Lusi menahan tangan Arya yang hendak menghubungi temannya.


"Yakin?" tanyanya sambil menatap sang adik.


Lusi pun mengangguk. "Iya, aku yakin."


"Ya sudah kamu istirahat saja, besok pagi kakak yang akan mengantarkan mu ke sana," ucap Arya.


****


Keesokan paginya Lusi pun diantarkan oleh Arya ke tempat kerja barunya. Seperti biasa Lusi dan Arya menaiki bus hijau seperti biasa. Di perjalanan Lusi terus memikirkan Tony teman kerjanya itu, bukan karena gadis itu menyukainya. Melainkan Lusi belum sempat berpamitan dengannya karena saat dirinya hendak berpamitan. Sosok Tony sudah pulang lebih awal karena memiliki keperluan yang mengharuskannya pulang lebih awal, alhasil Lusi belum sempat bertemu dengan laki-laki itu untuk berpamitan.


Di sana, ia memperkenalkan teman-temannya yang juga merupakan pekerja yang sama dengan Lusi dan 7 orang di dalam setor yakni empat orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Dan di sana Lusi merupakan anak yang paling muda.


Semua cleaning sudah diberikan pekerjaannya masing-masing termasuk Lusi. Yang mendapat bagian toilet laki-laki. Sungguh mengharukan untuk gadis itu bukan? Hahahaha.


Setelah di kasih arahan berbagai macam cara kerjanya oleh supervisor di sana, akhirnya Lusi harus melanjutkan pekerjaan itu sendiri. Saat sedang melakukan ritual bebersih terdengar suara pintu terbuka.


Ceklek!


Spontan, Lusi langsung menoleh ke arah pintu dan menemukan seorang laki-laki berbaju hitam tengah menatap gadis itu. "Ah, maafkan saya kak, tapi boleh kah jika saya masuk? Saya sudah gak bisa tahan nih."


Lusi pun mengangguk tanpa bersuara mempersilakan laki-laki itu masuk. Sungguh saat itu Lusi langsung salah tingkah bukan karena melihat sosok laki-laki itu sangat tampan, tapi karena Lusi baru pertama kalinya memasuki area toilet laki-laki.

__ADS_1


Beberapa saat. Laki-laki itu selesai dan menuju ke arah wastafel untuk mencuci tangannya.


"Kak?" panggilnya pada Lusi.


Lusi yang sedang memberikan tissue di dekat cermin menoleh ke arahnya. "Iya?"


"Kakak orang baru ya?" ucapnya sembari tersenyum.


"Iya." balas Lusi sembari mengangguk.


"Semangat ya kak, semoga terus betah berada di sini," ucapnya sembari keluar.


Lusi yang menatap kepergiannya hanya mengernyitkan dahi dan menggeleng kecil.


"Maksudnya dia apaan dah? Dia menyuruh aku buat tinggal di sini gitu? Memangnya aku penghuni toilet," gerutu Lusi. Lalu ia pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Di tempat peristirahatan. Lusi dan teman-teman barunya makan siang di dalam pantry. saat sedang asyik-asyiknya makan, Mak By selaku supervisor asal Jawa itu memanggil Lusi.


"Lusi." panggilnya.


Lusi yang sedang makan menoleh ke arah wanita paruh baya itu. "Iya Mak By?"


"Tadi ada seorang mahasiswa yang menanyakan mu," ujarnya sambil mengunyah makanan yang ia makan.


"Huh? Baru setengah hari kerja sudah di tanya-tanya aja tuh si Lusi," ucap Sofia si cewek cerewet. Hahaha


'Siapa ...?' batin lusi.

__ADS_1


__ADS_2