Maaf Aku Mencintaimu, Teman!

Maaf Aku Mencintaimu, Teman!
Dua Tahanan


__ADS_3

Grek masuk ke dalam ruangannya dengan langkah terburu-buru. Wajahnya merah menahan amarah. Buku-buku tangannya mengepal ketat.


Ingin rasanya ia memaki, melempar bahkan membanting apapun yang ada disekitarnya. Tapi Grek menekan hasrat itu dalam-dalam mengingat orang yang seharusnya menerima amarahnya berada jauh di luar sana.


Secepatnya, Grek harus mendapatkan cara untuk menghancurkan ****** Johnson. Sudah lama dia ingin merobek keangkuhan di wajah sombong itu. Mencabik-cabik nya hingga tidak berbentuk.


"Bos," panggilan Ergan menyadarkan Grek.


Grek berbalik menghadap tangan kanannya lalu melemparkan dua lembar foto yang didapatkannya dari Areta.


"Bawa mereka ke hadapan ku," perintahnya pada Ergan.


Ergan segera mengangguk patuh dan menghilang dari balik pintu.


...***...


"Kamu bohong Aska! Kamu bohong!" Carly membanting puluhan barang diatas meja kerjanya. Begitu memasuki pintu apartemen, emosinya tidak dapat dibendung lagi.


Pagi ini dia berencana mengajak Aska kencan romantis tapi begitu menjejakkan kaki di rumah Aska, Nirmala menyambutnya dan mengatakan Aska pergi bersama Ela - asistennya. Nirmala tidak menjelaskan detil kemana Aska pergi, tapi satu nama yang keluar dari bibir ibu tiri Aska menjelaskan semuanya. Aska menemui Hervi - polisi yang menangani kasus Bima.


Api cemburu membakar hati Carly hingga menjadi debu. Mempengaruhinya hingga mengalahkan akal sehat, Carly memacu mobilnya hingga ke kantor polisi. Dia berjanji, kali ini dia akan membuat perhitungan dengan laki-laki itu. Meski Aska bersumpah hubungannya dengan polisi itu hanya sebatas kolega tapi Carly tetap merasa tidak nyaman.


Namun Carly tidak bisa berkutik begitu melihat semburat merah di wajah Aska saat polisi itu menyentuh tangannya. Carly marah, sangat marah. Dia memukul stir mobilnya berkali-kali untuk melampiaskan emosinya.


Dia berusaha keras menahan tubuhnya untuk tidak keluar dari mobil dan menghampiri polisi itu. Melayangkan pukulan ke wajah yan telah beberapa kali mengusik hubungannya dengan Aska. Carly mendinginkan pikirannya, emosi akan membuat semua rencana yang telah disusunnya untuk mendapatkan Aska seutuhnya hancur total.


Carly harus memiliki Aska hanya untuknya. Kalau bisa, dia ingin memasang rantai di kaki Aska, mengurungnya di istana yang telah dibangun Carly sebagai hadiah pernikahan. Carly menghantamkan dua kepalan tangannya ke meja.


"Sialan! Setelah Bima, sekarang laki-laki lain muncul untuk mengacaukan rencana ku!" Teriaknya marah.


[Tintong ...]


Carly menghela nafas panjang begitu mendengar suara bel dari luar pintu apartemen."Itu pasti Aska," pikirnya. Carly mematut dirinya di depan cermin. Memastikan penampilan serta ekspresi di wajahnya.


"Sayang," sapa Carly. Tersenyum senang menyambut kedatangan Aska.


Aska terhenyak begitu Carly menarik tangannya. Laki-laki itu mendorong Aska ke dinding lorong, menghujani Aska dengan kecupan-kecupan singkat namun menuntut.

__ADS_1


"Carl," tolak Aska tapi Carly tak bergeming. Dia meneruskan aktivitasnya menciumi setiap jengkal wajah Aska hingga membuat Aska kewalahan mengimbanginya.


"I love you," bisik Carly di telinga Aska. Dia menghirup dalam aroma yang dirindukannya dari celah ceruk leher Aska.


"Kamu kenapa Carl?"


Carly tidak menjawab, dia beralih menyandarkan dahinya pada milik Aska, matanya menatap lurus manik kecoklatan yang berhasil mencuri perhatiannya diawal pertemuan.


Satu persatu Carly mengecup lembut kelopak mata itu, berlanjut turun pada ujung runcing hidung, kedua pipinya dan mendaratkan bibirnya kembali di bibir bulat kekasih hatinya.


