
Setelah sampai di tempat Pas card. Lusi segera menyuruh kekasihnya untuk mengantarnya sampai di tempat itu saja. Awalnya Rangga menolak dan akan menunggunya dan juga akan mengantarkannya ke tempat stor. Namun, Lusi mencoba untuk membujuknya bahwa ia ingin ke stor sendiri, hingga beberapa saat kekasihnya menurut dan pergi meninggalkan Lusi di tempat itu.
"Selamat pagi." sapa Lusi saat ia tiba di tempat stornya.
"Pagi juga Lusi, cie ... cie ... yang dah punya kekasih bagaimana apakah hatimu sudah berbunga-bunga seperti bunga Kamboja yang akan harum bila ia sudah jatuh dari tangkainya di kuburan?" ucap Sofia. Kenapa harus embel-embel Kamboja di kuburan coba?
Lusi menjitak kepala teman cerewetnya itu. "Kamu pikir aku hantu yang suka harumnya bunga Kamboja, em?"
"Hahahaha, siapa tau kau suka keharuman bunga itu. Seperti mana kau telah berbunga-bunga karena sudah menjadi pacarnya Rangga yang tampan. Si cowok ganteng itu." celoteh Sofia yang membuat teman-teman yang lain hanya menggelengkan kepalanya termasuk Lusi.
"Sofia, sebaiknya kamu makan! Kamu terlihat sangat kelaparan sehingga membuatmu terus mengoceh," ucap Mak Bi saat ia melihat celotehan Sofia yang begitu tidak bisa diam.
Lusi dan teman-teman yang lain hanya tertawa kecil sembari memakan sarapannya, sebelum jam kerja dimulai.
__ADS_1
Setelah semua telah selesai dengan sarapannya, mereka semua bergegas untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Lusi telah membawa barang bawaannya seperti ember dan pengepel lantai. Ia hari ini bertugas mengepel lantai di area lift menggantikan temannya yang tidak masuk kerja.
Setelah beberapa jam kemudian, pekerjaan Lusi pun selesai dan gadis itu melihat ke arah ponselnya untuk melihat sudah jam berapa. Dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul peristirahatan. Lusi pun bergegas turun menuju stor. Tapi saat ia tiba di depan stornya sebuah suara menghentikan langkahnya dan melihat ke arah sumber suara.
Rupanya suara itu datang dari arah belakang gadis itu yang ternyata adalah suara kekasihnya. Lusi melihat ke arah laki-laki itu yang telah menghampirinya. "Sayang, kamu sudah selesai?"
Lusi mengangguk. "Em, baru saja. Ada apa?"
"Aku membawakan ini untukmu, jangan lupa dimakan ya." Rangga memberikan sekotak nasi krabu. (Author tidak tau nama nasi itu disini apa, jadi harap maklum)
"Sayang, aku membelikannya buat kamu, jadi aku tidak mungkin mengambilnya kembali. Kamu ambil saja ya, meski kamu tidak memakannya tidak apa-apa," ucap laki-laki itu sembari tersenyum manis ke arah sang kekasih.
Akhirnya Lusi mengangguk dan mengatakan terimakasih atas bingkisan yang Rangga bawakan untuknya. Rangga pun akhirnya pamit dan Karin masuk ke dalam stornya. "Apa itu Lusi?"
__ADS_1
"Sekotak nasi krabu Mak Bi."
"Dari Rangga ya?"
"Em." Lusi mengangguk.
_______________
Jam sudah menunjukkan pukul lima petang, dimana Lusi sudah berada di belakang university bersama Rangga. Mereka hendak pulang karena pada waktu itu jam kepulangan Rangga dan Lusi bersamaan jadi Rangga mengantarkan kekasihnya pulang.
Setelah sampai di taman Medan. Lusi pun turun dan melepaskan helm nya.
"Terimakasih." ucap Lusi saat gadis itu sudah melepaskan helm nya.
__ADS_1
"Iya, kalau begitu aku pulang ya. Kamu cepatlah naik nanti ada polisi pulak nampak kamu," ucap Rangga. Lusi pun hanya tersenyum tipis dan segera menaiki anak tangga di tempat tinggalnya.
Saat Lusi menaiki anak tangga, ia sempat membalikkan badannya untuk melihat ke arah laki-laki itu. Laki-laki itu pun melambaikan tangannya dan segera melesat pergi meninggalkan tempat itu.