Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
Rencana awal


__ADS_3

Hari ini Raya dan Gio berencana untuk pulang namun karena kejadian beberapa hari lalu membuat Gio khawatir jika membawa Raya kembali. Jadi Hari ini mereka akan keluar sebentar dari rumah sakit untuk belanja keperluan sekolah mereka


Suster masuk dan melepas infus Raya " tangan mu membengkak, ini di sebabkan oleh infus nya. Kau tidak perlu khawatir " ucap suster saat merapikan alat-alat nya


Raya menatap tangan nya " benar kah ? apakah aku bisa membawa banyak barang ? " tanya nya dengan tatapan terfokus ke tangan nya


Gio mendekat dan menepuk bahu suster itu " kau bisa keluar " ucap Gio lalu duduk di samping Raya


Menatap Raya " apa yang kau katakan? kau mau membawa banyak barang, Ada aku di sini aku yang akan membawa semua barang yang kau mau " ucap Gio


Raya tersenyum " apakah kau yakin ? lihat lah ada banyak barang yang ingin ku beli " menunjuk buku yang ada di atas meja


Mengambil buku tersebut " akan ku belikan semua yang kau mau " ucap Gio


Raya merasa ambigu dengan ucapan Gio " kau yang belikan semua nya ? " bigung " apa kau bekerja ? kau tidak memberi tau ku ? " ucap Raya sedikit emosi dan bediri


Gio mendekat dan memegang lengan Raya " apa yang kau katakan ? aku tidak merahasiakan apa pun, itu hanya tabungan dari uang saku " senyum


" Baiklah " masih murung


" Aku akan bersiap, kau jangan kemana-mana " pergi


Gio pulang sebentar ke hotel nya, Karena dia ingin bersiap-siap. Saat Gio keluar dari parkiran mobil dia tidak begitu memperhatikan sekitar nya. Dia tidak sadar kalau mobil Kavin dan Rachel masuk.


Rachel dan Kavin sedang berada di parkiran. Kavin mengunakan baju pengawal yang biasa di pakai oleh anak buah Gio, Rachel memakai baju suster


Menatap Kavin " ingat sesuai rencana, jangan sampai ada yang tertinggal " ucap Rachel dan memperhatikan sekeliling nya


" Aku tidak tau niat mu yang sebenarnya, tapi karena ini ada kaitan nya dengan Raya maka aku siap " ucap nya lalu keluar


Saat berjalan di parkiran Rachel memegang sebuah laser dan laser tersebut bisa membakar benda yang ia tuju secara perlahan. Rachel mengarahkan nya ke cctv yang ada di parkiran. Bukan hanya cctv di parkiran tapi semua cctv yang mereka lewati

__ADS_1


Sampai di lorong kamar Raya " jalan lah lebih dulu, aku akan berpura-pura menjaga mu " ucap Kavin berbisik


Rachel berhenti dan melihat Kavin " pakai ini " memberikan alat sadap suara ke Kavin


Mengambil dari Kavin " kau sangat cerdik " senyum


Memakai handsfree " jika soal Gio maka aku tidak main-main " ucap nya lalu memakai masker dan mendorong tempat obat-obatan


Menatap lurus agar orang sekitar tidak curiga " apa dendam mu dengan Gio ? " ucap nya


Tidak begitu melihat Kavin " kau tidak perlu tau " cuek


Sampai di depan pintu kamar Raya


" Tolong buka pintu nya, suster ini ingin memberikan obat kepada pasien " ucap Kavin mendalami peran nya


Pengawal itu menatap Kavin dan Rachel " apa kau yang membawa suster itu ? " hanya curiga kepada Rachel, karena jadian lalu juga karena seorang suter


Mereka saling tatapan " baiklah silahkan " membuka kan pintu


Rachel masuk sedangkan Kavin diluar, karena tugas Kavin adalah mengalami sebagai pengawal maka dia tidak bisa masuk


Raya melihat siapa yang masuk


" siapa ? " berdiri


Membuka masker nya " apa kau tidak mengenal ku ? " ucap Rachel, apa yang Rachel ucapkan akan terdengar oleh Kavin


Raya memerhatikan wajah Rachel " tidak, apa kau suter baru ? " mendekat


Mengelus pipi Raya " tidak heran jika Gio jatuh cinta pada pandangan pertama dengan mu "

__ADS_1


Menepis tangan Rachel " apa maksud mu ? " heran


Duduk di sofa " aku tidak bermaksud apa-apa, mengeluarkan jarum suntik "


Melihat suntikan lalu mundur " apa yang kau lakukan ? "


Mendekat " kau akan tau setelah ini terjadi "


Berjalan mundur " jika kau mendekat, aku akan berteriak " ancaman Raya


" Benarkah ? " tidak percaya


Rachel menutup mulut Raya dan menyuntikan obat bius ke Raya, Raya jatuh pingsan


Berbicara pada alat penyadap suara " bawa mereka semua pergi dan pintu, aku akan membawa Raya keluar " perintah Rachel


Kavin berpura-pura membelikan kopi untuk mereka dan mengatakan ada kopi di depan


" Ada kopi di sana, apakah kalian tidak haus ? " basa basi nya


" Benar kah ? " melihat ke ujung lorong


" Iya pergilah aku akan menjaga di sini " ucap nya meyakinkan


Mereka yakin dan pergi..


Dengan mulus Rachel membawa Raya yang sudah pingsan keluar


" Bantu aku " ucap Rachel


Rachel dan Kavin mendorong Raya membawa nya ke parkiran

__ADS_1


__ADS_2