Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
memories


__ADS_3

Setelah semua yang beres Gio dan beberapa anak buah nya pergi untuk melihat Raya di rumah sakit


" Apakah kau sudah membawa semua yang aku mau ? " ucap Gio kepada pembantu nya


" Iya tuan, semua perlengkapan yang tuan mau sudah ada di sini " memberikan tas kepada Gio


Mengambil tas itu " ayo kita berangkat sebelum waktu besuk nya habis " pergi


...****************...


Sampai di rumah sakit Gio mencari ruangan Raya, saat ingin masuk dia melihat hanya ada tuan Alex di sana, rasa dendam Gio muncul namun dia juga melihat Raya yang sedang duduk di ranjang nya sambil menyantap buah-buahan. Gio memperhatikan Raya dia melihat Raya menguncir rambut nya


Tok... Tok ... Tok ...


Tuan Alex menoleh ke arah pintu " silahkan masuk " berdiri dari tempat duduknya saat itu


Gio masuk sendirian, dia menyuruh anak buah nya untuk tetap di luar" selamat pagi pak " sapa nya kepada tuan Alex


Alex menyambut Gio dengan senang hati " pagi, apakah kau datang sendiri ? " menoleh ke belakang Gio


Raya melihat Gio dan memasang wajah murung sambil membatin " kenapa di ke sini ? aku di rawat juga karna dia huh dasar " ketus nya dalam hati


Melihat ke belakang nya " iya pak saya datang sendiri, ini ada beberapa makanan untuk Raya " memberikan bingkisan yang ia bawa


Mengambil bingkisan itu " terimakasih, duduklah kau bisa berbincang dengan nya " pergi


Gio mendekat ke arah Raya " apakah kau selemah ini ? hanya satu sentuhan kau langsung di rawat di sini ? " meremehkan Raya


Menarik nafas kasar " apa maksud mu ? " kesal


Gio duduk di kursi dekat ranjang Raya " apakah kau tidak paham ? ini arti nya kau kalas Raya "


" Kalah ? " ketus nya " aku mendengar bahwa mobil mu juga tidak sampai di garis finis " membalik kan kepala nya ke arah yang berlawanan


Gio terdiam saat melihat jelas tai lalat di leher Raya " kenapa kau diam saja ? " sambung Raya


Gio bediri kaget " apakah tai lalat itu sudah lama berada di sana ? " tanya Gio gugup


Menatap Gio " apa maksud mu ? dasar aneh " membuka kunciran rambut nya agar tai lalat nya tidak terlihat jelas

__ADS_1


Mengambil rambut Raya " aku ingin melihat nya "


Menepis tangan Gio " apa yang kau lakukan ? dasar bos aneh " merapikan rambut nya


Bediri tegak dengan tangan di saku " aku sudah melihat data medis mu kau bisa pulang besok "


Heran " lalu ? apa masalah mu ? "


" Aku ingin kau masuk ke kantor dengan rambut di kuncir "


Memikirkan perkataan Gio " tidak, siapa kau yang sesuka hati menyuruh ku ? "


" Apakah kau lemah ? " Gio sengaja memancing Raya, karena dia tau semakin Raya di pancing maka dia akan panas


" Baiklah akan ku lakukan, besok aku akan datang dengan rambut yang di kuncir, tapi dengan satu syarat " ucap raya menatap Gio


" Apa pun syarat mu aku terima "


Mengingat kembali kejadian mal itu " biarkan aku melihat kalung yang kau pakai saat balapan kemaren malam "


Gio kaget dengan ucapan Raya " apakah dia melihat kalung ku ? padahal aku sudah menyembunyikan nya dengan baik " batin Gio


Gio sadar dari lamunannya " oke, aku akan pakai kalung itu asal kau melakukan hal yang sama "


" Ada apa ini ? " Tuan Alex masuk


" Ayah, dia meminta ku untuk menguncir rambut ku padahal aku tidak mau " kadu Raya kepada ayah nya


Tuan Alex mendekati Putri nya " sayang, sudah lama kau tidak kuncir rambut, terakhir kau kuncir saat masih SMA, tidak masalah jika kau melakukan nya lagi kan ? "


Raya terdiam mendengar ucapan ayah nya " iya ayah " hanya itu yang dia kata kan


" Baiklah tuan saya pulang dulu " ucap Gio pamit


...****************...


Sore ini Raya pulang, Dokter mengatakan bahwa luka yang ada pada tubuh nya sudah mendingan dan tidak terlalu parah


" Ayah besok aku akan ke kantor " ucap Raya saat memakai tas nya

__ADS_1


Tuan Alex langsung menoleh ke arah putri nya itu " baiklah sayang, apa pun keputusan mu ayah dukung


Mereka pulang ke rumah, di depan rumah Raya sudah ada Kavin yang sedang menunggu, Raya langsung berlari ke arah nya dan memeluk Kavin


" Apakah kau sudah pulih ? " membalas pelukan Raya


Raya menangis di pelukan Kavin " aku sangat merindukanmu, kenapa kau tidak datang melihat ku ? " ucap Raya masih di pelukan Kavin


Tuan Alex yang merasa panas melihat putri nya yang sedang berpelukan di sana, bukan nya tidak suka dengan Kabin tetapi dia tidak ingin putri nya bergaul dengan pria seperti Kavin


" Lepaskan putri ku " menarik Raya


Kavin melepas pelukan nya " aku akan menemui mu besok "


" Hati-hati di jalan " ucap Raya


Raya masuk dan langsung istirahat karena besok dia harus kembali bekerja


...****************...


Raya bangun lalu bergegas untuk mandi, saat berdiri di depan kaca Raya mengambil ikat rambut nya lalu memakai nya. Dia melihat tai lalat nya


" Harus kah aku menutup nya ? " batin Raya saat menatap kaca


" Aku sudah lama tidak memperlihatkan nya dan Rambut ku ? " bicara ke diri nya sendiri


Raya mengambil make up dan menutup tai lalat nya, lalu pergi ke kantor. Pagi ini Raya tidak menyapa ayah nya karena, Tuan Alex juga tidak ada di rumah


...****************...


" Selamat pagi " sapa Raya kepada semua karyawan yang ia temui


Raya berdiri di depan lift, lalu pintu nya terbuka dan ada Gio dengan beberapa anggota nya, Raya diam saja dan tidak masuk.


Saat pintu Lift mau tertutup Gio menghalangi nya " masuk lah " menatap Raya


Raya mengangkat kepala nya dan melihat dengan jelas kalung yang saat ini Gio pakai " baiklah " masuk sambil menatap kalung Gio


Saat Raya berdiri di depa Gio, Gio melihat leher nya tapi tai lalat itu tidak ada " apakah aku memang salah lihat ? tapi aku melihat nya dua kali ? mustahil aku salah " batin Gio

__ADS_1


__ADS_2