Lusi

Lusi
Bab 40 - Jalan Jalan Sore


__ADS_3

Sorenya harinya, mereka terbangun dari tidur siang mereka. Mereka berdua dengan segera masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri mereka. Setelah beberapa saat, mereka pun selesai dan bersiap siap untuk pergi mencari sesuatu untuk di makan buat nanti malamnya.


Namun sebelum membeli makanan, mereka menyempatkan diri mereka berdua untuk pergi berkeliling di daerah tempat tinggalnya. Rangga membawa Lusi ke taman yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal. Mereka segera turun dari motor dan duduk di sebuah kursi yang terdapat di taman tersebut sembari menikmati keindahan taman.


"Sayang ...," panggil Rangga pada sang istri. Sang istri pun menoleh ke arahnya.


"Iya ...?" sahut Lusi dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Ia meraih tangan sang suami dan meletakkannya di bahunya untuk dengan mudah ia menyenderkan kepalanya kepada Rangga suaminya itu.


Laki-laki itu pun tersenyum, lalu membenarkan posisinya agar sang istri agar merasa jauh lebih nyaman saat ia menyenderkan kepalanya, ia pun menarik sedikit tubuh Lusi agar menempel kepadanya dan memeluknya erat seraya menciumi rambut sang istri. "Aku mau tetap seperti ini sampai kita tua nanti."


Lusi yang mendengar itu hanya mengangguk kecil sembari tersenyum manis. Ia merasa pilihannya menjadikan seorang Rangga suaminya adalah pilihan yang tepat untuknya. Ia pun dengan bahagia membalas pelukan suaminya.


Mereka berpelukan di taman itu hingga tak terasa senja sudah menampakkan dirinya, dimana mereka berdua harus segera mencari makanan dan segera membawanya pulang. Setelah mendapatkan beberapa makanan yang mereka pilih, mereka segera pulang.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, mereka akhirnya sampai di tempat tinggalnya. Namun saat mereka turun mereka melihat sebuah mobil terpampang di depan rumah mereka. Lusi yang bingung menghampiri suami.


"Mas, ini mobil milik siapa?" tanya Lusi pada sang suami saat melihat mobil tersebut berada di depan rumahnya.


"Kakak." balas Rangga singkat.


Lusi mengernyitkan keningnya. "Kakak? Kakak ipar datang ke sini?"


Rangga mengangguk lalu menatap wajah Istrinya. "Sepertinya, kakak aku akan menginap di sini sayang. Kamu tidak keberatan, kan?"


Sang suami tersenyum lalu mengusap pipi Lusi lembut sembari berkata. "Terimakasih ya sayang sudah mengizinkan mereka."


Mereka pun segera masuk dan menemukan kakak-kakak telah menunggu mereka di kursi depan. Mereka berdua pun akhirnya menyapa kakak-kakaknya dan menyuruh mereka untuk masuk. Karin selaku istri Rangga, ia berusaha bersikap seperti layaknya adik ipar. Lusi membuatkan minuman untuk mereka lalu membagikannya.

__ADS_1


"Kalian tidak pergi kemana-mana? Tidak pergi bulan madu?" ucap kak Satuna kakak pertama Rangga. Ia melihat ke arah Lusi dengan tatapan yang sulit diartikan oleh gadis itu. Lusi pun hanya tersenyum menanggapinya sembari melirik ke arah suaminya.


"Em, kami tidak memikirkan hal itu kak. Karena kami besok sudah mulai dengan aktivitas kami." sahut Rangga.


"Besok? Memang besok kalian sudah masuk university?"


Lusi dan sang suami mengangguk bersamaan. "Iya kak. Kami hanya ambil cuti tiga hari saja. Kami tidak ingin mengambil cuti lama-lama."


"Baguslah, dengan begitu kalian bisa belajar dan menghasilkan uang daripada hanya berdiam diri di rumah buang-buang waktu," ucap kakak pertamanya dengan tatapan dingin ke arah Lusi.


Lusi yang melihat kakak iparnya seperti itu hanya menundukkan kepala, ia merasa tidak nyaman atas tatapan dari kakak iparnya itu. Ada apa gerangan? Sehingga membuat kakak iparnya seperti itu terhadap dirinya?


"Kakak, ada apa datang ke sini malam-malam begini?" tanya Rangga sembari meraih tangan istrinya.

__ADS_1


"Kami datang kesini buat berkunjung lah, apalagi." sahut Satuna.


__ADS_2