Carly mengawalinya dengan lembut sebelum mengulumnya, mengigit kecil, memaksa celah diantara dua lapisan itu untuk terbuka agar lidahnya bisa saling menyapa di dalam sana.


"Ah,"


Aska mendesah pelan. Memberi kesempatan Carly melesakkan lidahnya untuk membelit disana. Mengajak milik Aska untuk saling mengenal lebih dalam. Meng-absen setiap butir deretan gigi yang tersusun rapi.


Keduanya terengah-engah begitu ciuman panjang itu selesai. Carly menarik tubuhnya beberapa inci, memberi ruang bagi Aska untuk mengatur nafasnya.


"Sayang, aku menginginkan mu," desah Carly lirih. Matanya tidak melepaskan pandangan dari manik indah milik kekasihnya. Kali ini Carly menuntut, dia tidak akan memberi orang lain kesempatan untuk melangkah masuk ke dalam hati Aska untuk menggeser posisinya.


"Bisakah?"


Aska tidak membuka suaranya, hanya anggukan kecil sebagai respon dari permintaan Carly. Tidak perlu menunggu lama karena Carly langsung menyergap, mengangkat Aska, membawanya dalam pelukan menuju kamar utama.


...***...


"Bos," Ergan datang bersama dua orang laki-laki berwajah babak belur, di seret masuk dengan kasar oleh dua penjaga.


"Ini dua orang yang anda inginkan," kata Ergan.


"Kamu yakin?" Tanya Grek ragu melihat wajah tidak berbentuk akibat di pukuli berkali-kali.


Grek yakin anak buahnya bertindak berlebihan kali ini melihat betapa mengerikannya memar berwarna gelap dan darah mengering di wajah kedua tahanan. Grek menghampiri dan meneliti dua laki-laki yang membuat Areta harus turun tangan langsung untuk memastikan keduanya masih hidup.


"Kenapa mereka ada disini?"


"Yang kecil karena hutangnya pada kita, satu lagi kiriman Angel," jelas Ergan.

__ADS_1


"Angel! Belakangan ini aku melupakan wanita sialan itu," batin Grek.


"Kapan jadwal eksekusi?"


"Harusnya besok mereka di eksekusi."


"Wow, kalian sangat beruntung," seru Grek dalam nada riang.


Mata Grek menyipit untuk meneliti satu-persatu dari orang-orang yang duduk di lantai dengan mata tertutup kain hitam. "Apa hubungan mereka dengan Areta?" Gumamnya bingung.


"Ergan, kamu sudah selidik apa hubungan keduanya?" Grek beralih pada Ergan. Menanti jawaban untuk memuaskan rasa penasarannya.


"Rey adik dari Keyshan Dolton, model internasional - brand ambassador JH Production House. Laki-laki itu punya kedekatan khusus dengan Areta," jelas Ergan, telunjuknya terarah pada laki-laki bertubuh kecil.


"Dan ini, Bima Ramadhan. Aku tidak bisa menemukan hubungannya dengan Areta," sambung Ergan menunjuk tubuh lainnya.


Grek mengernyit, "maksud mu dia tidak punya hubungan apapun dengan Johnson?"


"Terus kenapa Areta menginginkannya?" Pikir Grek.


Ergan memilih diam, tidak menemukan jawaban yang cocok untuk pertanyaan Grek.


Grek mencengkram dagu si jangkung, mengangkatnya untuk menengadah ke atas.


"Le-pas," rintih jangkung kesakitan. Tangan Grek menekan sudut bibirnya yang robek. Memberi sengatan ngilu hingga ke sekujur wajahnya.


"Apa hubungan mu dengan Areta Johnson?" Tuntut Grek.


Si jangkung menggeleng pasrah. Dia tidak mengerti apa yang dimaksud Grek.


"Hmm, ini tidak menarik," desis Grek malas. "Persiapkan keduanya, kita akan segera menonton drama menarik."


"Ah, pastikan mereka tidak membuat masalah. Aku tidak mau rencana ku gagal," sambung Grek.


Ergan mengangguk patuh. Dia memberi kode pada dua penjaga untuk membawa tahanan kembali ke ruangan.


"Bos, apa rencana anda selanjutnya?"

__ADS_1


Grek memainkan jemarinya, "Aku akan membuat Areta membayar mahal untuk dua sampah itu," gumamnya bersama seringai puas di bibirnya.


...****************...


__ADS_2