Lusi

Lusi
Bab 21 - Menolak Pemberiannya


__ADS_3

"Kamu ngomong apa sih kak Sofia? Jangan menambahkan sesuatu yang tidak ada! Dia tidak mungkin menyukaiku, dan aku juga tak menyukainya," balas Lusi dan mempercepat jalannya agar cepat sampai sekaligus menghindari pertanyaan temannya itu.


"Hai guys ... selamat pagi," sapa Sofia saat tiba di tempat setor.


"Pagi."


"Lusi." panggil wanita paruh baya itu.


"Iya Mak By?"


"Nah, dari Rangga." Mak By memberikan sekotak nasi dengan berisikan banyak isian lauk pauk.


Lusi menatap kotak tersebut lalu mengambilnya. "Mak By, Bisakah Mak By tidak menerima apapun lagi darinya."


"Kenapa Lusi? Kamu tidak menyukai nasi kotaknya? Nanti Mak By bagi tahu ya kalau kamu tidak menyukai nasi itu," ucap Mak By seraya kembali menyantap sarapannya.

__ADS_1


Lusi menggeleng. "Bukan itu maksudku Mak By, maksudku Mak By jangan pernah lagi terima pemberiannya."


Teman-temannya yang berada di sana menatap lusi bersamaan. "Memangnya kenapa Lusi?" tanya Mina penasaran.


"Tidak apa-apa kak, hanya saja aku tidak ingin menerima apapun lagi darinya ataupun sama orang yang tidak aku kenal!" sahut Lusi.


"Kau yakin Lusi? Dia baik loh nak sama kamu. Lagipula kayanya dia menyuka-" sebelum Mak By menyelesaikan kalimatnya Lusi lebih dulu memotongnya.


"Aku yakin Mak By! Lagipula aku tak ingin mengenalnya," ucapnya dengan menampakkan wajah tanpa ekspresi.


"Tidak apa-apa Mak, justru aku yang minta maaf atas perkataan ku barusan," ucap Lusi.


Mak By mengibaskan tangannya. "Tidak! Tidak! Ini Mak By yang salah membuatmu merasa tidak nyaman. Baiklah Mak By berjanji akan menolak semua apapun yang Rangga berikan nanti."


Lusi mengangguk dan tersenyum tipis. "Terimakasih Mak Bi karena sudah mengerti. Nah, kotak ini buat Mak By saja ... aku tidak bisa memakannya, karena aku sudah di bawakan bekal oleh kakak ku," ucap Lusi seraya memberikan kotak pemberian laki-laki itu kepada Mak Bi supervisor nya. Karena ia tidak ingin menyia-nyiakan bekal yang sudah sang kakak berikan untuknya.

__ADS_1


****


"Hai Lusi."


Lusi menoleh ke belakang saat seseorang memanggilnya. Namun, gadis itu malah mengabaikan sapaan orang itu, ia kembali memfokuskan membersihkan tempat tissue yang kotor.


"Kamu mengabaikan ku? Hei ... lusi hello." laki-laki itu menghampiri Lusi yang membersihkan kotak tissue sambil dirinya membasuh tangannya di dekat gadis itu.


"Lusi."


Gadis itu yang mulai jengah membalikkan badannya dan menatap laki-laki di depannya itu yang tak lain adalah Rangga. "Boleh tidak, satu hari saja kamu tidak sudah mengganggu ku dulu!"


Laki-laki itu tersenyum saat melihat wajah Lusi yang terlihat kesal padanya. "Cantik."


Lusi yang mendengar ucapan laki-laki itu segera menggelengkan kepalanya lalu kembali membalikkan badannya, kembali mengelap kotak tadi dan mencoba mengabaikan laki-laki itu.

__ADS_1


Laki-laki itu pun tak bersuara lagi. Dan langsung keluar dari toilet tersebut. Lusi yang mendengar pintu tertutup menoleh ke arah belakangnya, rupanya laki-laki itu telah keluar dengan sendirinya tanpa ia suruh. "Akhirnya dia keluar juga, mengganggu sekali," gumamnya. Lalu kembali melakukan pekerjaannya agar cepat selesai.


__ADS_2