
Lusi, memasuki pantry dan langsung di sapa hangat oleh teman-temannya. "pagi lusi."
"selamat pagi neng."
"eh, lusi sudah datang, sini kita makan bersama, sini! sini." ucap mak by sambil mengarah tangannya ke arah tempat duduk.
lusi langsung melepaskan dan meletakkan tas miliknya di gantungan yang sudah tersedia di sana. dan menghampiri ke enam temannya untuk sarapan pagi di tempat meja. lusi, membuka bekal makanan yang ia bawa. seperti biasa, nasi dan beberapa lauk pauk tertata rapi oleh sang kakak di kotak bekal nya. lusi pun memakannya dengan lahap setelah membaca doa.
tok!! tok!
"permisi," tiba-tiba dari arah pintu pantry terdengar suara seseorang, ke tujuh orang yang sedang menikmati sarapannya mengalihkan atensi mereka ke arah orang tersebut termasuk lusi.
"iya, cari siapa dik?" ucap mak by pada gadis berbaju hitam yang sedang berdiri di pintu pantry.
"maaf mengganggu sebentar, jadi begini kak, saya datang kesini untuk mencari orang yang bernama lusi. apakah ada nama lusi di sini?" ucapnya sembari membalas pertanyaan mak by.
"lusi?" ucap sofia pada gadis yang berada di depan pintu itu.
__ADS_1
"iya, ada tidak?" tanyanya sambil menatap ke arah sofia.
ke enam teman lusi tersebut langsung menoleh ke arah gadis itu. lusi yang di tatap oleh ke enam temannya hanya menatap pada gadis di depan pintu. lalu mengangkat tangannya. "saya yang bernama lusi kak, apa ada ya mencari saya?"
"ah, jadi kakak yang bernama lusi itu?" tanyanya memastikan.
lusi hanya mengangguk. "iya."
lalu gadis itu mendekatkan dirinya pada lusi yang masih dengan posisi duduknya. "saya hanya mau mengantarkan barang ini kepada kakak yang bernama lusi." gadis itu menyodorkan barang tersebut pada lusi.
lusi meraih barang tersebut, dan melihat note yang menyelip di sisi lipatan kotak berukuran kecil itu. "terimakasih."
setelah kepergian gadis itu, sofia selaku yang memiliki perbedaan mulut itu pun berucap. "wah, kotak apa itu lusi? aku jadi penasaran sama isi di dalamnya apa."
"Hooh, aku juga. buka dong kita penasaran nih!" ucap mereka yang penasaran akan isi dalam kotak itu.
lusi hanya meletakkan kotak itu. "buka saja!"
__ADS_1
di rasa mendapatkan izin. sofia berniat ingin mengambil kotak tersebut dan membukanya namun di cegat oleh mak by. "kamu ini asal ambil saja, kotak ini sudah jelas-jelas di tujukan untuk lusi, kenapa kamu malah ingin membukanya?"
"iya kan, lusi sudah mengizinkannya mak. lagipula aku hanya penasaran saja sama isinya bukan mau mengambilnya juga kok." ucap sofia membela diri.
"hanya karena dia memberikan izin, bukan berarti kamu bisa membukanya," ucap mak by makin meninggikan suaranya.
"tidak apa-apa mak by, biarkan sofia membukanya. aku juga tidak berniat dengan kotak itu," ucap lusi yang melihat keduanya meributkan kotak yang menurutnya tidaklah penting.
"tuh, orangnya aja gak apa-apa," ucap sofia membenarkan ucapan lusi.
"mak by bilang jangan! ya jangan!" mak by mempelototi sofia dengan mata yang membesar.
lusi hanya menggelengkan kepalanya, lalu sesaat kemudian ia melirik ke arah kotak kecil yang berwarna merah muda tersebut. ia dapat mengetahui siapa pemilik dari kotak itu. lusi, lalu menghela nafasnya pelan seraya melanjutkan sarapannya.
****
setelah seharian melaksanakan kegiatan tugas menjadi klina (cleaning servis). waktu pulang pun akhirnya tiba, di mana teman-teman lusi sudah meninggalkan area pantry, dan hanya menyisakan lusi di sana. ia memang sengaja pulang belakangan karena tugas yang ia kerjakan tadi sedikit melelahkan, sehingga ia memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar.
__ADS_1
di rasa sudah cukup. gadis itu mengedarkan pandangannya pada jam yang terdapat di dalam setor itu. jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. ia pun membereskan semua bawaannya dan langsung menuju ke arah pas card.