Lusi

Lusi
Bab 9 - Pulang Kerja


__ADS_3

Di halte bus Lusi hanya duduk seorang diri, karena kak Sun dan Tony sudah pulang karena bus yang mereka tumpangi telah datang lebih dulu. Alhasil Lusi pun harus menunggu bus yang diarahkan oleh kak Amber yaitu harus menaiki bus warna hijau yang bertujuan ke arah tempat tinggalnya.


Setelah menunggu kurang lebih setengah jam, akhirnya bus yang di tunggu Lusi pun datang. Gadis itu segera masuk dan memilih untuk duduk paling belakang karena bus yang Lusi tumpangi tidak begitu ramai sehingga membuatnya dapat memilih tempat duduk sesuka hati.


Satu jam kemudian Lusi menekan tombol berhenti karena seingat gadis itu ia harus berhenti di sini. Driver yang membawa bus itu melihat ke arah spion nya lalu membukakan pintu tersebut. Lusi pun keluar dan segera berjalan menuju rumah.


"Aku pulang. Kak Amber," ucap Lusi memanggil sang kakak, saat dirinya sudah sampai di depan pintu rumah yang terhalang oleh pagar besi untuk menghalangi orang tidak di kenal masuk.


"Iya, sebentar," sahut sang kakak dari arah dapur. Amber pun langsung mengambil kunci dan membukanya, "Bagaimana tempat kerjamu? Apakah kamu betah Lusi?"


Lusi mengangguk kecil. "Em."


"Ya sudah, cepatlah mandi setelah ini kita makan bersama," suruhnya lalu mengambil kotak makanan yang Lusi bawa tadi. Lusi pun langsung menuju kamar untuk menyimpan tas dan mengambil handuk untuk mandi.


"Dik, tadi di tempat kerjamu bagaimana?" tanya Kak Arya saat kami bertiga telah berada di meja makan untuk makan malam bersama.


"Lancar-lancar saja kak," ucap Lusi singkat sembari menyantap hidangan buatan sang kakak.

__ADS_1


"Bukan itu maksud kak Arya, maksudnya apa pekerjaan mu berat?" jelasnya sambil menoleh ke Lusi yang sedang asyik memakan makanannya tanpa menoleh ke Arya yang menatapnya.


"Aku bilang lancar. Artinya pekerjaannya biasa aja."


Arya melirik ke arah Lusi sesaat, lalu kembali fokus pada makanannya. Lusi pun hanya meliriknya sekilas lalu melanjutkan acara makannya.


...


Lusi menatap layar ponselnya, membuka beberapa media sosial yang gadis itu punya. Sehingga pintu kamar terbuka, Lusi menoleh ke arah pintu tersebut dan menampilkan Arya sang kakak sudah berada di pintu kamar dengan senyuman yang merekah. Lusi yang melihat ke arahnya menyipitkan mata.


"Ada apa kak, kenapa senyum-senyum di depan pintu?" tanya Lusi melihat ke arah Arya.


Lusi menoleh ke arah saudara laki-lakinya itu dan berkata. "Maksudnya kak?"


Arya pun duduk menyamakan posisi duduknya dengan sang adik. "Kak Arya tahu, kalau kamu tidak betah kan di sini?"


Lusi hanya diam tak menjawab pertanyaan sang kakak. Hingga akhirnya Arya berucap kembali. "Tidak apa-apa dik, lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa dengan situasi seperti ini. Ayo kita berusaha lebih keras lagi agar kita bisa pulang bersama dan berkumpul kembali dengan ayah."

__ADS_1


Lusi yang mendengar perkataan sang kakak hanya tersenyum tipis, lalu menganggukkan kepalanya. "Em, ayo kita berusaha lebih keras lagi kak agar kita bisa pulang bersama dan kembali berkumpul bersama keluarga kita di kampung."


Arya tersenyum sembari menepuk lengan Lusi pelan. "Yaudah kamu tidur ya! Kakak mau keluar dulu."


Lusi mengangguk kecil. Dan menatap punggung sang kakak lalu tersenyum kembali saat dia memberikan senyumannya kembali ke arah Lusi.


"Kak Amber, aku duluan ya." ucap Lusi saat telah sampai di halte bus pemberhentian tempat kerjanya telah tiba.


Amber pun mengangguk sembari berkata. "Hati-hati."


"Iya." balas Lusi. Lalu ia pun turun dan berjalan menuju tempat kerjanya.


Lusi pun melangkahkan kakinya menuju setor, namun saat sampai di ruang Pas card. Lusi bertemu dengan Tony dan laki-laki itu memanggilnya sembari melambaikan tangannya.


"Lusi." panggilnya sembari berlari menghampiri ku yang berdiri di dekat pintu masuk.


Lusi menoleh ke arahnya. "Iya?"

__ADS_1


"Supervisor sudah membuatkan Pass Kad' untukmu, jadi hari ini kau boleh Pas card menggunakan card ini," ucapnya sembari menarik tangan Lusi menuju ruang tersebut dan memberikan card tersebut pada Lusi lalu mempersilakan gadis itu untuk mencobanya.


"Silahkan." ucapnya di samping Lusi.


__ADS_2