Lusi

Lusi
Bab 39 - Selalu Menolaknya


__ADS_3

Lusi segera keluar untuk menjauh dari suaminya itu, ia terlihat menarik nafasnya yang memburu. "Astaga, apa dia mau mencium ku? Pagi-pagi begini?"


"Ayo!" Rangga pun menghidupkan mesin motornya. Lalu akhirnya mereka berdua meninggalkan pekarangan rumah.


Setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah restoran mamak yang terletak di dekat tempat tinggalnya. Mereka pun masuk dan segera memesan makanan yang ingin di makannya.


Setelah selesai dengan sarapannya, mereka langsung kembali ke kediamannya. Mereka menghabiskan masa cuti mereka dengan beres-beres rumah, Lusi senang karena suaminya itu membantunya melakukan aktivitas tersebut. Setelah beberapa saat mereka akhirnya selesai dengan pekerjaan yang mereka buat.


Mereka menidurkan tubuh lelahnya di atas lantai yang berlapis kan kain karpet. Laki-laki itu menyalahkan TV dan kembali menidurkan tubuhnya di dekat sang istri, sang istri pun hanya melirik sang suami sesaat. Entahlah, apa yang ada di pikiran Lusi saat ini.


Saat sedang menonton TV tiba-tiba Lusi tanpa sengaja paha gadis itu menyenggol paha suaminya dan membuat suaminya terbangun dari tidurnya. Ia memegang paha tersebut.


'Apakah sesakit itu ...?' gumam Lusi dalam hatinya.

__ADS_1


Lusi yang melihat suaminya menggosok-gosok pahanya, ia segera bangkit dari tidurnya. "Maaf mas, aku tidak sengaja sungguh! Apakah sakit?" ucap Lusi khawatir. Ia turut menggosok-gosok paha suaminya sehingga beberapa saat sang suami menghentikan tangan Lusi.


Lusi yang melihat tangannya di tahan oleh tangan suaminya mengernyitkan dahi lalu menatap suaminya heran. "Kenapa?"


"Jangan! Aku tidak ingin melakukannya siang-siang," ucap sang suami yang membuat Lusi semakin kebingungan.


Karena tak ingin banyak bertanya, Lusi pun hanya mengangguk kecil sembari menjauhkan tangannya dari paha suaminya. Ia menatap wajah suaminya sesaat terlihat sangat tampan.


Lusi hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa mas."


Rangga hanya manggut-manggut saja, lalu kembali menidurkan tubuhnya dan menatap TV yang menayangkan serial drama (Melayu).


Mereka menonton hingga siang jam sudah menunjukkan pukul satu. Di mana Rangga meraih tangan Lusi dan menciumnya, Lusi yang tangannya di cium membuatnya malu, namun meskipun seorang Lusi merasa dirinya malu tapi ia sangat senang akan perbuatan suaminya itu.

__ADS_1


Sehingga beberapa saat, ciuman yang sedari tadi hanya berlaku di tangannya. Sekarang berpindah ke arah kening pipinya, lalu ...? Saat sang suami ingin mendaratkan ciuman tersebut di bibir sang istri. Gadis itu malah langsung menahan bahu Rangga sehingga laki-laki itu menatapnya dengan tatapan bertanya. "Kenapa sayang selalu menolak?"


Lusi yang mengerti akan ucapan sang suami, langsung membalasnya. "Aku belum pernah melakukannya mas, aku juga tidak ingin melakukannya." ucap Lusi jujur sembari menutup matanya takut.


Rangga yang mendengar perkataan jujur sang istri hanya mengangguk kecil, lalu ia segera bangkit dan menatap wajah istri sembari tersenyum lembut. "Maaf ya, aku tidak tahu jika sayang tidak suka hal seperti itu. Aku janji, aku tidak akan melakukannya lagi."


Lusi pun ikut bangkit dan membalas tatapan suaminya. "Maafkan aku mas," ucap Lus lirih, sembari menundukkan kepalanya. Gadis itu takut membuat suaminya kecewa akan dirinya.


"Sayang ...? Kamu kenapa menundukkan kepala, ada apa?" Rangga menangkup wajah istrinya. Ia mungkin tahu istrinya tidak enak hati kepadanya.


"Sayang, aku tidak apa-apa sungguh." ucap sang suami menenangkan Lusi.


Lusi pun akhirnya menatap wajah sang suami dan melihat senyuman tulus yang Rangga berikan kepadanya. Lusi pun membalas senyuman tersebut.

__ADS_1


__ADS_2